Bagaimana Cara Mengembangkan Kreativitas Anak? Simak Tipsnya

Mengembangkan Kreativitas Anak

Banyak orang berpikir kreativitas merupakan sesuatu yang dimiliki anak sejak lahir. Namun sebenarnya, kreativitas merupakan suatu kemampuan yang dapat dikembangkan. Tiap anak sebenarnya memiliki jiwa kreatif dan inovatif.

Anda pasti pernah dengar ungkapan seperti “think like a child”. Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang mendorong kreativitas bisa jadi lebih percaya diri dan punya social skill yang baik lho. Gak cuma itu, kreativitas ini merupakan salah satu skill penting yang banyak dicari perusahaan.

Dengan mengembangkan kreativitas anak, artinya Anda juga mempersiapkan anak Anda untuk masa depannya. Lalu bagaimana kita sebagai orang tua seharusnya mendidik anak kita agar tumbuh kreatif?

Jawab pertanyaan dengan pertanyaan

Jawab pertanyaan dengan pertanyaan source: giphy.com

Kebanyakan anak sering mengajukan beragam pertanyaan. Kadang sebagai orang tua, kita asal memberikan jawaban langsung atau bahkan menyuruh anak diam saat ia terlalu banyak bertanya.

Menjawab pertanyaan anak dengan jawaban langsung tidak salah kok. Namun, Anda bisa coba balik bertanya kepada anak Anda. Misalnya saat menonton tv, anak Anda bertanya, “Apa arti dari kata sleigh?” saat sedang menonton Frozen. Coba tanyakan balik kepadanya: “Menurutmu artinya apa?”

Kemungkinan, anak Anda sudah memiliki gambaran atau tebakan mengenai arti kata ‘sleigh’ lewat konteks film tersebut dan sekadar butuh konfirmasi. Dengan balik bertanya pada anak, Anda sedang melatih kemampuan mengumpulkan informasi dan creative problem solving mereka.

Ajak anak untuk bersama temukan jawaban

Ajak anak untuk bersama temukan jawaban source: giphy.com

Semakin anak Anda tumbuh dewasa, semakin banyak pertanyaan dari mereka yang tidak bisa Anda jawab. Alih-alih menjawab mereka dengan “Ayah/Ibu tidak tahu”, Anda bisa mengajak anak Anda untuk mencari jawaban bersama Anda.

Bisa dengan mencarinya di internet, bisa dengan mengajak anak pergi ke perpustakaan, atau cara-cara lainnya. Dengan demikian, Anda juga mengajarkan anak Anda untuk bisa memanfaatkan berbagai sumber yang ada.

Ciptakan suasana yang terbuka dan kreatif

Ciptakan suasana yang terbuka dan kreatif source: giphy.com

Libatkan anak dalam membuat keputusan. Tanyakan pendapat anak Anda anak minta mereka untuk mengajukan beberapa ide. Hindari terlalu cepat mengevaluasi ide-ide mereka.

Misalnya, Anda sedang berpikir mengenai kegiatan yang akan Anda lakukan di minggu depan. Ajak anak Anda untuk ikut memberi saran mengenai tempat yang bisa dikunjungi atau aktivitas yang bisa dilakukan.

Cara Hadapi kegagalan

Cara Hadapi kegagalan source: giphy.com

Apa yang Anda katakan atau lakukan saat anak Anda gagal, misalnya saat kalah lomba lari? “Mungkin lari bukan keahlianmu”, “Dia aja bisa masa kamu gak bisa?”, atau “Gak masalah. Ayah/Ibu tetap sayang kamu apa adanya.”?

Sayangnya, ketiga bisa membuat anak Anda hilang motivasi untuk kembali ikut lomba lari atau bahkan lomba-lomba lainnya. Lalu apa yang seharusnya dilakukan? Anda bisa menjawab: “Kami bangga sama kamu sudah berani ikut lomba dan berusaha keras.”

Saat anak Anda merasa sedih, jangan langsung mengatakan bahwa lomba tersebut tidak penting. Anda bisa menanyakan padanya: “Menurutmu apa yang bisa diperbaiki?” Dengan menanyakan ini, Anda mengajak anak Anda untuk menganalisis masalah yang ia hadapi.

Ajukan pertanyaan “mengapa?”

Ajukan pertanyaan “mengapa?” source: giphy.com

Saat anak Anda melakukan kesalahan, jangan langsung menegur atau memperbaikinya. Alih-alih membahas kesalahan mereka, coba tanyakan “Mengapa kamu melakukan hal tersebut?”

Misalnya anak Anda bermain-main dengan makanannya. Jangan langsung memarahinya. Coba tanyakan padanya, misalnya “apakah menurutmu perilaku tersebut perilaku yang benar untuk makan?”. Jika ia menjawab “ya” tanyakan mengapa, dan jika ia menjawab “tidak”, tanyakan mengapa ia masih melakukannya walaupun tahu itu salah.

Cara ini mengajakan anak Anda untuk mempertanyakan berbagai hal, yang penting untuk mengembangkan kreativitas.

Ajak anak memperbaiki perabotan rumah

Ajak anak memperbaiki perabotan rumah source: giphy.com

Saat Anda akan memperbaiki perabotan rumah, coba untuk ajak anak Anda ikut membantu. Biasanya, dalam memperbaiki sesuatu, Anda perlu mencoba beberapa kali sampai barang tersebut kembali berfungsi dengan benar.

Ini mendorong anak untuk memikirkan berbagai cara dan alternatif dalam memecahkan suatu masalah. Selain itu, hal ini juga secara tidak langsung mengajarkan anak Anda bahwa gagal itu wajar dan kita selalu bisa belajar dari kegagalan. Tapi tetap hati-hati dan selalu awasi anak Anda saat menggunakan berbagai perkakas ya.

Berikan anak kebebasan

Berikan anak kebebasan source: giphy.com

Jangan terlalu mengatur atau menjaga anak Anda. Biarkan mereka berpikir dan mengekspresikan diri mereka secara bebas tanpa terlalu banyak larangan. Misalnya, alih-alih melarang mereka untuk menggunakan gunting, ajarkan mereka cara menggunakan gunting yang benar.

Berikan mereka waktu bebas untuk bersenang-senang. Mungkin anak Anda memiliki les atau kegiatan usai pulang sekolah, tapi jangan lupa untuk tetap memberikan waktu bebas sehingga anak Anda bisa melakukan hobinya, bermain, dan mencari berbagai cara kreatif untuk bersenang-senang di waktu bebasnya.

Agar waktu anak Anda tidak habis di jalan saat ke tempat les, Anda bisa mendaftarkan anak Anda belajar bahasa Inggris di Cakap Kids. Dengan materi yang dibuat khusus anak-anak, belajar jadi seru dan tidak membosankan! Kapan lagi bisa lath si kecil berbahasa Inggris sejak dini dengan kurikulum cambridge.

Yuk coba kelasnya dengan klik banner dibawah ini. Cuma IDR 24.950/Sesi lho.

Belajar Bahasa Inggris Anak

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google