5 Hal yang Harus Dilakukan di Masa Golden Age pada Anak Usia Dini

golden-age-anak

Anak memiliki 6 tahap perkembangan dalam masa pertumbuhannya. Urutan perkembangan anak biasanya dihitung dari mereka lahir, usia 0 bulan sampai mereka berusia 18 tahun (usia-usia remaja menuju fase dewasa). Dari tahapan-tahapan perkembangan anak, ada tahapan yang dikenal dengan nama “golden age” atau masa emas. Golden age pada anak terletak pada rentang umur 0-5 tahun. Di masa-masa ini ada banyak hal yang harus dilakukan para orang tua.  Apa saja ya kira-kira?

Pada rentang usia 0-5 tahun, anak dapat menyerap banyak hal. Salah satu contohnya adalah “perilaku dan kebiasaan”. Perilaku dan kebiasaan anak yang ditampilkan pada masa golden age akan terbawa sampai mereka dewasa. Maka dari itu, masa golden age anak tidak boleh dilewatkan begitu saja. Ada setidaknya 5 hal yang harus Moms & Dads lakukan saat anak berada di masa golden age. Apa saja ya kira-kira? Let’s pay attention and read the following article!

Latih Motorik Anak

masa-goleden-age-pada-anak-usia-dini
Photo from Pexels

Parents, terdapat dua jenis motorik yang harus dilatih di masa golden age anak, yaitu motorik halus dan motorik kasar. Keduanya sangat penting untuk dilatih. Melatih motorik halus akan berpengaruh pada daya cipta dan kreativitas anak. Hal ini juga berhubungan dengan keterampilan tangan dan kemampuan menulis. Parents dapat melatih motorik halus pada anak melalui aktivitas sederhana, seperti menggambar, menulis, melipat kertas, dan banyak hal lainnya.

Sedangkan untuk melatih motorik kasar, parents bisa mengarahkan anak pada kegiatan olahraga ringan. Melatih motorik kasar dapat bermanfaat bagi sistem kinerja otot agar semakin kuat.

Kenali dan Kembangkan Potensi Anak

masa-goleden-age-pada-anak
Photo from Pexels

Sebagai orang terdekat yang berada di sekitar anak pada masa golden age-nya, orang tua pasti mengerti kecenderungan/potensi anak. Kenali lebih dalam tentang ketertarikan anak-anak dan arahkan mereka untuk terus mengembangkan potensinya. Di masa golden age anak, orang tua perlu mendukung penuh potensi mereka.

Jika anak tertarik pada alat musik dan gemar bernyanyi, maka para orang tua bisa mengarahkan anak untuk belajar alat musik dan mengenalkan lagu-lagu anak. Jika anak tertarik di bidang seni menggambar, orang tua harus bisa membaca arah potensinya dan bila perlu sediakan alat-alat gambar yang lengkap.

Latih Kemampuan Kognitif Anak

masa-goleden-age-anak
Photo from Unsplash

Selain memperhatikan perkembangan motorik halus dan motorik kasar, di masa golden age anak, parents juga wajib mengawasi perkembangan kognitifnya. Perkembangan kognitif ini berhubungan dengan proses memperoleh pengetahuan.

Untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak, parents bisa mengajak mereka ke tempat-tempat, seperti pantai, kebun binatang, taman bermain, museum, dll. Lalu, jangan lupa ajak mereka untuk menceritakan ulang tentang kegiatan yang telah ia lalui. Kemampuan kognitif ini sangat penting untuk membantu proses anak berpikir logis.

Memahami Gangguan pada Tumbuh Kembang Anak

golden-age-anak-usia-berapa
Photo from Pexels

Semua orang tua pasti mengharapkan agar anak-anak melalui proses perkembangannya dengan baik. Namun, harapan tersebut jangan sampai membuat parents lengah. Parents harus tetap waspada dan mengawasi tumbuh kembang anak. Jika menemukan hal-hal yang berpotensi menjadi gangguan tumbuh kembang anak ke depannya, maka parents bisa mencari solusi dengan berkonsultasi kepada ahli.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

golden-age-pada-anak-usia-dini
Photo from Pexels

Ada banyak sekolah PAUD atau TK yang bisa parents pilih agar anak-anak bisa mendapat pengetahuan dan pembelajaran lebih di masa golden age. Jenjang pendidikan yang sangat dasar ini akan sangat bermanfaat bagi anak. Di sana anak akan belajar membaca, menulis, dan berinteraksi dengan teman sebayanya.

So, Moms & Dads, itu dia 5 hal penting yang sebaiknya jangan sampai dilewatkan di masa golden age anak. Mengapa demikian? Karena masa golden age hanya terjadi sekali seumur hidup, jadi manfaatkan masa tersebut dengan sebaik mungkin!

Baca Juga: