7 Ciri Toxic Parents yang Dapat Membahayakan Anak

toxic parents

Sebagai orang tua, memang sudah sewajarnya mengasuh anak dengan versi terbaik. Namun terkadang, dengan atau tanpa disadari ada beberapa cara mengasuh anak atau parenting yang kurang tepat dan keliru. Ada banyak hal atau peraturan kecil yang mungkin dianggap sederhana oleh para orang tua, tapi ternyata mengarah pada perilaku toxic parents.

Moms and Dads perlu tahu bahwa bukan hanya relationship lho yang bisa dikaitkan dengan hal yang toxic, tetapi parenting yang kurang tepat juga akan mengarah pada hal-hal yang toxic. Lalu, apa sih sebenarnya toxic parents? Toxic parents adalah perilaku toxic para orang tua yang tidak mengasuh atau memperlakukan anak dengan baik sebagai seorang individu. Sehingga, dapat berakibat negatif terhadap anak. Toxic parents akan mempengaruhi kesehatan mental dan jasmani anak yang tumbuh dalam lingkungannya.

Sebelum apa yang disebut toxic parents mengarah dan membentuk kepribadianmu sebagai orang tua, kenali dulu yuk tanda atau ciri-cirinya!

Mudah Marah dan Tidak Dapat Mengontrol Emosi

toxic parents
Photo from Freepik

Amarah dan emosi memang sifat manusiawi. Namun, jika dibiarkan berlarut dan mudah tersulut tentu dapat membahayakan anak. Toxic parents biasanya tidak dapat mengontrol emosi dengan baik, kemarahannya tidak dapat diprediksi. Di level terparah, mereka dapat mengatakan sesuatu yang menyakitkan kepada anak atau bahkan menggunakan kekerasan.

Berkuasa Atas Anaknya

toxic parents
Photo from Pexels

Toxic parents selalu merasa bahwa mereka memiliki hak sepenuhnya atas anak mereka. Tidak membiarkan ruang privasi bagi anak menentukan pilihannya sendiri. Para orang tua yang toxic selalu mengontrol anaknya di bawah kendali mereka. Bagi toxic parents, senjata yang paling ampuh untuk mengontrol anak adalah iming-iming dan memunculkan rasa bersalah pada anak.

Egois

toxic parents
Photo from Freepik

Orang tua yang selalu mementingkan diri mereka sendiri adalah egois. Toxic parents selalu berpikir bahwa kebutuhan dan keperluannya sajalah yang paling penting. Mereka cenderung mengabaikan perasaan anak dan tidak mengedepankan perkembangan anak dengan baik. Ego toxic parents selalu menggiring anak untuk melakukan apa yang diinginkan orang tuanya.

Kurangnya Rasa Empati terhadap Anak

toxic parents
Photo from Pixabay

Empati merupakan emosi di mana orang tua selalu memiliki perasaan atau pikiran yang sama dengan anaknya. Namun tidak bagi toxic parents. Mereka yang mendidik anak dalam toxic parenting tidak mengutamakan rasa empati. Padahal empati terdekat yang mungkin didapatkan oleh anak adalah dari orang tuanya.

Melakukan Kekerasan Verbal

toxic parents
Photo from Unsplash

Seperti yang sedikit disinggung di atas bahwa emosi dapat mengarah pada perilaku kekerasan. Lebih dari itu, toxic parents bisa secara terang-terangan melakukan kekerasan verbal terhadap anaknya. Demi menyalurkan emosi dan rasa “ketidakpuasan” terhadap anaknya, mereka mengisyaratkannya dengan bahasa kekerasan. Padahal seharusnya, orang tua hanya berhak menyayangi bukan melukai. Mengapa demikian? Karena orang tua dan rumah harusnya merupakan tempat yang paling aman dan nyaman di bumi ini.

Selalu Menyalahkan dan Mengkritik Anak

toxic parents
Photo from Unsplash

Moms and Dads perlu tahu ya bahwa menasihati dan memberi masukan itu berbeda dengan menyalahkan dan mengkritik. Toxic parents selalu menyalahkan anaknya atas kesalahan atau kejadian yang tidak diinginkan. Saat hal itu terjadi, para orang tua yang toxic akan mengkritik anak habis-habisan dan selalu mencari kesalahan, tidak pernah memberi apresiasi, tidak pernah memberi motivasi. Padahal ada hal lain yang seharusnya Moms and Dads lakukan, yaitu memberikan pemahaman agar anak dapat memperbaiki kesalahannya.

Kebahagiaan Orang Tua adalah Tanggung Jawab Anak

toxic parents
Photo from Pexels

Toxic parents akan selalu berpikir bahwa anak bertanggung jawab untuk memberikan kebahagiaan kepada mereka. Namun, mereka lupa bahwa kebahagiaan itu tidak diberikan, tapi dicari bersama-sama. Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang dikorbankan oleh sebelah pihak. “Kebahagiaan” yang sejati haruslah dirasakan oleh kedua belah pihak, yaitu orang tua dan anak. Orang tua harus berperan sebagai support system bagi anak untuk mendapatkan apa yang terbaik, sedangkan anak berusaha untuk meraihnya.

Itulah 7 ciri-ciri toxic parents yang harus dikenali. Sebagai orang tua yang baik dan bijak, sudah semestinya menghindari hal-hal tersebut.

Buat Moms and Dads yang tidak ingin ketinggalan berbagai kegiatan seputar parenting dan cara mengasuh anak yang baik dan sesuai dengan kebutuhan mereka, kalian bisa join Parents Lyfe Club sekarang juga!

Baca Juga:

Lely
Saya adalah pencinta sastra dan gemar menyelami tulisan-tulisan lama. Saya percaya bahwa “Menulis, menciptakan ide/gagasan, dan berbagi pengetahuan adalah cara untuk tetap ada dalam pusaran sejarah”.