Supply Chain Management: Pengertian, Tujuan, Proses & Contoh

supply chain management adalah
aleksandarlittlewolf from Freepik

Pernahkah kamu terpikirkan apa saja yang dilalui suatu produk sejak tahap produksi hingga bisa sampai ke tanganmu? Jawaban untuk pertanyaan ini adalah apa yang disebut dengan Supply Chain. Istilah yang sering terdengar sekaligus asing, bukan? 

Nah, dalam pembahasan kali ini kita akan membahas tentang Supply Chain dan Supply Chain Management dan seluk beluknya. Simak penjelasan berikut untuk menambah pengetahuanmu, ya! 

Table of Contents

Pengertian Supply Chain Management & Supply Chain

Sebelum membahas lebih jauh mengenai Supply Chain Management, kita harus memahami apa itu Supply Chain terlebih dahulu. 

Supply Chain adalah jaringan individu, perusahaan, sumber daya, aktivitas, dan teknologi yang digunakan untuk menjual produk atau layanan. Rangkaiannya di mulai sejak bahan mentah dari supplier ke produsen hingga pengiriman produk dan layanan pada konsumen. 

Supply Chain Management (SCM) adalah tindakan pengawasan pada setiap titik kontak dari rangkaian Supply Chain. Tujuannya adalah menjaga efisiensi pengeluaran atau biaya sepanjang prosesnya karena akan berdampak pada laba perusahaan. 

Dengan demikian, Supply Chain dan Supply Chain Management adalah dua hal yang berbeda. Supply chain ibarat sebuah rantai, sementara Supply Chain Management adalah bagaimana menjaga setiap sambungan rantai tersebut agar tidak putus, rusak, dan berkarat. 

Cara Kerja Supply Chain Management

Berdasarkan penjelasan di atas, Supply Chain Management merupakan upaya untuk mengembangkan dan menerapkan Supply Chain yang efisien dan ekonomis. Hal ini dilakukan dengan menghubungkan sistem produksi, pengiriman, dan distribusi secara terpusat. 

Dengan mengelola rangkaian Supply Chain tersebut, perusahaan dapat memangkas biaya serta melakukan pengiriman dengan lebih cepat. Caranya adalah dengan mengontrol persediaan dengan ketat, produksi, distribusi, penjualan, dan persediaan.

Jadikan Dirimu Makin Berkembang dan Terampil Bersama Cakap Upskill

Manfaat dan Tujuan Supply Chain Management 

Supply Chain Management adalah suatu hal yang wajib dilakukan oleh suatu perusahaan karena memiliki beberapa manfaat, yaitu:

Akses End-to-end terhadap Supply Chain

Dengan adanya Supply Chain Management, segala aspek yang terjadi dalam Supply Chain menjadi lebih terpantau dan terawasi. Selain itu, dengan bantuan teknologi, data pergerakan dari setiap prosesnya dapat dipantau sehingga kelancarannya terjamin. 

Meningkatkan efisiensi

Supply Chain Management terintegrasi dengan teknologi yang memungkinkan perusahaan memiliki akses data secara real-time. Hal ini meningkatkan efisiensi dalam mendeteksi kendala dan mencari solusi untuk kendala tersebut. 

Meminimalisasi Biaya

Supply Chain Management dapat digunakan untuk mencari tahu metode terbaik dalam menghemat biaya pengiriman. Selain itu, scm dapat memprediksi permintaan akurat yang dapat mengurangi biaya yang berlebihan. 

supply chain management
Photo by Freepik

Proses Supply Chain Management

Ada beberapa proses untuk Supply Chain Management bagi suatu perusahaan, yaitu: 

Planning (Perencanaan)

Proses SCM biasanya dimulai dengan perencanaan sehingga kebutuhan pelanggan cocok dengan yang dapat diberikan oleh manufaktur. Dalam tahap ini, perusahaan harus dapat memprediksikan kebutuhan bisnis dan apa yang harus dilakukan untuk mewujudkannya. Hal ini akan berkaitan dengan bahan baku, peralatan, dan juga sumber daya manusia sepanjang prosesnya. 

