Parents, Ini Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Membentak

Menjadi orang tua itu susah-susah gampang. Ada momen dimana kita sangat menikmati waktu bersama dengan anak, ada momen dimana anak membuat kita merasa kesal. Terlebih lagi jika anak tidak mau menuruti nasihat yang diberikan.

Sebagai orang tua, sudah menjadi kewajiban kita untuk mengajarkan anak kita cara bersikap yang baik dan benar, salah satunya dengan mendisiplinkan anak saat ia berbuat salah. Namun, dalam mendisiplinkan anak kita seringkali terbawa emosi dan akhirnya membentak atau bahkan memukul anak kita.

Memukul anak sangat tidak direkomendasikan sebagai metode mendisiplinkan anak, karena efeknya hanya jangka pendek dan dapat mengakibatkan trauma. Bahkan ada penelitian yang mengatakan bahwa anak-anak yang sering dipukul bisa memiliki IQ yang lebih rendah.

Lalu bagaimana cara mendisiplinkan anak tanpa perlu membentak atau memukul? Berikut 9 caranya.

Metode show and tell

Metode show and tell source: giphy.com

Perhatikan tindakan dan perkataan Anda, terutama saat berada di sekitar anak. Anak sangat mudah dan cepat meniru apa yang ia lihat dan dengar. Jika Anda sedang merasa lelah atau bad mood, coba ambil waktu sejenak untuk menenangkan diri.

Metode ini juga bisa Anda lakukan saat anak Anda melakukan kesalahan. Tunjukkan pada mereka bagaimana cara melakukan sesuatu dengan benar atau cara memperbaiki kesalahan yang telah mereka buat sambil memberikan penjelasan. Tentunya jangan sambil membentak ya. Beri mereka nasihat dengan tenang dan perlahan.

Tetapkan batasan yang konsisten

Tetapkan batasan yang konsisten source: giphy.com

Tentukan aturan-aturan saja yang perlu diikuti anak Anda. Buat aturan-aturan ayng jelas dan konsisten sehingga anak tidak kebingungan saat mengikutinya. Konsisten dalam artian ‘tidak berarti tidak’ sehingga anak tahu aturan yang Anda buat tidak mudah digoyahkan.

Artinya Anda harus benar-benar memikirkan tiap aturan yang Anda buat. Pastikan juga Anda memberikan penjelasan yang bisa dimengerti oleh anak mengenai aturan yang Anda buat sehingga mereka tidak sekadar menuruti Anda tetapi juga mengerit logika di baliknya.

Berikan konsekuensi

Berikan konsekuensi source: giphy.com

Dengan tenang dan tegas, jelaskan konsekuensi yang akan mereka terima jika mereka tidak bisa bersikap baik. Misalnya, katakan pada anak Anda bahwa jika ia tidak merapikan mainannya, Anda akan menyimpannya sepanjang hari.

Setelah memberi mereka peringatan, jika mereka masih belum nurut, lakukan apa yang telah Anda katakana. Jangan mudah menyerah pada rengekan anak dan segera mengembalikan mainan mereka setelah beberapa menit. Namun jangan pernah mengambil hal-hal yang memang dibutuhkan anak Anda, misalnya makanan.

Dengarkan mereka

Dengarkan mereka source: giphy.com

Sebagai orang tua, kita tidak hanya harus memberikan nasihat dan peringatan, tetapi juga penting untuk mendengarkan mereka. Dengarkan dulu mereka sebelum mendisiplinkan mereka.

Perhatikan juga apabila ada pola-pola tindakan tertentu yang muncul. Misalnya anak Anda mudah mengamuk saat ia merasa iri dengan saudaranya. Saat ini terjadi, ajak mereka bicara alih-alih terus memberikan konsekuensi yang sama sehingga mereka tahu bahwa Anda peduli terhadap perasaan mereka.

Beri mereka perhatian

Beri mereka perhatian source: giphy.com

Terkadang anak merengek karena ingin diperhatikan. Memberi mereka perhatian merupakan salah satu cara ampuh untuk mendisiplinkan anak. Perhatian di sini tapi tidak sama dengan memanjakan mereka ya.

Beri mereka perhatian yang secukupnya tetapi tetap tegas saat mereka melakukan kesalahan atau tidak mau mendengarkan nasihat Anda.

Hargai saat mereka berbuat baik

Hargai saat mereka berbuat baik source: giphy.com

Tujuannya adalah agar anak tahu bahwa Anda tidak hanya memperhatikan mereka saat mereka melakukan kesalahan tetapi juga menyadari saat mereka melakukan hal baik.  Tunjukkan bahwa Anda menyadari dan menghargai saat mereka bersikap baik, misalnya dengan memberikan pujian yang spesifik.

Ketahui kapan harus tidak merespon

Ketahui kapan harus tidak merespon source: giphy.com

Anda tidak selalu harus merespon setiap kesalahan atau sikap buruk yang dilakukan anak Anda. Selama anak Anda tidak melakukan sesuatu yang berbahaya dan sering bersikap baik, mengabaikan sejumlah perilaku buruk bisa menjadi cara yang efektif untuk mendisiplinkan mereka.

Mengabaikan sikap bruuk juga dapat mengajarkan mereka konsekuensi alami yang bisa terjadi dari tindakan mereka. Misal jika mereka tidak sengaja merusak mainan mereka, akibatnya mereka tidak bisa main lagi. Tidak lama, ia akan sadar untuk lebih berhati-hati dengan mainannya.

Ajak anak melakukan aktivitas

Ajak anak melakukan aktivitas source: giphy.com

Terkadang anak bersikap buruk karena mereka bosan atau tidak familiar dengan lingkungan. Ajak anak melakukan aktivitas, apabila memungkinkan libatkan hal-hal di sekitar mereka.

Selain ini membuat anak merasa diperhatikan dan memiliki sesuatu untuk dilakukan, cara ini juga mengajarkan anak untuk tanggap terhadap lingkungan sekitar. Bisa juga dengan mengajak anak Anda bermain permainan yang mendidik.

 Menerapkan time-out

Menerapkan time-out source: giphy.com

Time-out adalah metode untuk mendisiplinkan anak dengan memberi waktu bagi anak untuk memikirkan kesalahan mereka. Metode ini bisa dilakukan jika ada aturan spesifik yang dilanggar.

Metode ini efektif karena memperingatkan anak akan konsekuensi dari tindakan mereka dan meningatkan mereka tentang kesalahannya tanpa perlu banyak mengomel. Sejumlah orang menggunakan aturan 1 menit per jumlah usianya.

Untuk anak-anak usia 3 tahun ke atas, Anda bisa membiarkan mereka menentukan durasi time-out mereka sendiri. Misalnya Anda bisa mengatakan, “Renungkan kesalahanmu dan kembali waktu kamu sudah merasa siap.” Strategi ini bisa membantu anak Anda mengatur emosi sendiri.

Ada banyak tantangan yang harus dihadapi saat menjadi orang tua, mendisiplinkan anak salah satunya. Sebagai orang tua, kita pun pernah melakukan kesalahan. Maka itu, kita harus terus belajar dan berusaha mengendalikan diri saat kita mengajarkan anak.

Salah satu hal yang sering membuat orang tua habis kesabaran dan mendisiplinkan anak dengan cara-cara yang kurang tepat adalah saat menemani anak belajar. Apalagi jika anak enggan belajar. Belum lagi jika orang tua punya banyak urusan sehingga tidak bisa meluangkan banyak waktu untuk mengajarkan anak mereka secara perlahan.

Ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan motivasi belajar anak. Namun, jika Anda merasa kesulitan mengajari anak Anda khususnya di materi bahasa Inggris, Anda bisa mengajak anak Anda untuk belajar di Cakap Kids. Dengan pengajar yang berpengamalan menangani anak-anak dan materi yang ramah terhadap anak-anak, proses belajar jadi lebih seru dan tidak membosankan.

Baca Juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google