Mengenal Pinyin dan Nada dalam Bahasa Mandarin

SiShiSeShe. Tiap kata ini memiliki pelafalan yang berbeda. Ditambah dengan nada, masing-masing kata memiliki arti yang juga berbeda.

Bahasa Mandarin memiliki lebih dari 10.000 karakter, membuatnya menjadi salah satu bahasa yang paling sulit. Ditambah lagi, bahasa Mandarin juga memiliki sistem suara dan nada yang sama sekali berbeda dengan kebanyakan bahasa pada umumnya, termasuk bahasa Indonesia.

Hal ini membuat banyak orang merasa takut sekaligus bingung untuk belajar bahasa Mandarin. Namun, bahasa Mandarin merupakan bahasa nomor satu yang paling banyak digunakan di dunia lho!

Kalau kamu berpikir untuk mulai belajar bahasa Mandarin, tapi mulai dari mana? Kamu bisa mulai dengan mengenali pengucapan dan nadanya terlebih dahulu. Pelafalan merupakan bagian paling dasar dalam menguasai bahasa Mandarin. Tanpa pelafalan yang tepat, kata dengan bunyi yang sama bisa memiliki arti yang berbeda.

Apa itu pinyin?

pinyinsource: giphy.com

Bahasa Mandarin bukanlah bahasa fonetik. Artinya, pengucapan suatu kata tidak terkait dengan penulisan karakternya. Karakter dalam bahasa mandarin yang biasa digunakan untuk menulis disebut Hanzi.

Pinyin merupakan sistem khusus yang ibuat untuk belajar pengucapan dari karakter-karakter bahasa Mandarin. Biasanya, pinyin juga digunakan oleh orang Tiongkok untuk mengetik hanzi di komputer atau smartphone.

Penulisan pinyin sama dengan alfabet di bahasa Indonesia. Namun, ejaan dan pengucapannya berbeda. Huruf-huruf pinyin tidak dibaca persis seperti pada bahasa Indonesia. Ada konsonan-konsonan yang dibaca persis seperti bahasa Indonesia, ada juga yang berbeda. Ada juga beberapa konsonan tambahan.

Baca Juga :

Konsonan dalam bahasa Mandarin

 

konsonan mandarin source: giphy.com

Konsonan yang dibaca sama seperti bahasa Indonesia antara lain:

  • f, l, m, n, s, w, y

Sementara konsonan yang bunyinya sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia ialah:

  • b, dilafalkan seperti huruf ‘p’ dalam bahasa Indonesia

contoh: 爸 (Bà) – dibaca ‘pa’ – arti: ayah

  • p, dilafalkan seperti ‘ph’

contoh: 怕 (Pà) – dibaca ‘pha’ – arti: takut

  • d, dilafalkan seperti huruf ‘t’

contoh: 大(Dà) – dibaca ‘ta’ – arti: besar

  • t, dilafalkan seperti ‘th’

contoh: 他 (Tā) – dibaca ‘tha’ – arti: dia

  • g, dilafalkan seperti huruf ‘k’

contoh: 高 (Gāo) – dibaca ‘kao’ – arti: tinggi

  • k, dilafalkan seperti ‘kh’

contoh: 口 (Kǒu) – dibaca ‘khou’ – arti: mulut

  • j, dilafalkan seperti huruf ‘c’

contoh: 家(Jiā) – dibaca ‘cia’ – arti: rumah

  • q, dilafalkan seperti ‘ch’

contoh: 去 (Qù) – dibaca ‘chi’ – arti: pergi

  • x, dilafalkan seperti huruf ‘s’

contoh: 小 (Xiǎo) – dibaca ‘siao’ – arti: kecil

  • r, dilafalkan seperti huruf ‘r’ tetapi dengan lidah ditekuk ke langit-langit mulut

contoh: 热 (Rè) – dibaca: ‘re’ -arti: panas

  • z, dilafalkan seperti huruf ‘c’

contoh: 早 (Zǎo) – dibaca ‘cao’ – arti: pagi

  • c, dilafalkan seperti ‘ch’

contoh: 从 (Cóng) – dibaca ‘chong’ – arti: dari

Ada pula konsonan-konsonan yang tidak ada dalam bahasa Indonesia, antara lain:

  • zh, dilafalkan seperti ‘c’ tetapi dengan lidah ditekuk ke langit-langit mulut

contoh: 这 (Zhè) – dibaca ‘ce’ – arti: ini

  • ch, dilafalkan seperti ‘ch’ tetapi dengan lidah ditekuk ke langit-langit mulut

contoh: 出(Chū) – dibaca ‘chu’ – arti: keluar

  • sh, dibaca seperti ‘sh’ tetapi dengan lidah ditekuk ke langit-langit mulut

contoh: 树 (Shù) – dibaca ‘shu’ – arti: pohon

 

Belajar Bahasa Mandarin Jadi Lebih Gampang Dengan Aplikasi Cakap. Yuk, Coba Trial Class-nya

Sejumlah konsonan memiliki aturan khusus, misalnya:

  • apabila ‘w’ diikuti dengan huruf ‘u’, maka dilafalkan seperti ‘u’

contoh: 午安 (Wǔ ān) – dibaca ‘u an’ – arti: selamat siang

  • apabila ‘y’ diikuti dengan huruf ‘i’, maka dilafalkan seperti ‘i’

contoh: 一 (Yī) – dibaca ‘i’ – arti: satu

  • apabila ‘s’, ‘sh’, ‘c’, ‘ch’, ‘z’, dan ‘zh’ diikuti huruf ‘i’, maka huruf ‘i’ tersebut dilafalkan seperti huruf ‘e’ pada kata ‘dekat’. Contoh:
  • 四 (Sì) – dibaca ‘se’ – arti: empat
  • 是 (Shì) – dibaca ‘she’ – arti: adalah
  • 吃 (Chī) – dibaca ‘che’ – arti: makan
  • 自己 (Zìjǐ) – dibaca ‘ce ci’ – arti: diri sendiri

Sementara untuk huruf-huruf vokal pada pinyin rata-rata dibaca seperti pada bahasa Indonesia. Namun, terdapat satu huruf vokal tambahan yaitu ‘ü’. Huruf ‘ü’ ini dilafalkan seperti ‘i’ dengan bentuk mulut ‘u’. Contoh:

  • 鱼 (Yú) – dibaca ‘yi’ – arti: ikan

Nada

Nada

Bahasa Mandarin merupakan bahasa bernada. Artinya, bunyi yang diucapkan mempengaruhi makna dari kata yang diucapkan. Sebuah kata, jika diucapkan dengan nada yang salah, bisa menyebabkan miskomunikasi.

Mandarin memiliki empat nada. Tabel di bawah ini dapat memberikan sedikit penjelasan mengenai nada-nada dalam bahasa Mandarin.

 NadaBunyiGoresanContoh
Nada ke-1Suara tinggi yang datarˉ妈 (Mā)
Nada ke-2Nada naik dari rendah ke tinggi seperti sedang mengucapkan kalimat tanyaˊ嘛 (má)
Nada ke-3Nada melengkung dari turun kemudian naik lagi, sesuai dengan goresannyaˇ马 (Mǎ)
Nada ke-4Nada turun dari tinggi ke rendah dan diucapkan dengan pendek dan kuatˋ骂 (Mà)

Nada ketiga dalam bahasa Mandarin memiliki aturan spesial. Ketika nada ketiga diikuti dengan nada ketiga lainnya, nada pada kata pertama otomatis berubah menjadi nada kedua. Namun dalam penulisan, nada keduanya tetap ditulis dalam bentuk nada ketiga.

Contoh: 你 + 好(Nǐ  + hǎo) menjadi你 好 (ní hǎo)

Nah, itu dia cara pengucapan dalam bahasa Mandarin! Mau belajar Mandarin lebih jauh? Kamu bisa coba Paket Bahasa Mandarin dari Cakap! Di Cakap, kamu bisa belajar langsung dari guru Mandarin profesional. Yuk mulai sekarang!

Baca Juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google