Pengertian, Rumus, dan Contoh 4 Tipe Conditional Sentence

penjelasan conditional sentence

Pernah denger lagu Beyonce yang If I Were a Boy? Nah, itu salah satu contoh conditional sentence tuh, Sobat Cakap! Jadi conditional sentence ini digunakan untuk membuat kalimat pengandaian dalam bahasa Inggris

Tapi conditional sentence ini ada beberapa jenis, penggunaannya tergantung pada fungsi kalimatnya. Pada dasarnya, conditional sentence terdiri dari 2 klausa, if clause dan main clause. Bentuk tenses kedua klausa ini bisa berubah berdasarkan jenis conditional sentence yang kamu pakai. 

Ada 4 tipe conditional sentence. Yuk pelajari lebih lanjut masing-masing tipenya dari penjelasan di bawah ini!

Conditional Tipe 0

Conditional sentence ini digunakan untuk menggambarkan fakta atau kebenaran umum yang sudah pasti. Misalnya, jika kamu memanaskan air, air itu akan mendidih. Sudah pasti terjadi bukan? 

Untuk conditional tipe ini, rumusnya adalah sebagai berikut: 

If + simple present tense, simple present tense

Contoh:

  • If you heat water, it boils. (Jika kamu memanaskan air, airnya akan mendidih.)
  • If you freeze water, it becomes ice. (Jika kamu membekukan air, airnya akan menjadi es.)

Baca juga: Simple Present Tense, Tense Yang Paling Sering Digunakan Dalam Bahasa Inggris

Conditional Tipe 1

Conditional tipe 1 digunakan untuk menggambarkan situasi yang mungkin atau diandaikan terjadi di masa depan dan memiliki kemungkinan yang besar untuk benar-benar terjadi. Rumusnya adalah sebagai berikut:

If + simple present tense, simple future

Contoh:

  • If you study, you will pass the exam. (Jika kamu belajar, kamu akan lulus ujian.)
  • If you wash your hands, you won’t get sick. (Jika kamu cuci tangan, kamu tidak akan sakit.)

Dalam kedua kalimat di atas, berarti ada kemungkinan situasi tersebut tidak terjadi. Misalnya kalaupun belajar, bisa saja tetap tidak lulus. Atau walaupun cuci tangan, tetap bisa sakit. Namun, masih ada kemungkinan besar bahwa kamu akan lulus ujian (kalimat pertama) dan tidak sakit (kalimat kedua). 

Conditional Tipe 2

Berbeda sedikit dari conditional tipe 1, conditional tipe 2 digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak realistis atau memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk terjadi. Misalnya membayangkan sesuatu yang tidak mungkin atau berangan-angan. Rumus conditional tipe 2 adalah sebagai berikut: 

If  + past tense, would + infinitive

Contoh: 

  • If I were you, I would rest right now. (Jika aku adalah kamu, aku akan beristirahat sekarang.)
  • If you owned a theme park, what would you do? (Jika kamu mempunyai taman hiburan, apa yang akan kamu lakukan?)

Dalam kalimat pertama, jelas situasi tersebut tidak realistis. Tidak mungkin ‘aku’ bisa menjadi ‘kamu’. Dalam kalimat kedua, ada kemungkinan ‘kamu’ akan memiliki taman hiburan, tapi kemungkinan tersebut sangat kecil. 

Yang juga perlu diperhatikan adalah penggunaan ‘were’ dalam kalimat pertama. Kamu mungkin bertanya, I bukannya pakai ‘was’ ya? Nah, dalam conditional sentence tipe 2, semua subjek baik itu tunggal atau jamak semuanya menggunakan were. Jadi was sama sekali tidak dipakai ya. 

Kata would juga bisa diganti dengan beberapa auxiliary verb lainnya seperti could atau might

Conditional Tipe 3

Kalau dari conditional tipe 1 dan 2 membicarakan kondisi yang belum terjadi, conditional tipe 3 digunakan untuk merujuk ke masa lalu dan berandai-andai bagaimana situasi saat ini bisa berbeda jika yang terjadi di masa lalu berbeda. Rumusnya adalah sebagai berikut:

If + past perfect, would have + V3

Contoh:

  • If I had done my homework, I would have been able to play now. (Jika saja saya sudah mengerjakan PR saya, saya sekarang bisa bermain.)
  • If she hadn’t tried, she wouldn’t have gotten the scholarship. (Jika saja dia tidak mencoba, dia tidak akan mendapatkan beasiswa.)

Artinya, klausa utama dalam kedua kalimat di atas tidak benar-benar terjadi. ‘Saya’ tidak bisa bermain sekarang karena nyatanya belum mengerjakan PR. ‘Dia’ nyatanya mendapatkan beasiswa karena dia telah mencoba.

Kalau dirangkum, rumus keempat tipe conditional sentences adalah sebagai berikut:

Type

If Clause

Main Clause

0

simple present tense

simple present tense

1

simple present tense

simple future

2

simple past tense

would + V1

3

past perfect tense

would have + V3

Gimana, sudah mulai paham kan? Berlatih terus ya biar lebih paham dan gak mudah lupa. Ingin lebih ngerti lagi soal grammar dan aspek bahasa Inggris lainnya? Yuk gabung bareng Sobat Cakap lainnya dan latih bahasa Inggrismu sekarang di Cakap English Club. Baca juga daftar istilah grammar yang harus kamu ketahui.

tongue twister

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google