Public Speaking: Tujuan, Manfaat, Contoh, dan Teknik Dasar

public speaking
Photo by yanalya from Freepik

Dalam berbagai kesempatan, baik ketika di bangku sekolah, kuliah, bahkan di dunia kerja, berbicara di depan umum seringkali tidak dapat dihindari. Sobat Cakap pun pasti sudah tidak asing lagi dengan salah satu skill yang sering dianggap wajib dikuasai, yaitu public speaking

Namun, apakah public speaking benar hanya sekadar mampu berbicara di hadapan banyak orang? Nah, kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai skill public speaking, mulai dari pengertian, tujuan, manfaat, penerapan, hingga tipsnya. 

Table of Contents

Apa Itu Public Speaking

Secara sederhana, arti dari public speaking adalah aktivitas berbicara secara langsung atau tatap muka dengan audiens. Dalam penerapannya saat ini, public speaking dapat berlaku dalam konteks formal dan informal, serta juga dapat melalui media perantara. 

Menurut kamus bahasa Inggris Merriam-Webster Dictionary, definisi public speaking adalah “the art of effective oral communication with an audience” atau “seni komunikasi lisan yang efektif dengan audiens”. 

Sementara dalam Cambridge Dictionary, definisi public speaking adalah “the activity of speaking on a subject to a group of people” atau “aktivitas berbicara tentang suatu subjek kepada sekelompok orang” 

Dapat disimpulkan bahwa istilah public speaking sendiri tidak terbatas pada berbicara di depan umum, tetapi juga termasuk seni menyampaikan pembicaraan tersebut. 

Dalam bahasa Indonesia sendiri, public speaking dapat diartikan sebagai “berbicara di depan umum”. Sebagian ada yang menyebutnya sebagai “pidato”, meski sebenarnya public speaking tidak hanya terbatas pada pidato saja. 

Tujuan Public Speaking

Secara umum, public speaking memiliki empat fungsi, yaitu untuk memberikan informasi, mengajak, menghibur, serta memperingati sesuatu. Berikut adalah penjelasannya: 

1. Memberi informasi kepada audiens secara lebih jelas, sehingga membantu mengatasi kebingungan dan memperjelas kesalahpahaman. 

2. Mengajak audiens untuk mengubah perilaku, kepercayaan, kebiasaan, atau kebijakan melalui publik speaking. 

3. Menghibur audiens dengan membangun koneksi emosi, baik itu kebahagiaan, kesedihan, kekaguman, maupun ketengangan. 

4. Mengenang atau memperingati sesuatu dengan membantu penonton mengingat seseorang atau sesuatu atau membawa mereka pada suatu acara atau momen yang berkesan. 

tujuan manfaat public speaking
Photo by fauxels

Manfaat dan Pentingnya Public Speaking

Berkaitan dengan keempat tujuan di atas, ada 3 alasan kenapa public speaking begitu penting, baik dalam dunia kerja maupun secara umum. 

1.  Membuat terbiasa untuk melakukan riset dengan efektif

Agar dapat berbicara di depan umum secara luwes dan meyakinkan, tentu saja kamu harus menguasai apa yang akan kamu sampaikan. Hal ini akan membiasakanmu dalam melakukan riset secara efektif serta membuat argumen yang kuat. 

2. Membantu merunutkan ide-idemu

Public speaking memiliki beberapa tujuan yaitu memberi informasi, ajakan, hiburan, atau mengenang sesuatu. Agar tujuan tersebut tercapai, kamu harus belajar untuk menyusun apa saja yang akan kamu sampaikan ketika berbicara. 

3. Mengembangkan kepercayaan diri

Ketika mempraktikkan public speaking dengan riset, penguasaan materi, dan penyampaian yang baik, kamu akan lebih percaya diri. Presentasi di kelas atau dalam meeting terkait pekerjaan ke depannya tidak akan menyurutkanmu. 

4. Meningkatkan kepemimpinan

Public speaking membuatmu dapat bersikap luwes dan terbuka sehingga membuatmu lebih dihargai oleh orang lain. Selain itu, kamu juga akan terbiasa untuk mendengarkan serta mengedepankan orang lain dan fokus pada tujuan bersama. 

5. Menginspirasi orang lain

Dengan keterampilan komunikasi yang baik, hal-hal yang kamu bicarakan akan lebih mudah ditangkap dan meninggalkan kesan bagi pendengar. Kamu akan mampu untuk meyakinkan orang lain dan juga menginspirasi mereka. 

