Metode Pembelajaran Berbasis STEAM untuk Anak Usia Dini

metode pembelajaran steam

STEAM? Apa itu STEAM? Singkatan ini mungkin tidak terdengar familiar bagi banyak orang. Namun, jika kamu mengetahui apa saja yang mengisi setiap huruf-huruf pada singkatan tersebut, kamu pasti tidak lagi merasa asing. Lantas apa itu metode STEAM? Bagaimana menerapkan metode belajar berbasis STEAM pada anak-anak? Temukan jawaban lengkapnya dalam artikel berikut!

Apa Itu STEAM

metode pembelajaran steam
Photo from Freepik

STEAM adalah singkatan yang menggabungkan beberapa pelajaran penting yang harus dipelajari oleh anak, yaitu Science (sains), Technology (teknologi), Engineering (teknik), Art (seni), dan Mathematics (matematika). STEAM sendiri merupakan pendekatan pembelajaran terpadu yang bertujuan untuk memperluas pola pikir siswa/murid tentang masalah yang ada di dunia nyata. Konsep keterkaitan STEAM dilakukan melalui pembelajaran tematik integratif yang menggunakan kurikulum berbasis permainan.

Beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam metode pembelajaran STEAM adalah memastikan bahwa lingkungan pembelajaran berjalan kolaboratif dan process based learning. Selain itu, harus juga memperhatikan kombinasi antara penilaian, rencana belajar, dan standar pembelajaran.

Mengenal Metode STEAM bagi Anak

metode pembelajaran steam
Photo from Freepik

Jika metode belajar STEAM tersebut diterapkan pada anak usia dini, kira-kira apa saja yang bisa menjadi muatan di setiap mata pelajarannya ya? Let’s check it out!

Science

Science atau yang akrab dikenal dengan sains ini erat kaitannya dengan pengamatan, penemuan, dan pengidentifikasian. Metode pembelajaran STEAM yang pertama ini akan membantu anak mengeksplorasi ide-ide baru yang tentunya diikuti dengan penjelasan dan bukti, hal tersebut akan membantu anak-anak lebih kritis dalam berpikir dan menggabungkan sebuah rangkaian sebab akibat. Dengan begitu, mereka juga akan mengetahui tentang dunia dan cara kerjanya.

Technology

Teknologi, di zaman yang serba canggih ini, teknologi bisa dengan sangat mudah ditemukan di dekat anak, seperti gadget, komputer, dll. Teknologi dapat dikenalkan pada anak secara bertahap, mulai dari teknologi yang sederhana terlebih dahulu. Perhatikan penggunaan teknologi pada anak agar mereka dan menggunakan dan mengembangkannya dengan baik sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Engineering

Metode pembelajaran STEAM yang ketiga adalah engineering. Engineering berkaitan dengan metode dan sistem mengerjakan sesuatu. Secara sederhana, para orang tua bisa mulai mengenalkan engineering melalui permainan yang selalu dimainkan anak, seperti mobil-mobilan atau lego. Ajari mereka untuk menyusun rangkain permainan tersebut dengan mandiri.

Art

Art atau seni! Tahukan Moms and Dads bahwa belajar seni ada banyak manfaatnya, lho. Lewat seni anak dapat bermain sambil melatih kebebasan imajinasi dan kreativitas yang dituangkan dalam sebuah karya.

Mathematic

Dan yang terakhir dari metode pembelajaran STEAM adalah matematika. Moms and Dads bisa mulai mengenalkan konsep matematika dari besaran (jumlah mana yang lebih banyak atau yang lebih sedikit), ruang, sudut, pola, bilangan, dan seterusnya.

Tips Belajar Berbasis STEAM

metode pembelajaran steam
Photo from Pixabay

Agar metode pembelajaran STEAM berjalan dengan efektif dan maksimal, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan nih, Moms. Yang pertama, gunakanlah alat pendukung/penunjang belajar yang variatif dan beragam sehingga anak tidak bosan dan tidak hanya terpaku dalam alat yang sama. Tips yang kedua adalah menerapkan metode pembelajaran STEAM dengan cara belajar sambil bermain, dengan begitu anak akan lebih semangat dan tertarik.

Gimana Moms and Dads, sudah makin pahamkan tentang STEAM dan metode pembelajarannya? Tugas Moms and Dads selanjutnya adalah memastikan bahwa metode pembelajaran STEAM dapat tersampaikan kepada anak dengan baik.

Nah, buat Moms and Dads yang ingin membantu anak lebih aktif lagi, bisa banget loh daftarkan si Kecil untuk mengikuti Cakap After School. Di sana anak bisa belajar coding, eksperimen sains, dan seni. Sebelum join Cakap After School, pastikan Moms and Dads sudah mendaftarkan si Kecil di Cakap Kids terlebih dahulu, ya.

Baca Juga:

Lely
Saya adalah pencinta sastra dan gemar menyelami tulisan-tulisan lama. Saya percaya bahwa “Menulis, menciptakan ide/gagasan, dan berbagi pengetahuan adalah cara untuk tetap ada dalam pusaran sejarah”.