Belajar Passive Voice? Pahami Rumus dan Contohnya

belajar passive voice

Pernah belajar kalimat aktif dan pasif kan? Begitu pula dengan bahasa Inggris, kedua jenis kalimat itu juga dipelajari lho. Biasanya, kalau mau lancar english speaking, kamu perlu memakai kalimat yang bervariasi.

Misalnya, kalimat pasif atau passive voice. Apa sih itu? Kalimat aktif menekankan subjek atau pelaku kegiatan (doer of action). Sedangkan passive voice adalah bentuk penekanan pada objek (receiver of action).

Selain menitikberatkan objek, passive voice juga berguna sebagai pernyataan ketika subjek atau pelaku tidak diketahui dengan jelas ataupun menandakan bahwa subjeknya merupakan benda mati.

Karena fokusnya subjek dan objek dalam kalimat, penggunaan pronoun serta kata kerja bentuk ketiga (V3) juga perlu dipahami nih. Masih bingung gimana itu passive voice? Sebelum masuk ke contoh, yuk kenali rumusnya dulu.

Passive voice = auxiliary  + past participle


  • Auxiliary: is, am, are, was, were, has, have
  • Past participle: bentuk past atau perfect dari sebuah kata

Rumus passive voice gak hanya terbatas dari rumus dasar itu, melainkan tergantung dengan tenses yang digunakan. Tiap tenses memiliki bentuk kalimat yang berbeda. Pada umumnya, passive voice juga diikuti oleh kata by atau yang berarti “oleh.” Tapi, gak semuanya wajib pakai by. Berikut penjelasan beserta contohnya.

RumusContoh
PresentS + is/am/are + V3/past participle
  • She is asked to clean the house by her mother. (Dia diminta untuk membersihkan rumah oleh ibunya.)
  • I am qualified enough to participate in this event. (Aku cukup memenuhi syarat untuk ambil bagian dalam acara ini.)
PastS + was/were + PP
  • They were surprised by the gifts I gave them. (Mereka terkejut karena hadiah yang kuberikan.)
  • This movie was made in 1918. (Film ini dibuat tahun 1918.)
FutureS + will be + PP
  • I will be elected as the head of English club next year. (Aku akan dipilih sebagai ketua klub Inggris tahun depan.)
  • We will be taught by Mr. Gillman. (Kami akan diajar oleh Pak Gillman.) 
Past futureS + would be/should be + PP
  • She should be promoted. (Seharusnya dia naik jabatan.)
  • He would be accompanied by his friends to the museum. (Dia akan ditemani oleh teman-temannya ke museum.)
RumusContoh
PresentS + is/am/are being + PP
  • Andy and Mia are being followed by someone. (Andy dan Mia sedang diikuti oleh seseorang.)
  • I am being haunted by bad dreams. (Aku sedang dihantui oleh mimpi buruk.)
PastS + was/were being + PP
  • That book was being written by her. (Buku itu ditulis olehnya.)
  • Patrick said they were being stalked. (Patrick berkata bahwa mereka pernah diamati.) 
FutureS + is/am/are going to be + PP
  • This house is going to be inhabited by my cousin. (Rumah ini akan dihuni oleh sepupuku.)
  • Those pizzas are going to be delivered soon. (Pizza itu akan diantar secepatnya.) 
RumusContoh
PresentS + has/have been + PP
  • This homework has been done. (PR ini sudah diselesaikan.)
  • These shirts have been washed. (Kaos-kaos ini sudah dicuci.)
PastS + had been + PP
  • I had been warned to stay away from this place. (Aku telah diperingati untuk menjauhi tempat ini.)
  • The cat had been rescued. (Kucingnya telah diselamatkan.) 
FutureS + will have been + PP
  • This box will have been moved to another store. (Boks ini akan dipindahkan ke toko lain.)
  • I will have been told if she arrived. (Aku akan diberitahu jika dia datang.)

Ternyata, gak semua jenis tenses dipasifkan. Misalnya, perfect continuous tense yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari karena bentuk kalimatnya yang sulit. Tapi, sejauh ini udah mulai paham kan passive voice itu seperti apa?

Kalian bisa perdalam tentang istilah-istilah tersebut di Cakap! Mau belajar bahasa inggris otodidak secara online? Bisa! Bareng Cakap, kamu akan dipermudah untuk diskusi dengan guru langsung dan memilih waktu belajar sesuai jadwalmu. Yuk join!

Baca Juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google