Merayakan Valentine di Jepang Seromantis Cokelat Manis!

Merayakan Valentine di Jepang Seromantis Cokelat Manis!

Bulan Februari semakin dekat dan begitu pun dengan hari Valentine. Jika kamu belajar bahasa Jepang tentu kamu juga pernah membaca tentang hari Valentine di Jepang. Begitu meriahnya hari itu dirayakan walau sebenarnya perayaan itu adalah budaya dari barat. Melihat kemeriahan tersebut, Cakap akan membahas tentang hari Valentine di Jepang, berikut ulasannya.

Sejarah Hari Valentine di Jepang

Merayakan Valentine di Jepang Seromantis Cokelat Manis!
sumber: giphy

Perayaan hari Valentine di Jepang dimulai di tahun 1950-an. Saat itu, anak perempuan yang menyatakan perasaannya kepada amak laki-laki dianggap radikal dan tabu. Dengan ditetapkannya hari di mana perempuan menyatakan perasaannya kepada laki-laki, yaitu hari Valentine, perempuan muda di Jepang saat itu mengambil risiko dan mengakui perasaan mereka kepada pujaan hati.

Saat itu, para pembuat cokelat dan hadiah menemukan peluang bisnis yang hebat sehingga mereka pun turut berkontribusi pada hari tersebut dengan menjual segala macampernak pernik untuk hari Valentine. Tindakan tersebut tidak hanya memberikan keuntungan bisnis tapi juga turut mengubah cara berinteraksi antara pria dan wanita di Jepang.

Hadiah Valentine di Jepang

Merayakan Valentine di Jepang Seromantis Cokelat Manis!
sumber: giphy

Hari Valentine identik dengan hadiah dan budaya barat. Awalnya hal ini ditentang oleh masyarakat namun lama-kelamaan menjadi tradisi tersendiri seperti hari Natal. Setiap tanggal 14 Februari, anak perempuan meberikan hadiah berupa cokelat, permen, boneka, atau bunga kepada pria yang mereka sukai. Biasanya hadiah tersebut berbentuk hati, namun ternyata ada berbagai jenis cokelat unutk hari Valentine. Misalnya,

Giri-Choco

Secara kaasrnya, ini berarti “cokelat wajib”. Hadiah cokelat ini biasanya diberikan kepada bos, teman, anggota keluarga, rekan kerja, atau pria lain yang dekat namun tidak memiliki hubungan asmara dengan si pemberi.

Memberikan giri-choco bukan berarti menyatakan cinta tapi juga tidak harus dianggap sebagaisebuah paksaan. Hanya sebagai simbol kasih sayang secara platonik karena sudah menjadi teman atau rekan yang baik.

Honmei-Choco

Di Jepang, honmei-choco diberikan kepada pacar, suami, atau prang lain yang spesial dalam hidup pemberi. Orang tersebut adalah orang yang ingin kamu berikan kasih sayang dengan cara memberikan cokelat, kue, dan/atau kudapan manis lainnya. Untuk cokelat jenis ini, biasanya pemberi tidak membelinya di toko melainkan membuatnya sendiri di rumah karena dengan begitu kasih sayang lebih tersalurkan.

Jibun-Choco

Merayakan Valentine di Jepang Seromantis Cokelat Manis!
sumber: giphy

Jibun-choco adalah cokelat yang dibeli dan dinikmati sendiri. Jadi jika kamu membeli cokelat Valentine untuk diri sendiri, itu tidak apa karena mencintai diri sendiri itu penting. Ini bukan berarti suatu hal yang buruk karena kamu juga bisa menikmati cokelat di hari Valentine. Tidah hanya memberi namun juga menikmati untuk diri sendiri.

Tomo-Choco

Tomo-choco adalah cokelat untuk teman. Para wanita membeli cokelat ini untuk diberikan kepada teman-teman perempuannya sehingga semua mendapatkan hadiah, kekasih, rekan kerja, teman, dan diri sendiri. Tomo-choco biasa dimakan saat berkumpul dengan teman-teman. Saling memberi, menerima, dan bergembira bersama.

Gyaku-Choco

Gyaku-choco merupakan cokelat yang diberikan oleh pria pada wanita. Memberikan cokelat kepada wanita bukanlah hal yang “tradisional” untuk dilakukan di hari Valentine karena biasanya pra pria melakukan hal ini saat White Day.

White Day

Merayakan Valentine di Jepang Seromantis Cokelat Manis!
sumber: giphy

Tepat satu bulan setelah hari Valentine, masyarakata Jepang merayakan White Day. White Day adalah hari di mana pria membalas budi kepada wanita yang memberinya hadiah ketika hari Valentine. Setiap tanggal 14 Maret, para pria memberikan hadiah beripa tas, pakaian, atau bunga kepada wanita yang memberikan mereka giri-choco.

Apa yang lebih romantis dari memanjakan pasanganmu dengan hadiah? Merayakan hari Valentine di Jepang sambil melatih percakapan bahasa Jepang untuk traveling akan menjadi momen yang sangat menyenangkan dan sekaligus bermanfaat.

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google