Ketika buku menjadi jendela dunia, maka kemampuan berbahasa asing yang menjadi pintunya. Yap… Pintu yang membawa kita untuk melangkah lebih jauh dan membuka banyak kesempatan di level global. Nah, salah satu English Student Cakap yaitu Muhammad Kurniawan, menyadari hal itu dan menjadi alasannya saat memutuskan untuk belajar bahasa Inggris di Cakap. Kira-kira bagaimana cerita lengkapnya, ya? Langsung saja ikuti kisah tentang perjalanan belajar Kurniawan lewat artikel ini, yuk!
Table of Contents
Hadapi Tantangan Bekerja di Perusahaan Multinasional
Ketatnya dunia pekerjaan tentunya mengharuskan kita untuk memiliki skill relevan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Ini juga yang Kurniawan rasakan sebagai seorang engineer di perusahaan pertambangan. Kurniawan mengungkapkan bahwa tantangan yang sering dia hadapi adalah banyaknya expat di lingkungan pekerjaan mengingat dia bekerja di perusahaan multinasional.
“Awalnya belajar bahasa Inggris itu karena kebutuhan pekerjaan. Di lingkungan pekerjaan saya itu masih banyak expat, jadi di sana kita dituntut untuk lebih giat lagi untuk belajar bahasa Inggris,” ungkap Kurniawan.
Walaupun dengan tantangan yang ada, hal ini tidak menjadikan Kurniawan berkecil hati. Tantangan tersebut malah menjadi motivasi utama bagi dia untuk mulai asah bahasa Inggrisnya di Cakap.
Belajar di Tengah Kesibukan
Sebagai seorang engineer, kesibukan yang dihadapi kadang tidak menyisakan banyak waktu untuk melakukan hal di luar pekerjaan. Kurniawan menjelaskan bahwa dia sering kali harus menggeser waktu belajarnya di Cakap karena tuntutan pekerjaan yang mendesak. Namun, Kurniawan merasa sangat terbantu dengan jadwal belajar yang fleksibel di Cakap karena dia bisa re-schedule dengan bantuan tim Cakap.
“Terkadang waktu yang sudah kita schedule-kan harus digeser karena tiba-tiba ada trouble sehingga mengharuskan saya lembur di malam itu. Tapi, untungnya waktu belajar di Cakap masih bisa di re-schedule kan kurang dari 3 jam,” kata Kurniawan.
Kurniawan juga mengungkapkan bahwa Cakap memudahkan dia dalam proses booking kelas. Dia sangat termudahkan ketika ingin memesan kelas yang sesuai dengan kesibukan jadwalnya.
Belajar Sesuai Level Kemampuan
Salah satu yang membuat Kurniawan merasa bahwa perjalanan belajarnya di Cakap efektif adalah pembelajaran yang sudah disesuaikan dengan level kemampuannya. Lewat materi yang sudah disesuaikan dan teacher Cakap yang kompeten, membantu Kurniawan untuk merasakan progres yang signifikan.
Kurniawan juga mengungkapkan kalau teacher Cakap itu membantu mengasah kekurangannya lewat pengajaran yang interaktif. Lalu, penjelasannya pun juga tidak hanya text book.
“Di Cakap itu, teacher-nya gak hanya menjelaskan materi sesuai text book aja. Di sini tuh, teacher-nya juga menjelaskan sesuai dengan kebutuhan dan kasih formula-formula belajar seperti untuk speaking, listening, ataupun writing yang menurut saya tuh efektif banget,” ungkap Kurniawan.
Kurniawan: “Speaking Saya Lebih Baik, Listening Saya Lebih Baik…”
Sobat Cakap pasti familiar dengan pepatah “Alah bisa karena terbiasa” kan? Nah, ungkapan ini menjelaskan bahwa sesuatu yang sulit akan jadi mudah jika kita sudah biasa melakukannya. Dalam hal ini, Kurniawan mengungkapkan bahwa belajar di Cakap itu membantu dia dalam membiasakan diri dengan bahasa Inggris.
“Menurut saya, bahasa Inggris itu perlu pembiasaan. Dengan adanya Cakap, saya jadi bisa membiasakan diri untuk speaking dan listening dalam bahasa Inggris. Sehingga, bisa memudahkan saya dalam pekerjaan,” ungkap Kurniawan.
So, itu dia cerita Kurniawan seorang engineer di perusahaan tambang multinasional saat belajar bahasa Inggris di Cakap. Buat kamu yang ingin mengasah dan lebih percaya diri berbahasa Inggris seperti Kurniawan, yuk belajar bahasa Inggris di Cakap! Segera daftarkan diri kamu sekarang ya, karena #SiapaCakapDiaDapat!
Baca juga:




