Ini 4 Tips Ampuh Membangun Kebiasaan Belajar yang Efektif

Menguasai suatu kemampuan, termasuk juga bahasa, tak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan kerja keras dan kebiasaan yang rutin di dalamnya. Riset menunjukkan, belajar bahasa lebih mirip seperti membangun kebiasaan baru. Pengulangan dan kekonsistenan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran suatu bahasa.

Kamu pasti sudah tahu ini. Mungkin kamu sudah membaca atau mendengarnya berulang kali. Ya, ya, Roma tidak dibangun dalam sehari. Begitu pula dengan proses belajar untuk menguasai kemampuan baru.

Tapi membangun sebuah kebiasaan baru inilah yang menjadi tantangan. Sulit sekali rasanya! Memang betul. Bayangkan, kalau membangun kebiasaan baik begitu mudah, sudah ada berapa banyak orang yang menjadi atlet, ahli, atau poliglot?

Banyak orang mengaku bahwa yang menjadi kendala bagi mereka adalah tidak adanya waktu untuk membangun kebiasaan baru ini. Iya sih, setelah lelah beraktivitas seharian, masa harus belajar lagi? Capek dong!

Begini. Ternyata, membangun kebiasaan itu bukan hanya tentang waktu, tapi juga tentang fokus. Banyak orang terlalu berfokus pada waktu, mencoba untuk membangun kebiasaan dengan cara membuat jadwal yang begitu ketat atau melakukannya secara intens dalam waktu yang pendek. Cara ini tidak selalu buruk juga, mungkin bagi beberapa orang efektif.

Namun, jika kamu memiliki masalah dengan waktu, kamu bisa membangun kebiasaan dengan kegiatan-kegiatan yang sederhana tapi spesifik untuk kamu lakukan setiap harinya. Dengan demikian, lama kelamaan perilaku tersebut akan menjadi kebiasaan yang akan kamu lakukan tanpa kamu sadari.

Bagaimana cara membangun kebiasaan belajar yang efektif? Simak tips-tips berikut ini.

Periksa kebiasaan dirimu

Periksa kebiasaan dirimu source: giphy.com

Kita membangun kebiasaan-kebiasaan tanpa kita sadari. Coba ingat-ingat, apa yang kamu lakukan setiap baru bangun pagi? Mungkin memeriksa smartphone, gosok gigi, lalu mandi. Apakah kamu melatih dirimu untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan tersebut? Jelas tidak, tapi kebiasaan itu terbentuk dengan sendirinya.

Perhatikan lagi kebiasaan sehari-hari yang kamu lakukan. Gunakan kebiasaan-kebiasaan ini untuk membentuk kebiasaan baru. Pilih kebiasaan yang benar-benar kamu lakukan secara reguler dan spesifik.

Kebiasaan yang kamu pilih juga harus relevan dengan kebiasaan baru yang ingin kamu tanamkan. Misalnya setelah sarapan pagi, saya akan mempelajari kosakata baru selama 5-10 menit.

Jangan paksakan diri

Jangan paksakan diri source: giphy.com

Saat awal-awal merencanakan untuk membentuk kebiasaan baru, biasanya kamu sedang semangat-semangatnya. Rasanya ingin melakukannya secara intens agar tujuanmu cepat tercapai. Tapi semangat yang berapi-api ini sayangnya cepat pudar.

Jika kamu langsung mulai dengan menetapkan kegiatan-kegiatan yang menantang, misalnya menghabiskan 1 bab pembelajaran setiap hari, kamu akan cepat kelelahan, kewalahan dan akhirnya merasa frustasi.

Dibanding memaksakan diri kamu seperti itu, lebih baik mulai dengan aktivitas-aktivitas kecil. Setelah aktivitas itu sudah mulai menjadi kebiasaan, tingkatkan lagi tantangannya. Dengan demikian, kamu tidak merasa dibanjiri dengan kewajiban-kewajiban yang menyulitkan.

Selain itu, dengan munculnya tantangan-tantangan baru juga membuat proses belajarmu jadi lebih seru karena ada sesuatu yang baru untuk kamu kerjakan.

Bagi materi belajar ke dalam beberapa bagian

Bagi materi belajar ke dalam beberapa bagian source: giphy.com

Mana yang lebih mudah: membaca 1 buku sebanyak 500 halaman atau membaca 10 cerita singkat sepanjang 50 halaman masing-masing? Jelas yang kedua. Orang pada umumnya lebih mudah mencerna informasi yang singkat. Informasi yang singkat ini secara tidak sadar akan kita hubungkan dengan informasi-informasi lainnya yang sudah kita dapatkan.

Kita mungkin bisa menghafal suatu informasi yang kompleks atau panjang. Namun, biasanya ingatan itu tidak bertahan lama dan tidak kontekstual. Padahal, konteks sangat dibutuhkan saat mempelajari bahasa baru bukan?

Berpikir dalam bahasa yang sedang kamu pelajari

Berpikir dalam bahasa yang sedang kamu pelajari source: giphy.com

Berpikir dalam bahasa baru memang terdengar sulit, tapi ini akan sangat membantumu belajar bahasa baru. Banyak orang melakukan kesalahan belajar bahasa dengan mencoba menerjemahkan kata per kata alih-alih secara otomatis berpikir dalam bahasa yang sedang dipelajari. Akibatnya proses belajar jadi tidak natural.

Dengan menggunakan metode ini, kamu akan jadi lebih percaya diri dan nyaman ketika harus benar-benar menggunakan bahasa asing. Jika kamu berlatih secara reguler, lama-kelamaan kamu akan jadi terbiasa.

Membangun kebiasaan belajar memang seringkali terasa sulit. Tapi lihat ini bukan sebagai kendala tapi sebagai tantangan. Jadi kamu akan menghadapinya dengan semangat. Makin semangat lagi jika kamu belajar bersama teman. Di Cakap English Club, kamu bisa bertemu teman-teman baru untuk bersama belajar bahasa Inggris. Yuk mulai kebiasaan belajar yang baik dari sekarang!

Baca Juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google