Apa itu Vendor? Ini Fungsi, Jenis & Bedanya dengan Supplier!

vendor-adalah

Setelah sebelumnya pernah berkenalan dengan apa itu stakeholder, sekarang kami akan mengajakmu lebih mengenal apa itu vendor. Vendor adalah nama lain dari penjual atau produsen. Istilah ini kian dikenal dalam dunia bisnis dan kerap digunakan untuk menyebut sang penyedia bahan, baik perorangan, maupun perusahaan. Perannya dalam dunia bisnis sangat penting tentunya, salah satu guna utamanya adalah memenuhi kebutuhan bahan baku produksi untuk konsumen. 

Nah, kamu sendiri sudah berapa kenal sih dengan istilah yang satu ini? Atau mungkin kamu pernah terlibat langsung dengan vendor dalam suatu project sebelumnya? Untuk kamu yang belum atau bahkan sudah mengenal istilah vendor, yuk gali lebih luas lagi tentang apa itu vendor, tugas-tugasnya, dan perbedaan khasnya dengan supplier!

Apa Itu Vendor?

apa-itu-vendor
Photo from Unsplash

Kata vendor dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai orang yang menjual rumah, tanah, dsb; penjual. Secara lebih dalam, pengertian vendor adalah pihak penyedia bahan baku atau setengah jadi bagi pihak perusahaan/bisnis lain. 

Istilah vendor pastinya sudah tidak asing lagi, terutama bagi para pemilik bisnis berskala besar. Karena biasanya mereka pasti memiliki daftar vendor-vendor pemasok bahan bagi bisnisnya.

Untuk lebih memahami apa itu vendor, perhatikan contoh kasus berikut ini: 

Perusahaan A merupakan perusahaan yang memproduksi TV. Untuk memenuhi kebutuhannya, perusahaan  A tentu memerlukan macam-macam komponen atau rangkaian yang digunakan untuk membuat televisi, seperti AGC. Maka, perusahaan A akan membutuhkan perusahaan lain yang membuat atau menyediakan AGC. Perusahaan pembuat AGC itulah yang disebut vendor bagi perusahaan A.

Peran dan Tanggung Jawab Vendor

peran-vendor
Photo from Freepik

Apa saja sih yang menjadi tugas dan tanggung jawab dari pihak vendor? Selain menyediakan barang atau bahan sebagai tugas dan fungsi utama vendor, berikut ada beberapa peran dan tanggung jawab lainnya yang diemban oleh para vendor:

  • Membantu memenuhi kebutuhan konsumen/pemesan.
  • Mengerjakan semua permintaan pihak perusahaan pemesan sesuai dengan kesepakatan yang sudah dituliskan di awal.
  • Memastikan bahwa barang yang akan diterima pemesan merupakan barang yang bermutu dan berkualitas tinggi.
  • Menjadwalkan pengiriman barang sesuai dengan waktu yang ditetapkan (tepat waktu).
  • Menyediakan bahan baku dengan harga terbaik dan terjangkau sesuai dengan harga yang bersaing di pasaran.
  • Melayani konsumen dengan sepenuh hati.

Jenis-Jenis Vendor

jenis-jenis-vendor
Photo from Unsplash

Secara umum, vendor dibagi menjadi dua jenis besar, yaitu vendor penyedia barang dan vendor penyedia jasa. Vendor penyedia barang sendiri biasanya merupakan produsen yang menyiapkan bahan atau barang baku sebagai pendukung produksi bagi perusahaan lain. Sedangkan vendor penyedia jasa merupakan pihak yang menyediakan layanan atau keahlian bagi pihak/perusahaan lain.

Selain yang dijelaskan di atas, vendor juga memiliki jenis lain yang dibedakan dari penerima produk/bahan, yaitu vendor B2C, B2G, dan B2B. kira-kira apa maksudnya, ya? Simak penjelasan di bawah, yuk!

Vendor B2C

Vendor B2C adalah vendor yang menyediakan bahan atau produk langsung kepada konsumen. B2C sendiri merupakan singkatan dari Business to Customer. Maka tak heran jika vendor ini langsung menyuplai produk pada pengguna akhir.