Sourcing (Pengadaan)

SCM yang efisien akan sangat bergantung pada hubungan antara perusahaan dan supplier sebagai pemasok bahan baku produksi. Ada hal-hal yang harus dipastikan terkait sumber daya ini. Mulai dari bahan baku yang sesuai dengan kebutuhan, harga yang sesuai dengan ekspektasi pasar, track record serta fleksibilitas vendor, dan sebagainya. 

Manufacturing (Manufaktur)

Proses manufaktur merupakan proses yang melibatkan pengolahan bahan mentah menjadi produk akhir dengan melibatkan mesin, tenaga kerja, dan sumber daya lainnya. Dalam proses ini perusahaan harus mengawasi berbagai kendala yang mungkin terjadi, misalnya pemborosan bahan baku akibat kurang terampilnya tenaga kerja. Hal ini harus dicari solusinya dengan SCM. 

Delivering (Pengiriman)

Proses selanjutnya dalam SCM adalah distribusi produk hasil manufaktur ke tangan pelanggan. Dalam tahap ini perusahaan harus memiliki sumber daya logistik dan jaringan pengiriman yang kuat sehingga produk dapat didistribusikan dengan aman, hemat biaya, dan tepat waktu. Perusahaan juga harus memiliki rencana cadangan untuk pengiriman dalam keadaan darurat dan sulit. 

Returning (Pengembalian)

Salah satu yang menjadi masalah dalam Supply Chain adalah adanya ketidakpuasan pelanggan yang berujung dengan pengembalian barang. Dalam proses ini perusahaan harus memiliki kemampuan untuk menerima produk yang dikembalikan serta dapat melakukan pengembalian dana. Selain itu, perusahaan juga harus mengidentifikasi masalah seperti produk yang rusak, kadaluwarsa, serta salah produk. 

Ikuti Berbagai Seminar Pengembangan Diri Gratis di Aplikasi Cakap

Contoh Penerapan Supply Chain Management

Supply Chain Management dapat diimplementasikan pada perusahaan konvensional maupun perusahaan teknologi seperti e-commerce. Contoh implementasi ini dapat dalam aktivitas seperti perencanaan, pengadaan bahan baku, produksi, pengiriman, hingga pengembalian seperti pada proses di atas. 

Amazon adalah salah satu perusahaan yang menerapkan Supply Chain Management dengan baik dengan pengoperasian marketplace dengan 10 juta produk berbeda. Mereka memanfaatkan tingkat inventaris serendah mungkin dengan kecepatan pengiriman yang luar biasa. 

Selain Amazon, Unilever juga terdepan dalam Supply Chain untuk produk harian. Dengan berbagai produk mulai dari makanan, bahan pembersih, hingga kosmetik, mereka berhasil dalam mengelola Supply Chain dengan efektif. Penggunaan teknologi yang tepat berperan besar di sini sehingga mereka bisa menghemat miliaran dolar biaya. 

Demikianlah pembahasan mengenai Supply Chain Management kali ini. Semoga memberimu gambaran mengenai pengertian, tujuan, cara kerja, serta contoh penerapannya, ya! 

Materi-materi spesifik mengenai dunia bisnis seperti ini juga bisa kamu dapatkan di kelas Cakap Upskill, lho. Selain menambah wawasan, kamu juga akan mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan sebagai penunjang kariermu di bidang yang relevan. Cek dan daftar kelas Cakap Upksill sekarang, ya! #SiapaCakapDiaDapat

Referensi: 

– investopedia.com 
– naukri.com 
– techtarget.com 
– ribble-pack.co.uk

 

Baca juga: 

Hilda
Lulusan Sastra Jepang dengan 4 tahun pengalaman menulis kreatif, terutama di bidang edukasi. Senang mencari tahu dan menjelaskannya kembali lewat tulisan.