Contoh Portofolio yang Menarik serta Tips Mudah & Cara Membuatnya

contoh-portofolio

Siapa yang lagi aktif cari kerja, tapi belum punya dan belum tahu gimana cara bikin portofolio? Kalau kamu adalah salah satunya, yuk merapat! Karena di sini akan dijelaskan cara membuat portofolio, hingga contoh portofolio yang baik dan menarik.

Setelah sebelumnya pernah belajar cara membuat cv dan resume, kini giliran Sobat Cakap untuk belajar bikin portofolio yang menarik versi kalian. Let’s check it out! 

Table of Contents

Apa Itu Portofolio?

contoh-portofolio-lamaran-kerja
Photo from Unsplash

Sebelum menyelam lebih jauh pada bagian contoh, kamu harus tahu dulu nih apa itu portofolio? Okay, jadi secara umum, portofolio adalah kumpulan dokumen dan tulisan yang tersusun secara rapi dan menarik. Ingat ya Sobat Cakap, menarik!

Kenapa harus menarik? Tentunya karena portofolio adalah kumpulan dokumen yang berisi hasil karya dan kerja menyeluruh yang pernah kamu lakukan. Contohnya, jika kamu adalah seorang photographer, maka dokumentasi atau isi portofoliomu adalah hasil karya berupa foto-foto terbaik yang pernah kamu abadikan. Atau jika kamu seorang desainer grafis, maka secara otomatis, isi portofoliomu adalah desain-desain grafismu. 

Fungsi Portofolio

Sebenarnya, sepenting apa sih portofolio itu? Portofolio sangat penting, karena dari situ, kamu bisa menyimpan dan membagikan dokumentasi perkembangan dari sebuah tujuan yang telah dicapai satu persatu. 

Portofolio sangat berfungsi untuk melihat capaian-capain dan performa yang telah didapat seseorang. Selain itu, lewat portofolio, kamu juga bisa menuliskan prestasi-prestasi dari hasil karya dan kerjamu.

Perbedaan Portofolio dengan CV

contoh-portofolio-kerja
Photo from Unsplash

Meskipun secara sekilas hampir mirip, kamu perlu tahu lho letak perbedaan CV dan portofolio agar kamu nggak salah dan keliru. Untuk membedakan keduanya, cukup mudah kok. Yuk, simak uraian berikut!

Informasi yang Dicantumkan

Perbedaan antara CV dan portofolio bisa dilihat dari informasi yang dicantumkan. Dari CV kamu bisa melihat padatnya data dan informasi yang diberikan, baik informasi pribadi yang umum (informasi pendidikan, skill, atau pengalaman), maupun informasi pribadi yang khusus (informasi terkait data diri, kontak, atau alamat pemilik CV).

Sedangkan pada portofolio, fokus yang dicantumkan adalah hasil karya atau hasil kerja yang telah dibuat.

Isi Data

Dari segi kelengkapan data, CV dibuat dengan data dan informasi yang lengkap. Sedangkan portofolio tidak harus demikian.

Bukti dari Hasil Kerja

Bukti merupakan hal utama untuk meyakinkan perusahaan bahwa apa yang kamu tulis adalah benar. Lewat portofolio, kamu bisa mencantumkan bukti mengenai skill-skill yang kamu miliki dan hasil yang telah kamu kerjakan. Baik berupa link dokumen (jika berbentuk file tulisan), maupun berbentuk desain atau foto.

Umum dan Spesifik

Di sini kamu bisa melihat beda di antara CV dan portofolio dengan mudah, yaitu umum vs spesifik. CV berisi lampiran umum tentang akademik dan pengalaman. Sedangkan portofolio lebih spesifik dan khusus pada satu jenis pekerjaan tertentu yang menjadi keahlian utamamu.

Cara membuat Portofolio Kerja

portofolio
Photo from Unsplash

Masuk pada poin utama, yaitu cara membuat portofolio. Kamu mungkin sudah sedikit memahami apa itu portofolio dari pemaparan di atas. Namun, selain bukti hasil kerja, kira-kira apa saja ya yang secara umum harus ada dalam sebuah portofolio yang lengkap? Yuk, simak cara-cara membuat portofolio berikut!

Buat Cover yang Menarik

Sama seperti namanya, bagian cover merupakan bagian depan yang digunakan sebagai sampul. Bagian cover biasanya berisikan hal-hal yang sederhana, seperti tulisan “portofolio”, “nama panjang”, dan “profesi pekerjaan”.

Buat Daftar Isi

Daftar isi! Seperti daftar isi yang selalu kamu lihat dalam buku atau artikel ilmiah, portofolio yang baik dan lengkap juga memerlukan daftar isi, lho. Hanya saja, daftar isi dalam portofolio tentu tidak sepanjang daftar isi dalam buku dan karya tulis ilmiah.

Kamu bisa membuat daftar isi sederhana sesuai dengan data yang kamu miliki. Daftar isi ini berfungsi untuk memudahkan pembaca untuk melihat dokumentasi kamu. 

