Belajar Agama Kepada Sumber yang Tepat, Kenapa Tidak? Oleh KH. Ma’ruf Khozin

Belajar Agama islam

Pada kesempatan kali ini KH. Ma’ruf Khozin akan membahas mengenai, “Belajar Agama Kepada Sumber yang Tepat, Kenapa Tidak?”. Sesungguhnya sanad atau silsilah ilmu dalam agama Islam diturunkan turun-temurun dari guru kepada muridnya. 

Dalam sebuah hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam 

 يَحْمِلُ هَذَا الْعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُلُهُ يَنْفُوْنَ تَحْرِيْفَ الْغَالِيْنَ وَ انْتِحِال الْمُبْطِلِيْنَ وَ تَأْوِيْلَ الْجَاهِلِيْنَ 

Artinya : “Ilmu ini akan dipikul orang-orang yang adil dari setiap generasi. Mereka menolak tahrif orang yang melewati batas, menolak intihaal ahli kebatilan dan ta’wil orang bodoh.” (Hadits riwayat Ibrahim bin Abdirrahman Al ‘Udzri) 

Ilmu mempunyai fungsi yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dengan ilmu manusia menciptakan kebudayaan, lembaga-lembaga sosial dan membangun peradaban. Dengan ilmu, manusia mengatur tata kehidupan dan pola interaksi sesama manusia. 

Hadis berikut menjelaskan sebagian fungsi ilmu:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّھُ قَالَ قَالَ رَ سُولُ َّ ِ صَلَّى َّ ُ عَلَیْھِ وَ سَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَشْرَ اطِ السَّاعَةِ أَنْ یُرْ فَعَ الْعِلْمُ وَ یَظْھَرَ الْجَھْلُ وَ یَ فْشُوَ الزِّ نَا وَ تُشْرَ الْخَمْر …. (رواه الترمذي)

Artinya : “Dari Anas bin Malik, dia berkata: Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya diantara tanda-tanda hari kiamat adalah hilangnya ilmu, merebaknya kebodohan, menyebarnya perzinaan, dan semakin banyak orang minum khamar” (diriwayatkan oleh Turmudzi)

Hadis yang dinilai shahih oleh Imam al-Turmudzi ini menjelaskan bahwa kiamat, kehancuran alam, tidak akan terjadi selama ilmu masih menjadi panduan kehidupan manusia. Sebaliknya, hilangnya ilmu merupakan salah satu syarat akan datangnya hari kehancuran tersebut. Sebab hilangnya ilmu itu akan merembet pada kebodohan manusia, dan kebodohan manusia itu akan

menyebabkan mereka melakukan pelanggaran dan pengrusakan. Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Bukhary dikatakan bahwa hilangnya ilmu akan menyebabkan terjadinya banyak pembunuhan. Semua tindakan negative itu akan mengantarkan pada bencana yang lebih besar yaitu kehancuran alam semesta, atau yang disebut kiamat.

Namun terdapat lima keistimewaan bagi orang yang berilmu yakni : 

  1. Diiringi perjalannya oleh Allah menuju surga Surga adalah kehidupan yang diidentikkan dengan keindahan, kesenangan, kenikmatan, kedamaian, kesejahteraan, kenyamanan dan sebagainya. Orang yang sedang berusaha dengan sungguh-sungguh mencari ilmu dan bersabar serta tabah menghadapi segala kesulitan yang ada, akan dibantu oleh Allah sehingga dia berhasil menikmati buah ilmu itu di dunia maupun akhirat. Bangsa-bangsa yang makmur dan sejahtera adalah bangsa-bangsa yang hidup dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan. 
  2. Diridhoi oleh para malaikat Malaikat selalu memberikan ilham, inspirasi dan bimbingan ke arah yang positif kepada manusia, sebaliknya syaitan selalu membisikan hal-hal jahat dan negative. Dengan ridho dari malaikat, pencari ilmu yang sungguh- sungguh akan cenderung kepada hal-hal yang positif. 
  3. Didoakan oleh makhluk-makhluk yang ada di udara maupun di darat serta yang ada di dalam air. Sering muncul berita di media massa bahwa sekelompok ilmuwan mengemukakan ide untuk melindungi jenis-jenis binatang dan berbagai macam tanaman dari kepunahan. Maka lahirlah undang-undang dan peraturan-peraturan untuk konservasi alam. Ilmuwan pula yang terus mengingatkan bahaya pencemaran udara terhadap lapisan ozon yang pada jangka panjang akan berakibat buruk pada kehidupan bumi. Begitu juga para ilmuwan yang menyelamatkan ikan-ikan besar yang tersesat sehingga terdampar dan sekarat di pantai, lalu para ilmuwan itulah yang berinisiatif membawa mereka kembali ke tengah lautan. Pemikiran untuk menyelamatkan binatang tumbuhan, atau air dan udara tidak lahir dari pengusaha, pedagang atau pemburu yang hanya memikirkan bagaimana mengambil keuntungan dan kesenangan dari semua itu. 
  4. Dinilai lebih utama dibanding ahli ibadah Argument yang paling rasional untuk pernyataan ini adalah bahwa manfaat dari ilmu yang dimiliki seorang alim dirasakan bukan hanya oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh orang banyak. Sedangkan manfaat ibadah seseorang lebih dirasakan oleh dirinya sendiri, meskipun dapat pula member inspirasi pada orang lain. 
  5. Dinyatakan sebagai pewaris para nabi Keberlangsungan ajaran para nabi dijaga oleh para ulama yang secara turun temurun dari generasi ke generasi mengajarkan konsep-konsep akidah, tata cara beribadah, prinsip-prinsip akhlak, dan aturan-aturan bermuamalah yang telah disampaikan para nabi. Karena itulah mereka disebut pewaris nabi. Dan hal itu merupakan kehormatan yang besar.

Ma’ruf Khozin Hambali menjelaskan lebih dalam mengenai, “Belajar Agama Kepada Sumber yang Tepat, Kenapa Tidak?” pada kajian Awadah Dakwah Festival 2020 melalui tayangan video berikut ini.

Belajar Agama Kepada Sumber yang Tepat, Kenapa Tidak?

Oleh KH. Ma’ruf Khozin

Ikuti Awadah Dakwah Festival secara LIVE, pukul 16.00 WIB dan 21.00 WIB setiap hari selama bulan Ramadhan hanya di aplikasi Cakap, sebuah platform belajar bahasa, mulai dari bahasa Inggris, Jepang, Mandarin dan Indonesia.  

Jangan lupa untuk download aplikasi Cakap untuk dapat terus tonton video Awadah Dakwah Festival setiap hari selama bulan Ramadhan 1441 H. Cari tau di sini untuk jadwal lengkap  Awadah Dakwah Festival 2020.

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google