10 Cara Untuk Meningkatkan Daya Ingat Si Buah Hati

Cara Meningkatkan Daya Ingat

Parents, kita pasti pengen yang terbaik dong, untuk perkembangan anak? Selama tumbuh kembangnya, kegiatan si kecil pasti selalu melibatkan daya ingat, mulai dari belajar di sekolah sampai bermain dengan teman. Nah, sebenarnya ada lho, cara meningkatkan daya ingat si buah hati.

Kenapa daya ingat anak harus terus dipertajam? Daya ingat atau memory penting banget untuk kegiatan belajar anak. Anak yang memiliki daya ingat yang baik dapat lebih berprestasi di sekolahnya lho.

Parents, take a note!

Cara Meningkatkan Daya Ingat Anak

Table of Contents

Terapkan Pendekatan Multisensor

source: giphy.com

Seperti apa pendekatan multisensor? Misal, ketika kita mengajarkan anak untuk membuat kue, jangan hanya menunjukkan video cara membuat kue ya. Praktikan langsung dengan si kecil sehingga mereka bisa merasa, meraba, mencium, hingga menghitung berapa gram adonan yang dibutuhkan.

Memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan sesuatu secara multisensor dapat mendorong kemampuan daya ingat mereka akan melakukan suatu hal.

Buat Mind Map

source: giphy.com

Apa itu mind map? Mind map adalah suatu proses mencatat atau menggambar ide sebagai alat berpikir secara visual yang membantu kita dalam menganalisis informasi. Ajak anak untuk menghubungkan hubungan antara kata dan gambar dari suatu ide. Engagement yang dihasilkan dapat meningkatkan pemahaman anak.

Gunakan Banyak Warna

source: giphy.com

Yup, pastinya, semakin banyak warna, maka semakin menarik juga sesuatu bagi anak. Warna dapat mengembangkan memori visual seseorang. Coba ajak si buah hati untuk menggunakan pensil warna atau spidol berwarna untuk memperkuat ingatannya.

Misal, ketika membuat peraturan di rumah yang harus ditaati anak, beri warna merah bagi peraturan akan hal-hal yang nggak baik untuk dilakukan dan warna hijau untuk hal-hal baik.

Belajar dengan Lagu

source: giphy.com

Nah, apa nih, lagu favorit si kecil? Coba ganti liriknya dengan hal-hal yang dia sedang pelajari. Misal, ketika hendak mengajarkan anak cara membuang sampah sesuai jenisnya, coba ajarkan dengan cara diajak menyanyi. Nyanyikan dengan nada yang familiar dan menyenangkan ya!

Tanya-tanya? Harus!

source: giphy.com

Nggak cuma kita yang tanya, tapi anak juga harus kita dorong untuk berani bertanya ya! Jika kita kerap mengulang-ulang informasi kepada anak, informasi tersebut akan terus tertanam dalam ingatan mereka. Selain itu, pertanyaan juga dapat mengembangkan critical thinking skill anak lho.

Lakukan Syn-naps

source: giphy.com

Kalau belajar dan belajar terus, pastinya akan capek dong? Maka dari itu, di sela-sela kegiatan belajar, kita harus lakukan syn-naps bareng anak. Hmm, apa itu, syn-naps?

Syn-naps adalah kegiatan brain-breaks. Kegiatan ini dilakukan ketika sedang istirahat setelah belajar. Syn-naps yang bisa dicoba adalah menyanyi atau stretching. Coba lakukan syn-naps selama beberapa menit, barulah setelah itu, otak siap untuk bekerja lagi.

Story-telling!

source: giphy.com

Hanya penjelasan dari buku aja nggak cukup untuk meningkatkan daya ingat. Di film-film, sering kita temukan scene membacakan buku cerita anak sebelum tidur. Nah, bercerita dengan si kecil bisa membantu perkembangan daya ingat mereka lho.

Selepas membaca buku, coba ajak sang buah hati untuk menceritakan kembali kisah-kisah di buku tersebut. Bisa jadi, ada cerita yang relatable antara si kecil dengan tokoh dalam buku. Kalau ceritanya bisa relate ke kehidupan anak, anak dapat lebih mengingat cerita tersebut.

Nggak cuma untuk meningkatkan daya ingat, story-telling juga mengajarkan anak untuk mendengarkan dan menyimak orang lain ketika sedang berbicara.

Jangan Menghalangi Anak Untuk Beristirahat

source: giphy.com

Tentunya, otak juga butuh untuk istirahat. Habiskan 15-20 menit untuk beristirahat dengan melakukan aktivitas seperti minum air putih dan stretching. Kalau anak-anak overwork, informasi yang mau kita sampaikan nggak akan bisa diterima dengan maksimal.

Jangan sampai mereka stress ya, parents!

Tidur yang Cukup

source: giphy.com

Nggak cuma cukup, tapi juga harus teratur ya. Waktu tidur anak-anak dalam satu hari adalah 11-13 jam agar otak anak bisa bekerja secara optimal. Selain itu, kondisi dan kualitas tidur anak juga harus cukup agar anak nggak sampai kelelahan.

Menurut John Hopkins All Children’s Hospital, anak-anak yang mendapatkan tidur yang cukup cenderung lebih atentif, kemampuan belajar dan memorinya lebih berkembang, dan memiliki kondisi fisik dan mental yang baik.

Buatkan Makanan yang Bergizi

source: giphy.com

Pastinya, bukan makanan yang banyak micin ya, parents. Di masa pertumbuhan, otak anak-anak juga ikut berkembang. Untuk mendukung perkembangannya, ada baiknya parents lebih selektif dalam memasak dan membelikan makanan untuk si kecil.

Berikan anak minyak ikan atau makanan yang mengandung Omega-3. Ikan-ikan seperti salmon, sardin, dan tuna merupakan ikan yang mengandung Omega-3. Omega-3 menganduk lemak yang dapat membantu otak dalam mengelola perilaku anak karena manfaatnya dalam fungsi neurotransmitter.

Susu, yogurt, dan keju juga mengandung vitamin B yang berguna untuk perkembangan jaringan otak, neurotransmitters, dan enzim. Telur juga nggak kalah penting lho. Kandungan protein di dalamnya penting untuk perkembangan sel-sel.

Beberapa tips di atas bisa juga dipraktikkan untuk melatih konsentrasi anak lho. Cara meningkatkan daya ingat anak ini harus dilakukan secara rutin ya, parents. Make sure juga, semuanya harus dilakukan dengan cara yang seru biar nggak bosan!

bahasa inggris untuk anak

Baca Juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google