Vendor B2G

Selanjutnya ada vendor B2G (Business to Government). Sesuai seperti namanya, vendor jenis ini menjual produk atau barang langsung kepada pihak pemerintah. Salah satu contoh vendor B2G adalah vendor-vendor penyedia atau penjual produk dan komponen kelengkapan ke lembaga resmi di bawah naungan pemerintah, seperti Angkatan Darat, Angkatan laut, dll.

Vendor B2B

Vendor B2B atau Business to Business adalah vendor yang menyediakan atau menjual barang kepada vendor lain. Artinya, jenis vendor ini melakukan penjualan atau transaksi bisnis antara sesama pelaku bisnis.

Perbedaan Vendor dan Supplier

perbedaan-vendor-dan-supplier
Photo from Unsplash

Kamu pasti bertanya-tanya, apa sih hal yang menjadi beda dari vendor dan supplier? Perbedaan keduanya dapat dilihat dari beberapa aspek, sperti pengertian, fungsi, dan tujuannya. Perhatikan penjelasan berikut.

Dari segi pengertian, vendor adalah pihak penyedia barang atau bahan secara langsung kepada konsumen. Sedangkan supplier merupakan pihak yang menyediakan barang dari perusahaan ke vendor. Agar lebih jelas, perhatikan rantai pasokan berikut: 

Supplier > Produsen > Distributor > Vendor > Konsumen

Lalu, jika dilihat dari segi fungsi, vendor berfungsi sebagai penyedia barang atau jasa yang tidak dimiliki oleh perusahaan. Sedangkan supplier merupakan pemasok atau penyedia sumber utama.

Selain pengertian dan fungsinya yang berbeda, tujuan dari keduanya juga berbeda. Vendor bertujuan untuk menjual barang atau bahannya kepada konsumen terakhir. Sedangkan supplier bertujuan untuk menjual barangnya kepada perusahaan yang nantinya akan dijual kembali oleh perusahaan tersebut.

Tips Memilih Vendor yang Sesuai

tips-memilih-vendor
Photo from Unsplash

Buat kamu yang belum memiliki pengalaman kerja sama dengan vendor. Berikut ada beberapa tips penting yang harus kamu perhatikan agar kamu tidak salah memilih vendor pertamamu.

Lihat Kualitas Barang yang Disediakan

Hal pertama yang harus kamu perhatikan saat akan memilih vendor adalah kualitas produk yang disediakan. Apakah produk yang kamu inginkan sudah sesuai, baik dari segi kualitas, maupun ketersediaan barang.

Apakah Harganya Sudah Sesuai?

Sebelum kamu memilih vendor, pastikan kamu sudah melakukan riset harga seputar barang atau produk yang kamu inginkan. Jangan sampai kamu terjebak dengan harga yang lebih mahal dari harga pasar.

Periksa Referensi atau Testimoni

Tips selanjutnya dalam memilih vendor adalah memeriksa referensi. Pastikan kamu meminta pihak vendor memberikan referensi yang kamu perlukan, ya! Bila perlu kamu juga bisa cari testimoni para pihak yang pernah menggunakan jasa vendor tersebut.

Minta Rekomendasi dari Temanmu yang Berpengalaman

Last but not least adalah meminta rekomendasi dari temanmu. Jika kamu memiliki teman atau rekan yang sudah memiliki pengalaman bekerja sama dengan banyak vendor, jangan sungkan untuk meminta rekomendasi vendor yang paling cocok untukmu atau perusahaanmu.

Itu dia penjelasan lengkap seputar vendor. Kalau kamu ingin membaca artikel lainnya seputar skill, profesi, dan tips-tips menarik, pantengin terus ya blog Cakap edisi weekend!

Baca Juga:

Lely
Saya adalah pencinta sastra dan gemar menyelami tulisan-tulisan lama. Saya percaya bahwa “Menulis, menciptakan ide/gagasan, dan berbagi pengetahuan adalah cara untuk tetap ada dalam pusaran sejarah”.