Sebelum Melancong ke Negeri Sakura, Simak Dulu 5 Do’s & Don’ts Ini

Berencana liburan ke Jepang? Dengan diadakannya Olimpiade Tokyo 2020 tahun depan, ini memang menjadi waktu yang tepat untuk berlibur ke sana. Selain bisa mengunjungi tempat wisata terkenal dan melihat pemandangan indah, kamu juga bisa merasakan persiapan-persiapan yang dilakukan untuk menyambut salah satu ajang olahraga terbesar di dunia.

Jepang dikenal sebagai negara yang sangat teratur dan memiliki etika budaya serta aturan perilaku yang ketat. Aturan ini tak lepas dari sejarahnya yang sangat kaya. Ada banyak kisah mengenai kecerobohan-kecerobohan yang sering dilakukan turis saat berlibur ke sana.

Standar perilaku dalam masyarakat Jepang sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan banyak orang. Memang ada sejumlah aturan yang mungkin terdengar asing, tetapi sebagian cukup jelas.

Kamu hanya perlu berhati-hati dan menghormati aturan yang ada dan perjalananmu di Jepang dipastikan akan lancar tanpa gangguan. Berikut 5 Do’s and Don’ts yang perlu kamu ketahui:

Don’ts

1. Jangan menatap orang secara langsung

      Jangan menatap orang secara langsung

Aturan ini mungkin membingungkan. Kita diajarkan untuk menatap lawan bicara. Tidak menatap orang saat berbicara seringkali dianggap tidak sopan karena terlihat tidak memperhatikan. Namun di Jepang, menatap secara langsung dapat membuat orang Jepang merasa tidak nyaman.

Aturan ini bukan berarti kamu sama sekali tidak boleh menatap lawan bicaramu. Kuncinya adalah untuk memutus kontak mata sesekali saat sedang berbicara. Selain itu, hindari untuk membuat kontak mata saat berbicara dengan seseorang yang lebih superior. Masyarakat Jepang diajarkan untuk melihat dasi atau area leher alih-alih melakukan kontak mata secara langsung.

2. Hindari kontak fisik

        Hindari kontak fisik

Kontak fisik dalam sebagian budaya merupakan hal yang wajar, seperti menyentuh tangan teman ketika bercanda, memeluk atau bahkan mencium seseorang ketika akan berpisah. Namun, perilaku seperti ini tidak umum di Jepang.

Budaya Jepang bukanlah budaya yang terbiasa degan kontak fisik. Maka itu, hindari kontak fisik kecuali situasi tersebut tidak bisa dihindari seperti terjebak di dalam kereta atau bus yang sedang penuh.

3. Jangan makan sambil berjalan

        Jangan makan sambil berjalan

Makan sambil berjalan mungkin seperti peribahasa “sambil menyelam minum air” bagi orang Indonesia. Kamu merasa lebih efisien karena bisa melakukan dua hal sekaligus. Namun di Jepang, tindakan seperti ini dianggap kurang sopan. Apabila makananmu tak sengaja jatuh di jalan, seseorang bisa saja menginjaknya dan akhirnya membuat hari orang lain menjadi buruk.

4. Jangan bermain sumpit

        Jangan bermain sumpit

Bermain dengan sumpit dianggap kasar dan tidak sopan. Bayangkan seseorang memukul-mukul sendok di meja seperti sedang bermain drum atau menunjuk-nunjuk lawan bicaranya dengan sumpit. Kamu pasti akan merasa orang tersebut tidak tahu aturan. Begitu pula dengan sumpit.

Selain itu, Jepang juga memiliki sejumlah larangan mengenai penggunaan sumpit yang berkaitan dengan budaya. Mengoper makanan dari satu sumpit ke lain dan menusukkan sumpit ke mangkok dianggap tidak sopan karena berkaitan dengan ritual pemakaman.

5. Jangan mengganggu geisha atau maiko

        Jangan mengganggu geisha atau maiko

Banyak turis berpikir bahwa berfoto selfie dengan geisha merupakan suatu hal yang jelas harus dilakukan saat di Jepang. Tapi ternyata, perilaku seperti ini tidak dapat diterima di Jepang.

