Terapkan 5 Tips Ini untuk Melatih Konsentrasi Anak!

Tips Latih Konsentrasi Anak

Membuat anak fokus terhadap suatu hal memang gak mudah, parents. Biasanya, mereka mudah terdistraksi dengan hal-hal di sekitar mereka sehingga mereka jadi sulit berkonsentrasi. Apalagi, anak-anak gampang banget bosan. Kalau sudah tidak suka belajar satu materi, pasti maunya nonton TV atau main game saja. 

Mereka pasti lebih tertarik untuk melakukan hal yang disukainya ketimbang harus mengerjakan hal yang bikin mereka bosan. Hal itu umumnya disebabkan karena ketidakteraturan pola hidup. Misalnya, pola makan atau istirahat. Faktor lainnya juga bisa karena kurangnya kontribusi orang tua dalam melatih konsentrasi anak.

Tapi, tenang saja! Cakap punya 5 cara meningkatkan konsentrasi anak yang bisa Anda terapkan. Yuk simak!

Lingkungan yang comfy

Cara meningkatkan konsentrasi anak yang pertama adalah dengan menciptakan lingkungan yang nyaman. Menjaga kebersihan setiap bagian rumah itu penting. Terutama area belajar dan bermain anak, atau bahkan kamar tidurnya. Kalau semua bersih dan tenang, anak pun jadi lebih nyaman beraktivitas!

Selain itu, jangan lupakan soal lighting ya. Usahakan seluruh area di rumah Anda memiliki pencahayaan yang cukup. Hindari lampu remang atau redup sebab hal itu akan mengganggu penglihatan anak.

Bye-bye gadget!

Ketika lagi melatih fokus anak, jangan sampai ada smartphone atau TV yang menyala. Kalau ada gadget di dekat mereka, mereka pun jadi mudah terdistraksi dan akhirnya meninggalkan hal yang seharusnya mereka kerjakan. Makanya, jauhkan dulu ya gadget-nya dari jangkauan anak.

Gadget boleh dinyalakan semisal anak menyukai musik. Faktanya, alunan musik pelan atau klasik dapat membantu meningkatkan konsentrasi anak. Namun, sesuaikan juga dengan karakter mereka ya. Jika mereka keberatan dengan alunan musik ketika melakukan sesuatu, berarti Anda perlu menjaga suasana supaya hening.

Bagaimana Cara Mengembangkan Bakat Anak?

Simak Tips Berikut

Tidur siang dan olahraga

Gak cuma dari asupan yang baik, istirahat serta olahraga itu wajib jadi rutinitas. Tidur siang sudah terbukti mampu melatih konsentrasi lho. Idealnya, tidur siang dilakukan selama 1 hingga 3 jam.

Tidur siang juga perlu diimbangi dengan olahraga. Anda dapat mengajak anak untuk melakukan olahraga yang menyenangkan seperti bersepeda atau berdansa. Kenapa sih harus olahraga? Karena aliran darah yang lancar dapat menjaga badan tetap bugar serta melatih konsentrasi. Jadinya, anak tidak akan cepat lelah, parents. Ayo, tanamkan pola hidup sehat kepada si kecil! 

Less sugar, please!

Hayo, jangan kebanyakan makan yang manis-manis! Ternyata, terlalu banyak mengonsumsi asupan yang mengandung gula berlebih berbahaya bagi kesehatan dan konsentrasi anak. Kalau keseringan makan atau minum manis, anak jadi mudah ngantuk. Alhasil, mereka malas mengerjakan sesuatu.

Ngantuk, terus tidur. Konsentrasinya jadi buyar lagi. Nah, mulai sekarang, beri asupan yang seimbang. Terutama untuk kadar gulanya. Selalu sediakan sayur dan buah supaya daya tahan tubuhnya ikut meningkat.

Let’s play games!

Main game untuk melatih konsentrasi anak? Boleh banget! Ada banyak jenis permainan yang gak cuma menarik, tapi mampu meningkatkan dan melatih fokus. Misalnya, permainan menyusun kata seperti scrabble. Atau permainan menghitung yang tersedia di aplikasi gadget. 

Carilah permainan yang turut membuatnya belajar berpikir. Anda dapat mengajak mereka bermain sebelum mengerjakan PR atau setelahnya. Ditambah lagi, ini dapat menjadi salah satu cara untuk membatasi penggunaan gadget.

Parents, coba terapkan 5 tips di atas untuk melatih fokus anak! Kalau fokus, anak pasti mudah menyerap informasi atau pembelajaran. Jika Anda ingin mengembangkan kemampuan anak Anda di luar jam sekolah, bisa juga dengan mencari alternatif-alternatif belajar dengan metode yang fun seperti Cakap for Kids. 

Di Cakap for Kids, anak bisa belajar bahasa asing dengan kurikulum Cambridge bersama pengajar yang sudah berpengalaman menangani anak-anak.

Belajar Bahasa Inggris Anak

Metode belajarnya juga dua arah sehingga anak bisa berinteraksi langsung dengan guru dan tidak bosan selama belajar.

Baca juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google