Ngajarin Anak Membaca Lebih Mudah, Cuma 4 Cara Aja!

anak belajar membaca

Membiasakan manner baik seperti buang sampah pada tempatnya pada anak-anak emang bagus. Tapi, jangan lupain juga soal akademik. Gak hanya manner, kemampuan akademiknya pun mesti diasah sejak dini. Contohnya calistung, baca tulis hitung.

Membaca merupakan tahap awal seorang anak untuk memulai mengembangkan kinerja otak. Kalau udah bisa baca kan otomatis belajar menulis dan menghitungnya lebih gampang kan. Belajar membaca sebenarnya gak ada minimal usia. Bisa dimulai dari umur 7 tahun atau di bawahnya jika mereka mulai menunjukkan ketertarikan terhadap huruf.

But how to teach them? Kalau susah dibilangin gimana? Banyak pertanyaan yang bikin orang tua pesimis duluan. Padahal, ada cara serunya lho. Sebisa mungkin Anda mengerti kesukaan anak. Nanti hobinya bisa dikaitkan dengan belajar membaca.

Terus, apa lagi selain itu?

Home decorations

source: giphy.com

Kenalkan anak dengan alfabet melalui cara yang unik, yaitu tempel hiasan! Poster-poster huruf beserta visual yang menarik bisa anda tempel di tiap area rumah. Khususnya yang sering dilihat anak ya. Misalnya kamar mandi, kamar tidur, ruang bermain dan belajar, ataupun ruang makan. Buat si doyan makan, bisa nih hiasi kulkas dengan huruf magnetik. Semakin sering melihat huruf, makin tajam ingatannya.

Word per word

source: giphy.com

Mulailah dari huruf vokal (a i u e o). Lalu, biasakan dulu untuk membaca suku kata (ba bi bu be bo). Suku kata berguna untuk mempermudah mereka membaca sebuah kata nantinya. Baru setelah itu, kenalkan tentang gabungan huruf mati (ng, ny). Ingat parents,  jangan memaksa anak untuk langsung paham. Tiap anak memiliki pemahaman yang berbeda-beda. Kalau sekiranya udah bosan, alangkah baiknya dijeda dulu oleh kegiatan lain.

Let’s read some fun stories

source: giphy.com

Buku cerita anak bagus untuk memperkenalkan mereka terhadap huruf. Apalagi kalau bukunya punya visual menarik dan interaktif. Berdongeng jadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan minat anak lho. Sembari dongeng dan belajar membaca, minta anak untuk gantian membaca. Kalau terbiasa, Anda bisa gantian per satu paragraf dengan anak. Hal itu dapat melatih kemampuannya mengucapkan kata dengan lancar dan kecepatan pemahamannya terhadap kata yang dilihat.

Karena buku cerita membantu banget dalam prosesnya belajar membaca, sempatkan waktu per hari untuk membaca bersama ya. Tetapkan jadwal teratur supaya di samping berkegiatan yang lain, anak gak akan lupa terhadap rutinitasnya. Jadwal itu gak memaksa kok, tenang. Pokoknya kalau anak udah merasa bosan, ajak dia melakukan kegiatan lain untuk mengembalikkan semangatnya.

Who wants to play games?

source: giphy.com

Cara paling fun yaitu main games! Tanpa disadari, hal ini mampu melatihnya berpikir kritis. Pertama-tama, siapkan flash card baca (kartu baca). Biasanya, kartu-kartu tersebut menampilkan barang-barang yang ada di rumah atau karakter di cerita fiksi. Misalnya kartu L punya gambar Lion, dan seterusnya. Menarik banget lho.

Oke, selanjutnya, papan tulis magnetik. Gunanya untuk membiasakan anak memegang alat tulis dan menuliskan tiap huruf yang dipelajari secara langsung. Atau, Anda tulis dulu huruf yang ingin diajarkan, lalu minta anak membacanya. Plus, tulisannya mudah dihapus pula. Gak perlu boros kertas.

Jika tingkat pemahamannya terus bertambah, cobain main scrabble deh. Permainan menyusun kata ini bakalan membantu anak membuat kata dan menyusunnya per huruf. Menambah kosakata juga kan. Seru pokoknya, asal Anda juga selalu turut berpartisipasi terhadap prosesnya.

Asyik lho sembari mempererat hubungan dengan anak lewat belajar membaca. Yang penting, selalu selipkan hal-hal yang cepat menarik perhatian anak seperti games. Anak-anak tentunya suka dong dengan yang seru-seru. Ditambah lagi kalau mengasah kemampuan berbahasa asingnya lewat platform online nih. Contohnya aplikasi Cakap.

Download deh dan ajak anak belajar bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan. Gak cuma main games interaktif dengan guru profesional, kurikulum yang dipakai bertaraf Cambridge punya lho. Yuk daftarin!

Baca juga:

 

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google