Ukhuwah Insaniyah di Tengah Pandemi Oleh KH. Syaifullah Amin

Ukhuwah Insaniyah di Tengah Pandemi

Di tengah pandemi yang terjadi, tak terasa bulan Ramadhan sudah berada di sembilan malam terakhir. Untuk itu KH. Syaifullah Amin akan membahas mengenai, “Ukhuwah Insaniyah di Tengah Pandemi”. Ukhuwah melahirkan kerukunan hidup dan kesetiakawanan sosial. Ukhuwah antar umat Islam tak akan berwujud tanpa silaturahim. Komunitas Muslim tidak akan diperhitungkan keberadaannya jika tidak memelihara dan membangun jaringan silaturahim.

Islam mengenal beberapa bentuk ukhuwah, yakni persaudaraan sesama manusia (ukhuwah insaniyah); persaudaraan nasab dan perkawinan/semenda (ukuwah nasabiyah shihriyah); persaudaraan suku dan bangsa (ukhuwah sya’biyah wathaniyah); persaudaraan sesama pemeluk agama (ukhuwah diniyah)’, persaudaraan seiman-seagama (ukhuwah imaniyah).

Syaifullah Amin menjelaskan bahwa untuk menghadapi pandemi, kesadaran tentang persaudaraan antar sesama umat manusia, atau yang biasa disebut ukhuwah insaniyah, adalah salah satu cara bagi umat manusia untuk bertahan melewati cobaan ini. Mengapa? Karena sesungguhnya Persaudaraan sesama manusia dilandasi oleh kesamaan dan kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT. 

Sesuai dengan firman Allah :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya : “Hai manusia! Kami ciptakan kamu dari satu pasang laki-laki dan perempuan, dan Kami jadikan kamu beberapa bangsa dan suku bangsa, supaya kamu sating mengenal (bukan supaya saling membenci, bermusuhan). Sungguh, yang paling mulia di antara kamu dalam pandangan Allah ialah yang paling bertakwa. Allah Mahatahu, Maha Mengenal” (QS Al-Hujurat/49:13).

Seluruh umat manusia adalah bersaudara, karena mereka semua berasal dari ayah dan ibu yang satu. Manusia diturunkan ke muka bumi dari sepasang suami-istri. Persaudaraan manusia ditunjukkan oleh sebutan Bani Adam.

Dijelaskan di dalam Al-Quran sebagai berikut :

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ كَمَآ أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ ٱلْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَٰتِهِمَآ ۗ إِنَّهُۥ يَرَىٰكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُۥ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا ٱلشَّيَٰطِينَ أَوْلِيَآءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Artinya : “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.”(QS Al-A’raf/7:27).

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ إِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ ءَايَٰتِى ۙ فَمَنِ ٱتَّقَىٰ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya : “Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS Al-A’raf/7:35).

Manusia itu satu dalam ikatan keluarga dan persaudaraan universal yang mendorong masing-masing berpartisipasi pada agenda-agenda kegiatan besar dan luas yang bermanfaat pada semua golongan manusia, antara lain penciptaan keadilan dan perikemanusiaan. Untuk itu, berbuat kebaikan dengan menjaga kerukunan dan kebajikan sosial menjadi sebuah teladan yang harus dilakukan oleh umat manusia terutama ketika terjadi pandemi seperti saat ini. Seperti yang dijelaskan dalam firman Allah SWT :

لَّيْسَ ٱلْبِرَّ أَن تُوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ ٱلْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلْكِتَٰبِ وَٱلنَّبِيِّۦنَ وَءَاتَى ٱلْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآئِلِينَ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَٰهَدُوا۟ ۖ وَٱلصَّٰبِرِينَ فِى ٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلْبَأْسِ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُتَّقُونَ

Artinya : “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Baqarah/2:177). 

Iman dan takwa niscaya mengejawantah dalam perbuatan manusia. Sebagian dalam dataran kehidupan individual dan sebagian lainnya dalam dataran kehidupan sosial. Itulah kebajikan! Keluarga adalah basis kebajikan, dan tiada imbalan untuk kebajikan kecuali surga. Rumah adalah surga jika menjadi pangkalan kebajikan, dan neraka apabila menjadi pangkalan kejahatan. Ayat tersebut mengandung empat pesan pokok: keimanan kita harus benar dan ikhlas, kita harus siap menerjemahkannya ke dalam perbuatan berupa amal terhadap sesama manusia, kita harus menjadi warga yang baik dengan membantu segala kegiatan sosial, dan jiwa kita sendiri sebagai pribadi harus teguh dan tak tergoyahkan dalam menghadapi segala keadaan.

Syaifullah Amin menjelaskan lebih dalam mengenai, “Ukhuwah Insaniyah di Tengah Pandemi” pada kajian Awadah Dakwah Festival 2020 melalui tayangan video berikut ini.

Ukhuwah Insaniyah di Tengah Pandemi

Oleh KH. Syaifullah Amin

Ikuti Awadah Dakwah Festival secara LIVE, pukul 16.00 WIB dan 21.00 WIB setiap hari selama bulan Ramadhan hanya di aplikasi Cakap, sebuah platform belajar bahasa, mulai dari bahasa Inggris, Jepang, Mandarin dan Indonesia.  

Jangan lupa untuk download aplikasi Cakap untuk dapat terus tonton video Awadah Dakwah Festival setiap hari selama bulan Ramadhan 1441 H. Cari tau di sini untuk jadwal lengkap  Awadah Dakwah Festival 2020.

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google