Bingung Buat Portofolio Menarik? Yuk, ikuti tips-tips ini!

tips portofolio

Work from home berangsur berakhir nih, sudah mulai rapikan portofolio lagi belum? Atau jangan-jangan sudah berdebu? 

Portofolio berfungsi sebagai acuan untuk melihat capaian, skill, potensi, dan interest kandidat dengan menunjukan contoh karya yang sebelumnya pernah dikerjakan. That’s why, portfolio should be really interesting and eye-catching.

Lewat portofolio, perusahaan dapat melihat dan mempertimbangkan kemampuan kandidat yang melamar. 

Penting nggak sih, punya portofolio yang rapi? Jawabannya: penting banget! Melalui portofolio, kamu bisa memperlihatkan kemampuanmu, pengalaman yang pernah kamu lalui sebelumnya, dan kekreatifan kamu.

Selain itu, lamaran kerja bahasa Inggris dan portofolio yang menunjukkan kemampuan berbahasa asing dapat menjadi poin plus untuk kandidat. 

Biasanya, selain portofolio, kamu juga akan diminta untuk melampirkan CV. Perbedaan keduanya terletak pada isinya. CV berisi data detail mengenai pengalaman kerja, latar belakang pendidikan, dan skills.

Di sisi lain, portofolio berisi lampiran karya-karya yang pernah dibuat dari pengalaman kerja sebelumnya. Kamu bisa memasukan CV ke dalam portofolio. Membuat CV bahasa Inggris juga dapat menunjukkan kemampuan kamu dalam menjelaskan latar belakangmu menggunakan bahasa asing.

Setiap harinya, perusahaan pasti menerima ratusan portofolio. Nah, gimana caranya membuat portofolio yang menarik agar bisa dilirik perusahaan? Yuk, simak dulu tahap-tahap ini!

Before You Start Making a Portfolio

Jenis Portofolio Apa yang Kamu Butuhkan?

Ada 4 jenis portofolio, yaitu bisnis, kreatif, pendidikan, dan dan teknik dan arsitektural. Portofolio bisnis bertujuan untuk menunjukan accomplishment dari perusahaan yang ditujukan untuk memenuhi prospek kebutuhan klien. Isinya project-project sebelumnya, penghargaan, dan informasi mengenai board of executive dan tim terkait. 

Kedua, ada portofolio kreatif biasanya digunakan oleh pekerja seni, fotografer, model, dan penulis untuk menunjukkan produk kreatif yang pernah mereka buat. Selanjutnya ada portofolio pendidikan biasanya digunakan untuk memperlihatkan achievements di bidang pendidikan seperti jurnal. 

Last but not least, portofolio teknik dan arsitektural digunakan untuk memperlihatkan desain prototype, blueprint, ataupun proyek konstruksi. Yang bisa kamu gunakan untuk melamar kerja atau daftar sekolah di luar negeri adalah portofolio kreatif. Sedangkan portofolio teknik dan arsitektural hanya untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu.

Ketahui Kriteria Posisi yang Kamu Lamar

Jika kamu melamar sebagai seorang jurnalis, tampilkan portofolio yang berisi tulisan-tulisanmu atau video kamu meliput berita. Cari tahu kira-kira kriteria seperti apa dari posisi dan perusahaan tempat kamu melamar.

Pilih Achievement Terbaik yang Menarik

Kamu nggak perlu memasukan seluruh karya kamu ke portofolio. Cukup cantumkan capaian yang menurutmu paling mengesankan dan paling menarik. Choose the one that will catch the viewer’s attention. Pilih juga capaian yang paling menonjolkan skill kamu ya!

Online atau Offline?

Yup, kamu bisa membuat portofolio online maupun offline. Portofolio online dapat kamu unggah di blog sedangkan portofolio online berarti kamu mem-print seluruh karya kamu dan disatukan dalam binder. 

Kalau kamu membuat portofolio offline, buatlah daftar isi untuk memudahkan viewer membacanya. Sedangkan, untuk portofolio online, kamu bisa membuat halaman menu seperti contoh portofolio bisnis di bawah ini.

Reality-club-alexandra source: freepik.com

When You Start Making a Portfolio

Put in Mind, Make It Simple!

Membuat desain yang catchy memang bisa memperlihatkan kekreatifan kamu kepada viewer. But, keep in mind, jangan sampai desain malah mengganggu viewer dari memperhatikan achievements yang kamu masukan. Buat desain yang elegan dan konsisten dengan warna-warna yang tidak bertabrakan.

Gunakan Portofolio Bagaikan Cerita

Sebelum masuk ke skill, kamu juga harus menjelaskan diri kamu secara singkat dan tujuan yang ingin kamu capai. Portofolio memiliki tujuan untuk menunjukan skill yang kamu miliki. 

Jika kemampuan yang ingin ditonjolkan adalah desain, ceritakan pengetahuanmu mengenai desain dan bagaimana pengetahuan tersebut berhasil menyelesaikan masalah yang pernah kamu hadapi, berhasil membuat suatu karya desain yang meaningful, atau berhasil menembus target yang ditentukan.

Keep your story to the point!

Lampirkan Karya yang Pernah Kamu Capai

Setelah kamu bercerita, jangan lupa juga lampirkan hasil dari ceritamu, yaitu karya yang pernah kamu buat. Bukti karya-karyamu merupakan poin penting bagi viewer untuk menilai skill yang kamu tonjolkan. Lampiran tersebut dapat berupa foto, tulisan, maupun video.

Tuliskan Testimoni dari Klien

Jika kamu pernah bekerja dengan orang lain sebelumnya, sertakan pula testimoni dari mereka tentang bekerja bersamamu agar lebih meyakinkan. Tunjukkan kalau kamu memang dapat bekerja sama dengan orang lain. Sertakan pula nama, jabatan, dan perusahaan pemberi testimoni.

After You Finish Making a Portfolio

Setelah selesai membuat portofolio semenarik mungkin, it’s time for you to be confident and positive for the result. Pastikan juga untuk rutin memperbaharui portofolio kamu. Cantumkan pula karya-karya yang terbaru.

Sent! Kalau sudah selesai membuat portofolio, kamu bisa kirim ke perusahaan yang kamu tuju. Sambil menunggu feedback perusahaan dari portofolio yang kamu kirimkan, kamu bisa nambah belajar bahasa asing di Cakap Club lho. Selain nambah skill, kamu juga dapat belajar bahasa asing bersama teman-teman. Yuk, download Cakap App disini.

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google