Apa itu Stakeholder? Ini Arti, Peran dan Contoh tiap Jenisnya

stakeholder adalah
Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Dalam dunia bisnis dan perusahaan, istilah stakeholder adalah hal yang sangat sering digunakan dan mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Meski demikian, tidak sedikit yang sebenarnya belum benar-benar memahami apa itu stakeholder, terutama kamu yang baru akan memasuki dunia kerja. 

Selain stakeholder, ada pula istilah lainnya yang terdengar mirip dan membuat bertanya-tanya apakah keduanya berbeda, yaitu shareholder. Biar makin ngerti, kali ini kita bahas seluk-beluk seputar stakeholder, yuk! Baca sampai selesai, ya!

Apa Itu Stakeholder? 

apa itu stakeholder

 

Photo by fauxels from Pexels

Dalam dunia Management, ada yang disebut Teori Stakeholder yang dikemukakan pertama kali oleh E. Edward Freeman pada tahun 1984. Secara umum, teori ini mengatakan bahwa perusahaan tidak hanya beroperasi untuk kepentingan sendiri, namun juga memberikan manfaat kepada para stakeholder-nya. 

Nah, stakeholder sendiri adalah pihak-pihak yang mempengaruhi atau dipengaruhi oleh kegiatan bisnis yang sedang berlangsung. Dengan kata lain, mereka merupakan pihak-pihak yang memiliki kepentingan dari sebuah bisnis atau perusahaan. 

Sebagai pihak yang memiliki kepentingan dan juga mempengaruhi maupun dipengaruhi oleh kegiatan bisnis, peran stakeholder yaitu: 

  1. Penyedia modal dan pengawas
  2. Menjalankan bisnis dan operasional 
  3. Pengguna produk atau jasa yang ditawarkan
  4. Penentu keputusan dan kebijakan bisnis
  5. Pendukung kegiatan operasional perusahaan.

Stakeholder Internal dan Eksternal

stakeholder internal dan eksternal

 

Photo by Christina Morillo from Pexels

Dalam menjalankan perannya dalam sebuah perusahaan, stakeholder dibagi menjadi dua jenis, yaitu stakeholder internal dan stakeholder eksternal. 

Stakeholder internal merupakan pihak-pihak yang secara langsung terlibat dengan bisnis perusahaan. Contoh stakeholder internal adalah pemilik (owner), pemegang saham perusahaan, serta karyawan perusahaan. 

Semetara stakeholder eksternal adalah pihak-pihak yang tidak secara langsung menggerakkan bisnis perusahaan, namun mempengaruhi tujuan dan kebijakan bisnis yang diambil. Contohnya adalah pelanggan, vendor, kompetitor, pemerintah, serta masyarakat secara keseluruhan. 

Perlu diketahui, secara umum stakeholder internal dan eksternal akan berbeda-beda tergantung organisasi dan tujuannya. Stakeholder perusahaan akar berbeda dengan stakeholder sekolah atau penyedia pelayanan publik.  

Pada sebuah sekolah misalnya, stakeholder internalnya dapat terdiri dari kepala sekolah, guru, karyawan sekolah. Sementara stakeholder eksternalnya mungkin Pemerintah (Kementerian Pendidikan) murid, dan orang tua murid. 

Pada badan penyedia pelayanan publik, stakeholder internalnya adalah pemerintah dan pegawai instansi atau badan terkait. Sementara stakeholder eksternalnya adalah masyarakat secara umum sebagai penerima layanan. 

Temukan Bakat Terpendammu dan Kembangkan Bersama Cakap Upskill

Perbedaan Stakeholder dan Shareholder

perbedaan stakeholder dan shareholder
Photo by Edmond Dantès from Pexels

Meskipun istilahnya terdengar mirip, sebenarnya ada sedikit perbedaan antara stakeholder dan shareholder atau yang disebut juga dengan stockholder.

  • Shareholder/stockholder adalah pihak yang memiliki saham dalam sebuah bisnis atau perusahaan. Sementara stakeholder adalah pihak bisa jadi memiliki kepentingan finansial yang sama maupun tidak. 
  • Shareholder/stockholder adalah salah satu stakeholder dengan kepentingan keuangan. Jika sebuah pihak adalah shareholder/stockholder dalam sebuah perusahaan, maka ia juga termasuk stakeholder. Hal ini belum tentu berlaku sebaliknya. 
  • Shareholder/stockholder dipengaruhi secara langsung oleh kegiatan bisnis yang dijalankan, termasuk untung dan rugi. Sementara stakeholder ada yang terpengaruh secara langsung dan pula yang tidak. 
  • Shareholder/stockholder tidak bertanggung jawab langsung terhadap bagaimana menjalankan bisnis perusahaan. Sementara stakeholder ada yang secara langsung bertanggung jawab untuk kegiatan bisnis dan apa yang terjadi di perusahaan. 
  • Shareholder/stockholder memiliki sebagian dari perusahaan, sementara tidak semua stakeholder mempunyai kepemilikan perusahaan. 

Stakeholder Management 

stakeholder management
Photo by Tima Miroshnichenko from Pexels

Stakeholder Management adalah sebuah proses yang memungkinkan kamu mengatur, memonitor, dan meningkatkan hubungan dengan stakeholder. Termasuk di sini bagaimana mengetahui dan menganalisis kebutuhan dan ekspektasi stakeholder serta merencanakan dan menerapkan pekerjaan yang terkait dengan mereka. 

Untuk mengelola stakeholder, setidaknya ada lima tahapan yang sebaiknya dilakukan, yaitu: 

  1. Identifikasi: mencari tahu pihak mana saja yang merupakan stakeholder dari sebuah perusahaan atau project yang berjalan. 
  2. Analisis: mencari tahu sentimen, pengaruh, dampak, ketertarikan, kekhawatiran, serta ekspektasi dari para stakeholder.
  3. Rencana: membuat rencana tentang bagaimana kamu akan terlibat dengan para stakeholder, berkomunikasi dengan mereka, dan input yang dibutuhkan dari mereka. 
  4. Komunikasi, Masukan, dan Partisipasi: secara aktif terlibat dengan para stakeholder, mulai dari komunikasi, menerima masukan, dan  mengajak mereka berpartisipasi. 
  5. Analisa dan Refleksi: eksekusi masukan dan tetap menginformasikan proses kepada stakeholder sembari melakukan refleksi terhadap keberhasilan rencana komunikasi. 

Nah, demikianlah pembahasan mengenai stakeholder mulai dari pengertian, jenis, perbedaannya dengan shareholder, serta sekilas tentang stakeholder management. Semoga memberi gambaran mengenai stakeholder secara umum sebelum memasuki dunia kerja, ya! 

Bagi kamu yang ingin menambah pengetahuan dan juga skill baru dalam berbagai bidang pekerjaan, kamu bisa ambil kursus di Cakap Upskill, lho! Persiapkan dirimu agar semakin mantap memasuki dunia kerja bersama Cakap Upskill. Yuk, daftar! #SiapaCakapDiaDapat

Baca juga: 

Hilda
Lulusan Sastra Jepang dengan 4 tahun pengalaman menulis kreatif, terutama di bidang edukasi. Senang mencari tahu dan menjelaskannya kembali lewat tulisan.