Bantu Perkembangan Anak Usia Dini dengan Cara ini!

perkembangan anak usia dini

Anak-anak memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal mengasah kemampuan. Ada yang cepat berjalan, ada yang jago membaca duluan. Tergantung dengan lingkungan dan tingkat pemahaman masing-masing. Biasanya, untuk melihat sejauh mana anak mulai belajar terhadap sesuatu ditentukan oleh dua jenis kemampuan, yaitu motorik dan kognitif.

Motorik berkaitan erat dengan gerakan tubuh. Motorik halus condong ke gerakan tangan-mata seperti menulis, bersepeda, gosok gigi, cuci tangan. Sedangkan, motorik kasar menekankan keseimbangan fisik seperti berlari, melompat, berjalan. Perkembangan motorik kasar disesuaikan dengan kematangan fisik ya. Jadi itulah kenapa gak semua anak bisa langsung berjalan di umur 1 tahun, misalnya.

Next, kognitif. Kemampuan yang kaitannya dengan cara anak memahami sesuatu lewat daya pikirnya. Seperti kemampuan mengingat atau memecahkan masalah. Kalau motorik berarti kegiatan fisik, maka kognitif dipengaruhi oleh kinerja otak.

Anda bisa banget mengasah kedua jenis kemampuan tersebut lho, khususnya untuk ikut berperan dalam perkembangan anak usia dini. Here’s how to do it.

Motorik

Small things come first

source: giphy.com

Mulailah dari hal kecil yang bisa jadi kebiasaannya sehari-hari. Misalnya mengancingkan baju, buka tutup ritsleting atau bekal makanan, tepuk tangan. Hal ini terlihat sederhana, tapi mampu melatih pergerakan tubuhnya sejak dini. Kalau lagi iseng, coba deh ajari anak cuci baju sendiri. Terus jemur bajunya bareng deh.

Interactive games!

source: giphy.com

Ajak melipat origami yuk. Atau membuat kerajinan tangan dari bahan-bahan mudah seperti cangkang telur yang ditempel-tempel untuk membentuk gambar lucu (mozaik). Latih anak untuk menggenggam alat tulis dan menggambar sesuai imajinasinya. Kasih krayon atau pensil warna aja supaya mereka juga tertarik dengan seni.

Selain itu, kegiatan berolahraga juga bisa diterapkan. Misalnya bermain sepak bola. Pasti anak banyak menendang atau menggiring bola kan? Nah itulah waktunya Anda mengasah kemampuan motorik sembari mengajaknya bermain. It’ll  be fun!

Latih Motorik dan Kognitif Anak dengan Bahasa Inggris

Kognitif

Let’s play a puzzle!

source: giphy.com

Main jigsaw puzzle asyik nih! Karena kognitif berhubungan dengan kinerja otak, maka jigsaw puzzle bisa jadi salah satu cara melatih kemampuan menyelesaikan masalah. Bisa juga dengan bongkar pasang puzzle balok. Kenalkan juga dengan pengetahuan dasar seperti nama warna, hewan, buah lewat games ya.

Gak cuma games, tapi ada…

source: giphy.com

Baca cerita, nonton film anak-anak, bahkan bermain musik! Dengan baca atau nonton, imajinasi anak akan bertambah dan mereka bisa mengekspresikannya lewat menggambar atau apapun itu. Enak kan barengan sama kemampuan motoriknya.

Perbanyak nonton film kartun atau film-film yang karakternya anak-anak juga bagus lho. Visual menarik, lucu, mengedukasi pula. Sama halnya dengan buku cerita anak yang mengandung pesan moral. Nanti kalau udah kelar baca atau nonton, tanyakan kesimpulan pada anak agar melatih daya ingat.

Jika Anda ingin anak makin kreatif, sediakan alat musik aja. Atur jadwal bermain musik setiap harinya sehingga anak terbiasa untuk mempelajari nada-nada. Jangan salah, rata-rata para pemain musik itu jenius lho.

Jalan-jalan, mau?

source: giphy.com

Siapa yang mau karyawisata? Jalan-jalan sambil menambah pengetahuan itu seru banget pasti. Karyawisata bisa membuat anak energetik dan tertarik untuk mempelajari hal baru. Kan biasanya ada tour guide yang akan menjelaskan tiap bagian dari suatu tempat. Misalnya kebun binatang, museum, tempat bersejarah, bahkan tempat bermain sekalipun. Nah, biarkan anak mengeksplorasi ya.

Kegiatan mengasah kemampuan motorik dan kognitif ini besar kemungkinan untuk membangun rasa percaya diri anak, parents. Karena banyak hal yang mampu dilakukan, makin meningkat pula skill-nya. Dengan itu, Anda dengan mudah mengikuti perkembangan di setiap usianya.

Eits, belajar bahasa Inggris turut membantu mengasah kognitifnya lho. Yakin gak mau buat anak jadi juara? Ayo gabung Cakap for Kids! Kurikulum yang digunakan Cambridge punya, dijamin seru dan gak membosankan. Apalagi tutor-tutor Cakap berkompeten dan seru semua!

Baca juga:
Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google