Tingkatkan Skill-mu dan Jadi Makin Terampil Bersama Cakap Upskill

Contoh Penerapan Public Speaking

Setelah membaca penjelasan di atas, kamu mungkin mulai bertanya-tanya, kapan sih public speaking diterapkan? Sebenarnya, penerapan public speaking seringkali sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, misalnya:

1. Presentasi 

Presentasi merupakan contoh public speaking yang paling sering dilakukan, baik sebagai pelajar, mahasiswa, maupun pekerja. Meskipun mungkin tidak harus selalu formal, tapi butuh penguasaan materi serta cara presentasi yang baik dengan seni penyampaian agar audiens tidak bosan dengan presentasimu. 

2. Pidato/ceramah

Dalam situasi yang lebih formal, pidato adalah contoh public speaking yang tidak jarang kita lihat di kehidupan sehari-hari. Kegiatan ceramah agama juga termasuk dalam public speaking karena memberikan informasi berupa ajaran agama kepada audiens. 

3. Sambutan

Sebelum membuka sebuah acara, biasanya seseorang akan diminta untuk memberikan sambutan. Misalnya sambutan kepala sekolah dalam acara pentas seni, atau mungkin sambutan saudara atau teman dalam acara pertunangan atau pernikahan. 

4. Pemandu acara/MC

Contoh public speaking yang satu ini lebih sering ditemukan dalam konteks semi formal atau informal. Dibutuhkan keterampilan untuk membawakan acara dengan baik sambil terus menarik perhatian audiens untuk mengikutinya. 

5. Mengajar/memberi materi

Mengajar di sini tidak selalu berarti mengajar di kelas sekolah atau kuliah, namun termasuk memberikan materi dalam seminar dan sejenisnya. Selain menyampaikan materi, pembicara biasanya juga terlibat diskusi dan menjawab pertanyaan dari para peserta. 

tips dan teknik public speaking
Photo by Dani Hart

Tips dan Teknik Dasar Public Speaking

Selanjutnya adalah mengenai teknik dasar yang juga dapat kamu jadikan acuan untuk melatih public speaking-mu. 

1. Ketahui audiensmu

Dalam hal ini kamu harus telah terlebih dahulu mengetahui segala hal terkait audiens, seperti kekhawatiran atau impian mereka. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan materi atau informasi yang dibawakan relevan dengan mereka. 

2. Perhatikan nada dan intonasi

Nada dan intonasi adalah poin utama yang membuat audiens mendengarkan apa yang kamu bicarakan. Berbicaralah dengan tenang namun tegas sehingga suaramu terdengar meyakinkan. Perhatikan kapan sebaiknya kamu berhenti, melanjutkan, serta meninggikan suara atau sebaliknya. 

3. Tunjukkan bahasa tubuh yang baik

Bahasa tubuh yang diperlukan saat public speaking termasuk kontak mata dengan audiens, postur berdiri atau duduk, serta gerakan atau gesture yang kamu tunjukkan. Penggunaan gesture tertentu mungkin akan memberikan kesan lebih, misalnya gesture menggeleng saat mengatakan tidak. 

4. Kuasai materi yang akan disampaikan

Kamu bisa menggunakan empat metode yaitu membaca naskah, menghafal, menyiapkan sontekan, atau dengan menampilkan slide. Pastikan kamu memilih metode yang paling memudahkan dan benar-benar membantumu dalam melakukan public speaking.  

5. Cari tahu berbagai teknik penyampaian

Ketika melakukan public speaking, kamu harus mulai dari salam dan sapaan yang dilanjutkan dengan pembahasan dan juga penutupan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu sampaikan pada masing-masingnya: 

  • Pembuka: salam, sapaan, dan pengantar topik.
  • Isi: materi dengan sisipan humor, pertanyaan retoris, atau cerita singkat.
  • Penutup: ulang poin penting, lalu tutup dengan kutipan, peribahasa, atau pantun. 

 

6. Latihan

Tidak ada penampilan terbaik tanpa latihan dan pengalaman. Kamu dapat berlatih dengan merekam suaramu dan mendengarkan nada dan intonasi yang kamu gunakan. Kamu juga bisa berlatih di depan cermin untuk melihat gesture dan bahasa tubuhmu. 

Nah, demikianlah pembahasan mengenai public speaking, mulai dari pengertian hingga tips dan teknik dasar yang bisa kamu gunakan. Semoga memberimu pemahaman yang lebih baik, ya!

Materi mengenai public speaking juga bisa kamu dapatkan di Cakap Upskill, lho. Ambil kelas public speaking bersertifikat di Cakap dan dapatkan materi yang menarik bersama tutor berpengalaman. Yuk, daftar! #SiapaCakapDiaDapat

Referensi: 

– merriam-webster.com
– dictionary.cambridge.org
– courses.lumenlearning.com
– pickthebrain.com

Baca juga: 

Hilda
Lulusan Sastra Jepang dengan 4 tahun pengalaman menulis kreatif, terutama di bidang edukasi. Senang mencari tahu dan menjelaskannya kembali lewat tulisan.