Suka Makan Mie? Ini Asal-Usulnya!

Makanan merupakan salah satu aspek kebudayaan selain bahasa karena dalam makanan, terdapat sejarah tersendiri akan peradaban suatu bangsa. Mempelajari bahasa Mandarin seakan tidak lengkap bila kamu tidak mempelajari kebudayaan dan kulinernya.

Nah, di antara kamu, siapa yang paling suka makan mie? Mie merupakan salah satu kuliner Tionghoa yang paling terkenal di seluruh dunia. Berbagai macam adaptasi dari mie dikonsumsi oleh orang-orang di berbagai belahan dunia. Namun, tahukah kamu akan sejarah mie? Bila tidak, simak ulasan Cakap berikut ini!

Mie adalah adonan tepung tanpa ragi yang diregangkan, digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Mie sering disajikan dengan saus atau sup. Mie dapat didinginkan untuk penyimpanan jangka pendek atau dikeringkan dan disimpan untuk penggunaan di masa mendatang.

Asal-Usul Mie

Beberapa negara seperti Italia dan Arab telah mengeklaim bahwa bangsa mereka adalah pencipta mie tapi mie tertua yang usianya diperkirakan 4.000 tahun ditemukan di Qinghai, Tiongkok. Sebuah catatan tertulis tentang mie yang paling awal ditemukan di dalam sebuah buku bertanggal era periode Han Timur (25-220). Saat itu mie biasanya terbuat dari adonan gandum dan menjadi makanan pokok orang-orang Dinasti Han

Mie di Asia

Suka Makan Mie? Ini Asal-usulnya!
sumber: giphy

Salah satu adaptasi mie Tiongkok yang paling terkenal di Jepang adalah Udon. Udon merupakan mie Tiongkok yang diadaptasi oleh seorang biksu Buddha pada awal era abad ke-9. Mie Reshteh merupakan salah satu jenis mie yang dikonsumsi di Persia pada abad ke-13. Inovasi perkembangan jenis mie di Benua Asia tidak terhenti di sana.

Mie Ramen, salah satu adaptasi resep mie Tiongkok merupakan salah satu yang paling populer di Jepang. Mie Ramen pertama dipopulerkan di awal tahun 1900-an dan saat ini, mie Ramen telah mendunia dengan berbagai topping dan sup.

Eropa dan Daerah Timur Tengah

Suka Makan Mie? Ini Asal-usulnya!
sumber: giphy

Pada abad ke-1 SM, Horace, seorang sastrawan bangsa Romawi, menulis tentang adonan goreng yang disebut lagana.  Namun, metode memasak adonan yang berbentuk lembaran ini, tidak sesuai dengan definisi mie saat ini tapi memiliki kesamaan bahan dasar. Orang-orang Arab mengadaptasi mie untuk perjalanan panjang di abad kelima.

Tabib Arab abad kesembilan, Isho bar Ali, mendefinisikan itriyya, bahasa Arab yang sama dengan kata Yunani, sebagai bentuk seperti tali yang terbuat dari semolina dan dikeringkan sebelum dimasak. Pada 1154, Muhammad al-Idrisi menulis bahwa itriyya diproduksi dan diekspor dari Sicilia. Itriya juga dikenal oleh penutur bahasa Aram sebagai mie sup kecil yang dibuat dengan adonan yang dipilin dan dipotong lalu dibentuk dan dimasukan ke dalam sup.

Seiring dengan perkembangan zaman, ada legenda yang menyatakan bahwa Marco Polo mengimpor pasta dari Tiongkok. Pasta yang merupakan makanan khas Italia ini dipercaya berasal dari Tiongkok dan merupakan adaptasi dari mie.

Dari sejarah panjangnya, kini mie memiliki berbagai versi dari seluruh dunia. Penyebaran kebudayaan lewat makanan merupakan hal menarik yang patut dipelajari. Dengan mempelajari sejarah kuliner Mandarin, kamu juga bisa lebih memahami kosakata bahasa Mandarin melalui nama-nama makanan.

Menikmati masakan Tionghoa di Pecinan sambil bercakap dengan warga sekitar pun menjadi salah satu cara terbaik untuk belajar bahasa Mandarin. Kamu bisa membahas tentang mie dengan penjual mie di sana dan mungkin saja kamu bisa mendapatkan pengetahuan baru tentang budaya Mandarin. Kursus bahasa Mandarin online di Cakap saja tidak cukup bila kamu tidak rajin berlatih.

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google