Cakap, Top Choice Learning Platform.   Download Cakap  
Cakap, Top Choice Learning Platform

Cerita Rafael: Semakin Percaya Diri Bicara Bahasa Inggris

Banyak orang tua ingin anaknya bisa menguasai bahasa asing sejak kecil, apalagi bahasa Inggris saat ini sudah jadi bagian penting dari literasi modern. Hal itu juga dirasakan Rini Dian Lestari, ibu dari Rafael, siswa kelas 1 SMP berusia 12 tahun. Menurut Rini, bahasa Inggris bukan lagi sekadar pelajaran di sekolah, tapi juga hadir sehari-hari lewat buku, tontonan, sampai konten digital yang sering anak-anak akses. Karena itu, ia ingin Rafael lebih siap menghadapi tantangan ke depan. 

“Kalau saya sih pengennya nanti dia, karena banyak literasi buku juga sekarang pakai Bahasa Inggris, saya pengennya dia bisa baca, kemudian ngomong pakai Bahasa Inggris lebih baik,” jelas Rini.

Dengan alasan itu, akhirnya Rini memilih Cakap Kids Academy, program belajar bahasa Inggris online yang memang dirancang khusus untuk anak-anak. Penasaran dengan kisahnya? Yuk, simak ceritanya!

Dari Anak Pendiam Jadi Lebih Berani

Sejak kecil, Rafael dikenal sebagai anak yang pendiam. Ia cenderung introvert, sehingga sering kurang percaya diri ketika harus mengungkapkan pendapat. Namun, perubahan mulai terlihat setelah ia mengikuti kelas di Cakap.

“Basically, anak saya itu orang yang pendiam. Karena ada introvert lah, agak kurang berani untuk membuka pendapat. Dengan Rafael yang introvert, bisa berubah dia berani membuka pendapat,” cerita Rini.

Hal yang membuatnya semakin kagum, Rafael kini juga berani berbicara dalam bahasa Inggris. “Bahkan dalam Bahasa Inggris pun dia oke aja untuk membuka pendapatnya. Dan saya lihat pun pengajarnya sangat lumayan menyenangkan. Sehingga anak-anak kami pun sangat antusias untuk ikut Cakap,” tambahnya.

Belajar yang Seru dengan Game dan Kuis

Bagi Rafael sendiri, pengalaman belajar di Cakap terasa sangat berbeda dari pelajaran bahasa Inggris di sekolah. Suasana kelas yang penuh permainan membuatnya selalu bersemangat.

“Saya merasa penggemar belajar Bahasa Inggris di Cakap itu cukup menyenangkan dan seru. Saya selalu merasa semangat dan happy kalau sedang belajar Bahasa Inggris di Cakap,” kata Rafael dengan wajah antusias.

Menurutnya, kegiatan belajar tidak terasa membosankan karena banyak aktivitas interaktif. “Itu karena ada game dan quiz yang seru saat belajar Bahasa Inggris di Cakap,” jelasnya.

Lebih dari itu, metode ini ternyata membuatnya lebih mudah memahami bahasa Inggris ketika digunakan dalam kesehariannya. “Selain itu, saya lebih mudah menggemari saat mendengarkan orang lain berbicara dalam Bahasa Inggris. Saat nonton Youtube dan main game,” tambah Rafael.

Peran Guru dalam Membuat Anak Betah

Selain metode belajar yang interaktif, kualitas pengajar juga menjadi faktor penting. Rini mengakui bahwa guru-guru di Cakap mampu membangun suasana belajar yang ramah dan menyenangkan.

“Saya lihat pun pengajarnya lumayan menyenangkan, sehingga anak-anak kami sangat antusias untuk ikut [Cakap Kids Academy],” tuturnya.

Bagi anak yang pendiam seperti Rafael, suasana yang hangat ini sangat membantu untuk membangun rasa percaya diri.

Mau Si Kecil Cepat Fasih Bahasa Inggris?

Jadi Percaya Diri Berbahasa Inggris

Perjalanan Rafael di Cakap Kids Academy menunjukkan hasil yang nyata. Dari anak yang dulu enggan berbicara, kini ia lebih percaya diri, bahkan dalam bahasa Inggris.

“Dan pasnya, saya jadi lebih percaya diri dalam berbicara dengan orang lain dalam Bahasa Inggris,” ungkap Rafael.

Perubahan ini membuat Rini semakin yakin untuk melanjutkan kelas Rafael di Cakap. “Sampai sekarang pun, emang mau stop atau lanjut lagi? Lanjut aja, mih. Enak kok,” katanya sambil tersenyum.

Belajar Jadi Menyenangkan dan Bermakna 

Bagi Rafael, belajar bahasa Inggris kini bukan lagi sekedar kewajiban, tapi kegiatan yang menyenangkan. Dengan dukungan guru yang ramah, metode interaktif penuh game dan kuis, serta fleksibilitas jadwal yang memudahkan keluarga, Cakap Kids Academy berhasil membantu Rafael tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri.

Regia Andi
Regia is a calculated risk-taker, digital marketer, and a self taught multimedia designer hobo. Her works lay in CRM, retention marketing, email marketing, and content creator. She also loved talking about herself in third person.