Lampirkan Data Diri

Cara membuat portfolio yang benar selanjutnya adalah melampirkan data diri. Meskipun fokus terbesar dari portofolio adalah bukti hasil kerja, namun kamu juga harus tetap melampirkan data dirimu di dalamnya. Kamu bisa menuliskan lampiran data diri secara singkat dan sederhana. Atau kamu juga bisa lho melampirkan link CV online-mu pada bagian ini.

Paparkan Tujuan

Beritahukan apa yang menjadi tujuan dan apa pencapaian yang hendak kamu capai dalam portofolio. Tuliskan juga dengan pasti apa yang menjadi visi dan misimu, baik dalam jangka pendek, maupun jangka panjang. 

Tunjukkan Skill, Pengalaman, dan Karyamu

Bagian ini merupakan hal paling penting dan wajib ada dalam setiap portofolio. Tunjukkan apa saja keterampilan dan pengalaman yang kamu miliki. Berikan penjelasan secara rinci tentang latar belakang dari pengalamanmu. Dan tentu saja jangan lupa untuk menampilkan bukti dari hasil karyamu. Kamu bisa melampirkan hasil karyamu, baik berupa foto, video, maupun tulisan.

Melampirkan Testimoni Bila Ada

Bila pekerjaanmu yang sebelumnya berhubungan dengan klien, kamu bisa menaruh testimoni mereka pada portofoliomu. Testimoni dari orang-orang yang dulu pernah bekerja denganmu akan membantu portofolio yang kamu miliki akan semakin meyakinkan. Selain itu, orang-orang juga akan tahu seberapa baik dan memuaskannya pekerjaanmu.

Tips Praktis Membuat Portofolio

Pilih jenis portfolio sesuai kebutuhan

Ada 4 jenis portofolio, yaitu bisnis, kreatif, pendidikan, dan dan teknik dan arsitektural. Setiap jenis tersebut memiliki tampilan dengan tambahan informasi yang berbeda-beda.

Ketahui Kriteria Posisi yang Kamu Lamar

Jika kamu melamar sebagai seorang jurnalis, tampilkan portofolio berisi tulisan-tulisanmu atau video kamu meliput berita. Cari tahu kira-kira kriteria apa dari posisi dan perusahaan tempat kamu melamar.

Pilih Achievement Terbaik yang Menarik

Kamu nggak perlu memasukan seluruh karya kamu ke portofolio. Cukup cantumkan capaian yang menurutmu paling mengesankan dan paling menarik. Pilih yang menarik dan menonjolkan skill kamu ya!

Portfolio Online atau Offline

Portofolio online dapat kamu unggah di blog sedangkan portofolio offline berarti kamu mem-print seluruh karya kamu dan disatukan dalam binder.

Tuliskan Testimoni dari Klien

Jika kamu pernah bekerja dengan orang lain sebelumnya, sertakan pula testimoni dari mereka. Tunjukkan kalau kamu memang dapat bekerja sama dengan orang lain. Sertakan pula nama, jabatan, dan perusahaan pemberi testimoni.

 

Contoh Portofolio Lamaran Kerja

Setelah mengetahui apa itu portofolio dan bagaimana cara membuatnya, sekarang saatnya kamu mengetahui beberapa contoh portofolio berdasarkan pekerjaan yang berbeda. 

Contoh Portofolio Desain & Foto

contoh-portofolio-desain
Photo from Freepik

Dari contoh portofolio di atas, kamu bisa melihat bahwa dalam contoh portofolio desain atau hasil fotografi, ada banyak hasil-hasil desain pemilik portofolio yang ditampilkan. Isi dari contoh portofolio di atas juga cukup lengkap. Ada bagian cover, data diri dan kontak lengkap, lalu disusul dengan keterampilan dan pengalaman kerja yang dibuktikan dengan desain-desain yang terlampir.

Contoh portofolio di atas sangat cocok dengan profesi penulis sebagai seorang graphic designer karena menampilkan sisi kreatif dan sangat menarik.

Contoh Portofolio Content Social Media

contoh-portofolio-content
Photo from Freepik

Selanjutnya adalah contoh portofolio untuk content social media specialist. Dari contoh portofolio tersebut bisa dilihat bahwa terdapat penjelasan tentang job desc seorang influencer, tujuan dan goals yang ingin dicapai sebagai seorang influencer.

Serta terlampir juga keterampilan dan keahlian yang ditawarkan. Bahkan, di akhir portofolio, dijelaskan bahwa influencer tersebut mampu membuat video setiap hari dan mengarahkan para pembaca untuk mengunjungi laman website-nya.

Gimana nih Sobat Cakap, penjelasan tentang portofolio di atas sudah cukup lengkap, bukan? Semoga setelah membaca artikel cara membuat portofolio dan contohnya di atas, kalian langsung punya gambaran tentang portofolio seperti apa yang ingin kalian bikin, ya! Selamat mencoba!

Baca Juga:

Lely
Saya adalah pencinta sastra dan gemar menyelami tulisan-tulisan lama. Saya percaya bahwa “Menulis, menciptakan ide/gagasan, dan berbagi pengetahuan adalah cara untuk tetap ada dalam pusaran sejarah”.