Geisha dan maiko bukanlah selebriti apalagi objek wisata. Mereka sedang bekerja dan kemungkinan tengah terburu-buru untuk menuju ke tempat lain untuk tampil. Menghentikan mereka di tengah jalan dapat membuat mereka terlambat. Jika kamu mau berfoto dengan geisha, kamu bisa mencari geisha ‘palsu’ di jalanan-jalanan yang populer.

Mau Tahu Lebih Tentang Budaya Jepang? Yuk, Belajar di Cakap. Download Sekarang!

Do’s

1. Lepas sepatu

      1. Lepas sepatu

Aturan ini berlaku untuk hampir semua tempat. Rumah, kuil, bahkan sejumlah restoran. Kebiasaan ini muncul dari fenomena budaya yang disebut ‘uchi-soto’ yang berarti ‘di luar vs di dalam’. ‘Di dalam’ dikaitkan dengan kenyamanan dan kebersihan, sementara ‘di luar’ kotor, tidak dikenal, atau bahkan berbahaya.

Konsep ini diterjemahkan ke banyak situasi: di luar vs di dalam, keluarga vs orang lain, Jepang vs dunia. Jadi ketika kamu memasuki suatu tempat, ingat untuk mencari tanda yang menyatakan kamu harus melepas sepatu. Tak perlu khawatir kakimu kotor karena biasanya orang Jepang menyediakan sandal untuk di dalam ruangan.

2. Menghirup makanan

      Menghirup makanan

Jika di Indonesia mengeluarkan bunyi saat makan dianggap tidak sopan, di Jepang suara menghirup makanan seperti ramen atau sup miso saat makan di restoran merupakan hal yang wajar.

Makanan yang dihirup hanya 2, mi (rame, soba, udon) dan sup. Alasannya adalah karena ketika menghirup, kamu juga menghirup udara yang mendinginkan mi dan kaldu panas yang kamu makan.

3. Berjalan di kiri

        Berjalan di kiri

Berbeda dengan di Indonesia, sistem lalu lintas di Jepang menggunakan lajur kiri. Hal ini berlaku untuk mobil maupun pejalan kaki ketika sedang berjalan, naik tangga jalan, atau mengantre. Kamu tidak akan menabrak orang lain jika kamu membiasakan diri berjalan di sisi kiri. Namun aturan ini memiliki pengecualian di Osaka dan daerah Kansai, dimana sistem lalu lintasnya menggunakan lajur kanan.

4. Membeli kartu Suica

        Membeli kartu Suica

Kartu yang satu ini sangat multifungsi. Suica merupakan kartu elektronik pengganti tiket transportasi. Tapi, kartu ini juga bisa digunakan sebagai alat pembayaran untuk berbelanja. Kartu ini bisa dibeli di beberapa vending machine dan sudah semakin banyak dipakai di sejumlah daerah. Untuk mendapat kartu ini, kamu minimal menyimpan deposit sebesar 500 yen di dalam kartu.

5. Belajar frasa-frasa dasar bahasa Jepang

      Belajar frasa-frasa dasar bahasa Jepang

Tentu akan lebih baik jika kamu bisa mengucapkan sepatah dua patah kata dalam bahasa negara yang kamu kunjungi. Selain menunjukkan ketertarikanmu pada negara tersebut, ini juga membantu kamu jika kamu membutuhkan bantuan seseorang.

Sejumlah frasa bahasa Jepang yang perlu kamu ketahui di antaranya ‘arigatou gozaimasu’ (‘terima kasih’), ‘gomennasai’ (‘maaf’), ‘summimasen’ (‘maaf’ atau ‘permisi’), dan ‘onegaishimasu’ (‘please’).

Kalau kamu mau tahu lebih banyak frasa dan kosakata bahasa Jepang, kamu bisa ambil Paket Bahasa Jepang di Cakap. Pengalaman liburanmu dijamin bakal lebih afdol!

Baca Juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google