Sepak bola bukan cuma soal menggiring bola dan mencetak gol, tapi juga tentang bagaimana seorang pemain bisa berkembang, beradaptasi, dan memberikan kemampuan terbaiknya. Salah satu kunci suksesnya? Kemampuan komunikasi. Menguasai bahasa asing bisa jadi keunggulan besar, terutama untuk memahami strategi, khususnya dari pelatih asing.
Inilah yang disadari oleh Sheva Imut Furyzcha, atau yang akrab disapa Sheva. Pemain Timnas Putri Indonesia ini semakin memahami pentingnya menguasai bahasa asing. Kesadaran ini muncul ketika dirinya bergabung dengan Timnas Putri Indonesia yang dilatih oleh pelatih asing berasal dari Jepang. Dengan tekadnya yang besar untuk berkembang, Sheva memutuskan untuk mengasah kemampuan bahasa Jepang di Cakap. Yuk, simak kisah inspiratif Sheva selengkapnya!
Table of Contents
Berawal dari Iseng Berujung Menjadi Pemain Timnas
Ketertarikannya terhadap olahraga sudah tumbuh ketika Sheva kecil. Sejak kecil, Sheva sering menghabiskan waktunya dengan bermain sepak bola bersama teman-temannya di depan rumah. Walau begitu, olahraga pertama yang dia pelajari secara serius bukanlah sepak bola melainkan pencak silat. Namun, Sheva merasa pencak silat bukanlah olahraga untuknya.
“Sebelumnya, aku pernah coba olahraga pencak silat. Tapi karena gak nyaman dan gak suka, jadi aku minta orang tua aku untuk daftarin ke sekolah sepak bola di Surabaya,” kenang Sheva.
Semenjak itu, Sheva terus mendalami sepak bola secara serius. Walau awalnya hanya iseng, tetapi akhirnya sepak bola menjadi karier yang dia pilih hingga kini bergabung dengan klub Raga Negeri dan Timnas Putri Indonesia. Salah satu pencapaiannya yang membanggakan adalah menjadi bagian dari sejarah Timnas Putri Indonesia dengan meraih juara di ASEAN Women’s Cup 2024.
“Cita-cita aku sebagai pesepak bola Indonesia pastinya aku ingin Timnas Putri Indonesia lebih banyak berprestasi, lebih berkembang, dan namanya bisa setara dengan sepak bola putra di Indonesia,” ungkap Sheva.
Motivasi Belajar Bahasa Jepang
Sheva menyadari bahwa komunikasi adalah elemen penting dalam sepak bola. Bagaimana memahami strategi, instruksi, dan membangun sinergi dengan pelatih juga rekan satu tim adalah kunci sukses lainnya dalam sepak bola. Alasan itulah yang kemudian mendorong Sheva untuk mulai belajar bahasa Jepang di Cakap.
“Kebetulan pelatih di Timnas Putri ini dari Jepang, jadi motivasi aku belajar bahasa Jepang ya biar bisa berkomunikasi dengan pelatih agar bisa menjalankan strategi dengan efektik. Apalagi kan sepak bola itu olahraga tim jadi butuh komunikasi yang baik,” ungkap Sheva.
Motivasi Sheva untuk belajar bahasa Jepang menjadi semakin kuat ketika dia berkesempatan menjalani Training Camp (TC) bersama Timnas Putri di Jepang. Pengalaman itu menjadi pengalaman luar biasa sekaligus pengalaman yang membuat dia rugi.
“Bahasa Jepang itu penting banget ya. Apalagi kemarin pas aku di Jepang bener-bener gatau, bener-bener gak bisa ngobrol sama warga lokalnya. Jadi, itu kayak rugi banget buat aku. Makannya aku ingin banget bisa belajar bahasa Jepang,” jelas Sheva.
Tantangan Belajar Bahasa Jepang
Bagi Sheva, mempelajari bahasa Jepang adalah tantangan baru yang menarik. Berbeda dengan bahasa Indonesia dan Inggris yang lebih familiar baginya, bahasa Jepang memiliki struktur yang unik serta sistem penulisan yang lebih kompleks.
“Tantangan terbesar aku sejauh ini tuh adalah memahami struktur kalimat dan tata bahasa Jepang. Selain itu, huruf hiragana dan katakana sangat sulit untuk diingat,” ucap Sheva.
Walau begitu, Sheva tetap konsisten dan menikmati proses pembelajarannya bareng Cakap. Didampingi oleh sensei Cakap yang berpengalaman, Sheva dibimbing untuk hadapi tantangan belajarnya lewat materi yang terstruktur dan pembelajaran yang interaktif.
“Aku puas sih belajar di Cakap, sensei nya itu sabar banget ngajarin aku dari 0 sampai bisa ingat sama huruf hiragana & katakana, materinya sangat terstruktur dan mudah dipahami,” jelas Sheva.
Selain itu, Sheva juga menambahkan bahwa dia merasa sangat terbantu dengan sistem belajar di Cakap. Melalui sistem belajar yang fleksibel, Sheva tetap bisa belajar secara nyaman di tengah jadwalnya yang padat.
Lebih Percaya Diri Memahami Instruksi Pelatih
Kemampuan berbahasa Jepang kini sudah menjadi salah satu kunci sukses Sheva sebagai pemain bola. Pembelajaran bahasa Jepangnya berdampak langsung pada peningkatan performa di lapangan serta rasa percaya diri dalam setiap pertandingan.
“Sekarang aku jadi lebih percaya diri berinteraksi dan dapat memahami strategi dalam bahasa Jepang lebih mudah,” kata Sheva.
Bagi Sheva, belajar bahasa asing bukan sekadar menambah keterampilan, melainkan investasi jangka panjang dalam kariernya. Gimana Sobat Cakap, tertarik untuk #TangkapPeluang dengan bahasa Jepang di Cakap seperti Sheva? Yuk, rasakan pengalaman belajar seru bersama teacher profesional Cakap! Daftar kelasnya dari sekarang karena #SiapaCakapDiaDapat!
Baca juga:




