Exclusive E-Book: Tips dan Trik Belajar Dasar Bahasa Jepang Untuk Pemula Dengan Mudah

Belajar Bahasa Jepang Dengan Cepat

Table of Contents

Bahasa Jepang merupakan bahasa terpopuler ke-9 di dunia. Saat ini banyak perusahaan besar yang mensyaratkan fasih berbahasa Jepang sebagai salah satu kualifikasi minimum.

Jika Sobat Cakap tidak mempersiapkan diri dengan belajar bahasa Jepang, maka besar kemungkinan kamu akan melewatkan kesempatan untuk bisa bekerja di perusahaan besar. Karena itu sebelum masuk ke dunia kerja, ada baiknya Sobat Cakap belajar bahasa Jepang agar bisa memenuhi kualifikasi minimum beberapa perusahaan besar.

Kami paham situasi ini dan siap bantu Sobat Cakap untuk mulai perjalanan belajar bahasa Jepang untuk pemula. 

Ebook ini membahas lengkap 6 materi utama dalam belajar bahasa Jepang untuk pemula. Simpan ebook ini sebagai pedoman utama Sobat Cakap dalam mempelajari bahasa Jepang.

Bagian 1 | Introduksi Bahasa Jepang

Jepang merupakan salah satu negara paling maju di dunia. Inovasi teknologi banyak terjadi di sana. Ini bisa dilihat dari banyaknya perusahaan teknologi yang lahir di negara tersebut. Tapi kalau ingin bekerja di Jepang, belajar bahasa Jepang tentu jadi hal pertama yang perlu Sobat Cakap kuasai.

Sebelum mulai belajar bahasa Jepang untuk pemula, apa sih bahasa Jepang itu? Sobat Cakap tentu sudah memiliki sedikit gambaran.

Bahasa Jepang merupakan bahasa resmi negara Jepang. Menempati urutan ke-9, bahasa ini menjadi salah satu bahasa paling populer di dunia. Jumlah penuturnya bahkan mencapai 125 juta jiwa di seluruh dunia. 

Selain digunakan di Jepang, kosakata bahasa Jepang juga banyak dituturkan di negara-negara bekas jajahan negara Jepang. Sebut saja seperti Tiongkok dan Korea Selatan. Akibat migrasi penduduk Jepang, bahasa Jepang juga bisa ditemukan di Amerika Serikat dan Brazil.

Sejarah Bahasa Jepang

Bahasa Jepang punya sejarah panjang. Bahkan jika dilihat dari beberapa kata yang digunakan, bahasa Jepang sebenarnya cukup banyak mengadopsi bahasa Mandarin. Dalam beberapa hal, bahasa Jepang juga punya kesamaan dengan bahasa Korea.

Tulisan bahasa Jepang atau Kanji berasal dari bahasa Mandarin. Tulisan ini pertama kali diperkenalkan di Jepang pada abad ke-4 Masehi. Sebelum itu, bangsa Jepang belum memiliki sistem tulisan sendiri.

Di abad ke-6, orang-orang Yamato mendirikan dinasti di Jepang. Dari sinilah bahasa Jepang mulai berkembang.

Di era Edo (1603-1868), bahasa Jepang sudah terbentuk secara utuh dan semakin berkembang di era Meiji. Di era Meiji, banyak kosakata Barat yang diadopsi ke dalam bahasa Jepang. Karena itulah, beberapa kosakata bahasa Jepang terdengar mirip seperti bahasa Inggris.

Fakta Unik Bahasa Jepang

Selain dikenal sebagai salah satu bahasa paling populer di dunia, bahasa Jepang juga punya beberapa fakta menarik. Berikut beberapa fakta unik seputar bahasa Jepang.

1. Bahasa Jepang adalah salah satu bahasa dengan pengucapan tercepat

Kalau Sobat Cakap pernah mendengar percakapan bahasa Jepang, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan kecepatan berbicara orang-orang Jepang. Cara mereka bicara seperti ada yang mengejar. Padahal memang seperti itulah kecepatan standar orang Jepang berbicara dengan bahasa Jepang.

Dalam sebuah studi yang melibatkan penutur native dari beberapa bahasa, kecepatan percakapan bahasa Jepang tercatat berada di puncak. Per detiknya tercatat ada sebanyak 7,84 suku kata yang diucapkan.

2. Bahasa Jepang banyak meminjam kata-kata dari bahasa lain

Sobat Cakap tentu pernah mendengar ada beberapa kosakata bahasa Jepang yang terdengar mirip dengan kata-kata dari bahasa lain. Misalnya saja seperti “terebi” yang diadopsi dari kata bahasa Inggris “TV” dan kata “arubaito” (pekerja paruh waktu, yang diserap dari kata bahasa Jerman “arbeit” (pekerjaan).

Bahasa Jepang memang dikenal sebagai salah satu bahasa yang paling banyak meminjam kata-kata dari bahasa lain. Jadi kalau Sobat Cakap baru belajar bahasa Jepang sehari-hari, jangan heran kalau ada beberapa kata yang terdengar begitu familiar dengan kata dari bahasa lain.

3. Dalam bahasa jepang kata “Jepang” berarti “Negeri Matahari Terbit”

Sebenarnya Jepang merupakan kata asing. Biasanya, kata tersebut lebih sering diucapkan oleh orang luar. Bagi bangsa Jepang sendiri, mereka lebih sering menyebut negerinya dengan sebutan “Nihon” atau “Nippon”.

Jika diterjemahkan secara kasar, kata “Nihon” atau “Nippon” dapat diartikan sebagai “Negeri Matahari Terbit”. Mungkin karena itulah selain disebut Jepang, banyak orang asing yang menyebutnya negeri matahari terbit.

4. Punya banyak homofon

Salah satu tantangan belajar kosakata bahasa Jepang adalah banyaknya kata yang terdengar mirip. Misalnya saja seperti kata “shin”. Dalam percakapan bahasa Jepang, kata “shin” punya pelafalan yang sama. Namun jika menilik artinya, kata tersebut punya arti yang berbeda.

Kata “shin” bisa diartikan “Tuhan”, “untuk maju”, “baru”, “benar”, “untuk percaya”, “hati”, “melar” atau “orang tua”. Karena itu kalau Sobat Cakap baru belajar bahasa Jepang sehari-hari, jangan lupa untuk memperhatikan kalimat secara utuh.

5. Sekitar 10% pengguna internet menggunakan bahasa Jepang

Penutur bahasa Jepang memang cuma mewakili 2% dari total populasi di dunia. Tapi di dunia maya, bahasa Jepang merupakan bahasa ketiga terbesar atau digunakan oleh sekitar 10% pengguna internet.

Pembagian Bahasa Jepang

Kalau dilihat dari tulisannya, kosakata bahasa Jepang bisa dibagi menjadi tiga bagian. Ada kanji, ada Hiragana dan ada Katakana.

Kanji biasanya digunakan untuk menuliskan sebagian besar kata-kata semantik. Untuk menulis morfem gramatikal, tulisan yang digunakan adalah Hiragana. Sedangkan untuk menuliskan kata-kata serapan dari bahasa asing, tulisan yang digunakan adalah Katakana.

Bagian 2 | Huruf Dalam Bahasa Jepang

Hiragana

Cara belajar bahasa jepang sebaiknya dilakukan secara berurutan. Selain belajar tentang kosakata bahasa Jepang, Sobat Cakap juga perlu belajar tentang huruf dalam bahasa Jepang. Salah satunya adalah huruf Hiragana. Waktu baru belajar bahasa Jepang untuk pemula, biasanya huruf inilah yang diajarkan.

Hiragana merupakan aksara suku kata yang dibentuk dari penyederhanaan huruf Kanji. Huruf Hiragana tidak memiliki arti dan hanya mewakili suatu bunyi. Biasanya, huruf Hiragana digunakan untuk menulis akhiran kata, menulis kata benda, kata sifat dan kata keterangan, sebagai teks bacaan anak-anak dan furigana atau teks kecil cara membaca kata kanji.

Huruf Hiragana

Huruf Hiragana terdiri dari Hiragana dasar dan turunan. Secara keseluruhan, huruf Hiragana sendiri terdiri dari 46 huruf utama. Berikut huruf-huruf tersebut.

a

i

u

e

o

ka

ki

ku

ke

ko

sa

shi

su

se

so

ta

chi

tsu

te

to

na

ni

nu

ne

no

ha

hi

fu

he

ho

ma

mi

mu

me

mo

 

 

ya

 

yu

 

yo

ra

ri

ru

re

ro

 

wa

wo

n

Huruf Konsonan Hiragana

Huruf konsonan dalam hiragana sebenarnya hanya ada satu, yakni huruf “n”. 

n

Huruf Hiragana Digabungkan dengan “ya”, “yu” atau “yo”

Beberapa huruf Hiragana ada yang mengalami perubahan menyimpang. Hiragana ini disebut dengan Hiragana Youon atau suara bengkok. Bunyi Hiragana Youon sendiri terbentuk dari bunyi ki, shi, chi, ni, hi, mi, ri, gi, ji, bi dan pi yang mendapat penambahan ya, yu atau yo.

きゃ

きゅ

きょ

kya

kyu

kyo

しゃ

しゅ

しょ

sha

shu

sho

ちゃ

ちゅ

ちょ

cha

chu

cho

にゃ

にゅ

にょ

nya

nyu

nyo

ひゃ

ひゅ

ひょ

hya

hyu

hyo

みゃ

みゅ

みょ

mya

myu

myo

りゃ

りゅ

りょ

rya

ryu

ryo

ぎゃ

ぎゅ

ぎょ

gya

gyu

gyo

じゃ

じゅ

じょ

ja

ju

jo

びゃ

びゅ

びょ

bya

byu

byo

ぴゃ

ぴゅ

ぴょ

pya

pyu

pyo

Katakana

Setelah belajar huruf Hiragana, tahapan cara belajar bahasa Jepang berikutnya adalah mempelajari huruf Katakana. Sama seperti huruf Hiragana, huruf Katakana juga merupakan aksara suku kata. Namun berbeda dengan huruf Hiragana yang biasa digunakan untuk menuliskan kata-kata asli, huruf Katakana digunakan untuk menulis kata-kata serapan.

Huruf Katakana

Bentuk huruf Katakana lebih sederhana dibanding Hiragana. Secara keseluruhan, huruf Katakana memiliki 46 karakter utama.

a

i

u

e

o

ka

ki

ku

ke

ko

sa

shi

su

se

so

ta

chi

tsu

te

to

na

ni

nu

ne

no

ha

hi

fu

he

ho

ma

mi

mu

me

mo

 

 

ya

 

yu

 

yo

ra

ri

ru

re

ro

 

wa

wo

n

Huruf Konsonan Katakana

Sama seperti Hiragana, huruf konsonan dasar Katakana hanya ada satu, yakni “n”.

n

Huruf Katakana Digabungkan dengan “ya”, “yu” atau “yo”

Dalam huruf Katakana juga dikenal suara bengkok. Berikut karakter-karakternya.

キャ

キュ

キョ

kya

kyu

kyo

シャ

シュ

ショ

sha

shu

sho

チャ

チュ

チョ

cha

chu

cho

ニャ

ニュ

ニョ

nya

nyu

nyo

ヒャ

ヒュ

ヒョ

hya

hyu

hyo

ミャ

ミュ

ミョ

mya

myu

myo

リャ

リュ

リョ

rya

ryu

Ryo

ギャ

ギュ

ギョ

gya

gyu

gyo

ジャ

ジュ

ジョ

ja

ju

jo

ビャ

ビュ

ビョ

bya

byu

Byo

ピャ

ピュ

ピョ

pya

pyu

pyo

Kanji

Huruf Kanji merupakan kelompok huruf yang awal dikenal di Jepang. Huruf ini muncul sebelum huruf Hiragana dan Katakana banyak digunakan. Bentuk huruf kanji sendiri banyak mengadopsi huruf Cina (Hanzi) yang merupakan huruf Dinasti Han. Dari huruf inilah huruf Hiragana dan Katakana dibuat.

Berbeda dengan huruf Hiragana dan Katakana, huruf Kanji mewakili satuan bunyi atau makna spesifik. Biasanya huruf Kanji digunakan untuk kata benda atau bagian dari kata kerja dan kata sifat.

Bentuk huruf Kanji ini sangat rumit. Jumlahnya juga sangat banyak. Karena itu dalam tahapan cara belajar bahasa Jepang huruf ini baru dipelajari setelah Sobat Cakap menguasai huruf Hiragana dan Katakana.

Cara Baca Huruf Kanji

Huruf Kanji bisa dibaca dengan beberapa cara. Bagi Sobat Cakap yang sedang belajar bahasa jepang sehari-hari, ada dua cara yang paling umum digunakan untuk membaca huruf Kanji. Kedua cara tersebut adalah On’yomi dan Kun’yomi.

On’yomi adalah cara pengucapan huruf Kanji yang didasarkan pada pelafalan bahasa Cina. Namun karena dinilai sulit bagi orang Jepang, cara bacanya disesuaikan dengan vokal Jepang. 

Di sisi lain, kun’yomi adalah pelafalan huruf Kanji yang didasarkan pada pelafalan kata-kata asli bahasa Jepang. Selain itu, pengucapannya juga disesuaikan dengan arti dari huruf Kanji tersebut.

Huruf Kanji

Jumlah huruf Kanji sebenarnya ada banyak, bahkan mencapai ribuan karakter. Meski demikian, hanya beberapa huruf Kanji saja yang kerap digunakan. Jika Sobat Cakap baru mulai belajar bahasa Jepang, kamu bisa mulai dari 20 huruf Kanji dasar berikut ini.

  • Huruf Kanji Satu Goresan

ichi (いち): “satu” 

  • Huruf Kanji Dua Goresan

ni (): dua
shichi (しち): tujuh
hachi (はち): delapan
kyuu (きゅう): sembilan
juu (じゅう): sepuluh
hito (ひと): manusia/orang
chikara (ちから): kekuatan
hai(ru) (はいる): memasuki

  • Huruf Kanji Tiga Goresan

san (さん): tiga
sen (せん): ribu
ue (うえ): atas
shita (した): bawah
oo(kii) (おおきい): besar
chii(sai) (ちいさい): kecil
yama (やま): gunung
kawa (かわ): sungai
tsuchi (つち): tanah
onna (おんな): wanita
ko (): anak
kuchi (くち): mulut
yuu (ゆう): sore

Bagian 3 | Angka, Tanggal dan Waktu

Angka

Angka 1 Sampai 10

Setelah mengenal berbagai jenis huruf, tahapan cara belajar bahasa Jepang berikutnya adalah mempelajari angka dalam bahasa Jepang. Sobat Cakap bisa memulainya dari angka-angka dasar, yakni 1-10. Angka 0-10 ditulis dalam tulisan Kanji. Untuk lebih jelasnya, berikut cara penulisan dan pelafalannya.

Angka

Kanji

Pelafalan

0

rei/ree/zero

1

ichi

2

ni

3

san

4

yon/shi

5

go

6

roku

7

nana/shichi

8

hachi

9

kyuu/ku

10

juu

Angka 11 Sampai 19

Angka belasan dalam bahasa Jepang ditulis dengan angka 10 (juu) ditambah angka dasar. Jadi kalau ditulis, berikut penulisannya.

Angka

Kanji

Pelafalan

11

十一

juu-ichi

12

十二

juu-ni

13

十三

juu-san

14

十四

juu-yon/juu-shi

15

十五

juu-go

16

十六

juu-roku

17

十七

juu-nana/juu-shichi

18

十八

juu-hachi

19

十九

juu-kyuu/juu-ku

Angka 20 Sampai 30

Angka puluhan dengan satuan ditulis dengan pola “angka puluhan + angka satuan”. Sebagai contoh untuk angka 21, angka tersebut dapat ditulis “ni juu ichi”.

Angka

Kanji

Pelafalan

20

二十

ni-juu

21

二十一

ni-juu-ichi

22

二十二

ni-juu-ini

30

三十

san-juu

Angka 10 – 90 (Puluhan)

Saat belajar bahasa Jepang sehari-hari, pemakaian angka puluhan tergolong sering. Angka puluhan dalam bahasa Jepang dapat ditulis dengan cara mengalikan angka dasar dengan 10 (juu). Untuk lebih sederhananya, angka puluhan dalam bahasa Jepang dapat ditulis dengan pola “angka dasar + juu”.

Angka

Kanji

Pelafalan

10

juu

20

二十

ni-juu

30

三十

san-juu

40

四十

yon-juu/shi-juu

50

五十

go-juu

60

六十

roku-juu

70

七十

nana-juu

80

八十

hachi-juu

90

九十

kyuu-juu

Angka 100 Sampai 900 (Ratusan)

Saat belajar bahasa Jepang sehari-hari, Sobat Cakap mungkin akan sedikit mengalami kesulitan saat menghafalkan angka ratusan. Beda dengan angka puluhan, angka ratusan memiliki beberapa pengecualian di angka 300, 600 dan 800. Meski begitu, pola angka ratusan sebenarnya bisa ditulis dengan cara mengalikan angka dasar dengan 100 (hyaku).

Angka

Kanji

Pelafalan

100

hyaku

200

二百

ni-hyaku

300

三百

san-byaku

400

四百

yon-hyaku

500

五百

go-hyaku

600

六百

rop-pyaku

700

七百

nana-hyaku

800

八百

hap-pyaku

900

九百

kyuu-hyaku

Angka 1000 Sampai 10.000 (Ribuan)

Rumus untuk angka ribuan sebenarnya sama seperti angka puluhan atau angka ratusan. Bedanya ada di pengalinya yang menggunakan 1000 (sen). Tapi ada satu catatan. Ada pengecualian pelafalan untuk angka 3000, 8000 dan 10.000.

Angka

Kanji

Pelafalan

1000

sen

2000

二千

ni-sen

3000

三千

san-zen

4000

四千

yon-sen

5000

五千

go-sen

6000

六千

roku-sen/nijyuu-roku

7000

七千

nana-sen

8000

八千

has-sen

9000

九千

kyuu-sen

10.000

一万

ichi-man

Angka di Atas 10.000

Saat belajar bahasa Jepang untuk pemula, kelompok angka yang cukup unik dan menantang untuk dipelajari adalah kelompok angka di atas 10.000. Untuk angka di atas 10.000, Sobat Cakap bisa melafalkannya dengan menggunakan “man” dan “oku”.

Angka

Kanji

Pelafalan

100.000

十万

juu-man

1.000.000

百万

hyaku-man

10.000.000

千万

sen-man

100.000.000

oku

1 Miliar

十億

juu-oku

1 Triliun

chou

Tanggal

Era dalam Bahasa Jepang

Meski menggunakan sistem kalender Gregorian, Jepang punya cara yang unik untuk menuliskan tahunnya. Di jepang, tahun sebenarnya tidak ditulis dengan menuliskan angka. Tahun umumnya ditulis sesuai dengan era kekaisaran yang tengah berkuasa pada saat itu.

Sebagai contoh pada era kekaisaran Heisei. Di era Heisei, penulisan tanggalnya sesuai dengan era tersebut. Jadi kalau ingin menuliskan tahun ke-28 era Heisei, penulisan eranya adalah 28 yang secara harfiah dapat diartikan Heisei 28.

Penulisan Tanggal dalam Bahasa Jepang

Setelah belajar tentang angka, tahapan cara belajar bahasa Jepang berikutnya adalah belajar tanggal. Sistem penanggalan Jepang sendiri cukup unik. Sebelum tahun 1873, Jepang menggunakan format penanggalan Cina. Namun setelah tahun 1873, barulah bangsa Jepang menggunakan kalender Gregorian.

Format penulisan tanggal dalam bahasa Jepang sama seperti di negara-negara lain, yakni dengan sistem “tahun-bulan-hari”. Sebagai contoh, untuk menulis tanggal 11 April 2022, Sobat Cakap bisa menuliskannya 2018 4 11 日.

Bulan dalam Bahasa Jepang

Penyebutan dan pelafalan nama bulan dalam bahasa jepang sebenarnya ada dua. Ada yang berdasarkan sistem kalender Gregorian ada juga versi kalender lunar Jepang. Kalau Sobat Cakap baru belajar bahasa Jepang, biasanya kamu akan mulai dari bulan versi kalender Gregorian.

Nama Bulan dalam Bahasa Indonesia

Nama Bulan dalam Bahasa Jepang (Kanji)

Nama Bulan dalam Bahasa Jepang (Romaji)

Nama Bulan dalam Bahasa Jepang (Hiragana)

Januari

一月

ichi-gatsu

いちがつ

Februari

二月

ni-gatsu

にがつ

Maret

三月

san-gatsu

さんがつ

April

四月

shi-gatsu

しがつ

Mei

五月

go-gatsu

ごがつ

Juni

六月

roku-gatsu

ろくがつ

Juli

七月

shichi-gatsu

しちがつ

Agustus

八月

hachi-gatsu

はちがつ

September

九月

ku-gatsu

くがつ

Oktober

十月

juu-gatsu

じゅうがつ

November

十一月

juu-ichi-gatsu

じゅういちがつ

Desember

十二月

juu-ni-gatsu

じゅうにがつ

Sedangkan untuk bulan versi kalender lunar Jepang, biasanya penyebutannya lebih sering digunakan dalam ruang lingkup sastra. Berikut nama-nama bulan tersebut.

Nama Bulan dalam Bahasa Indonesia

Nama Bulan versi Kalender Lunar

Januari

睦月

Mutsuki

Februari

如月

Kisaragi

Maret

弥生

Yayoi

April

卯月

Uzuki

Mei

皐月

Satsuki

Juni

水無月

Minazuki

Juli

文月

Fumizuki

Agustus

葉月

Hazuki

September

長月

Nagatsuki

Oktober

神無月

Kannazuki

November

霜月

Shimotsuki

Desember

師走

Shiwasu

Tanggal dalam Bahasa Jepang

Penulisan tanggal dalam bahasa Jepang sebenarnya cukup sederhana. Sobat Capak cukup menuliskan tanggal dalam bentuk ditambah dengan kanji “”. Jadi untuk tanggal 1, Sobat Cakap bisa menulisnya 1

Bahasa Indonesia

Bahasa Jepang

Tanggal 1

1

Tsuitachi

Tanggal 2

2

Futsu-ka

Tanggal 3

3

Mik-ka

Tanggal 4

4

Yok-ka

Tanggal 5

5

Itsu-ka

Tanggal 6

6

Mui-ka

Tanggal 7

7

Nano-ka

Tanggal 8

8

Yoo-ka

Tanggal 9

9

Kokona-ka

Tanggal 10

10

Too-ka

Tanggal 11

11

Juu-ichi-nichi

Tanggal 12

12

Juu-ni-nichi

Tanggal 13

13

Juu-san-nichi

Tanggal 14

14

Juu-yok-ka

Tanggal 15

15

Juu-go-nichi

Tanggal 16

16

Juu-roku-nichi

Tanggal 17

17

Juu-shichi-nichi

Tanggal 18

18

Juu-hachi-nichi

Tanggal 19

19

Juu-ku-nichi

Tanggal 20

20

Hatsu-ka

Tanggal 21

21

Ni-juu-ichi-nichi

Tanggal 22

22

Ni-juu-ni-nichi

Tanggal 23

23

Ni-juu-san-nichi

Tanggal 24

24

Ni-juu-yok-ka

Tanggal 25

25

Ni-juu-go-nichi

Tanggal 26

26

Ni-juu-roku-nichi

Tanggal 27

27

Ni-juu-shichi-nichi

Tanggal 28

28

Ni-juu-hachi-nichi

Tanggal 29

29

Ni-juu-ku-nichi

Tanggal 30

30

San-juu-nichi

Tanggal 31

31

San-juu-ichi-nichi

Waktu

Waktu dalam Bahasa Jepang

Setelah belajar tentang tanggal, tahapan cara belajar bahasa Jepang berikutnya adalah belajar tentang waktu. Penulisan waktu dalam bahasa Jepang pada dasarnya sama seperti di negara lain. Penyebutan jamnya juga sama seperti penyebutan angka dalam bahasa Jepang dengan tambahan “ji” di belakang.

Misalnya untuk jam 1 penyebutannya adalah ichi-ji dan ni-ji untuk menyebut jam 2. Bahasa Jepang juga menggunakan standar AM (gozen) dan PM (gogo) untuk memperjelas waktu.

Jam dalam Bahasa Jepang

Topik bahasan jam sebenarnya sederhana. Jadi kalau Sobat Cakap baru belajar bahasa Jepang untuk pemula, kamu cukup menghafalkan polanya, yakni “angka + ji”. 

Bahasa Indonesia

Kanji

Bahasa Jepang

Jam 1

1

ichi-ji

Jam 2

2

ni-ji

Jam 3

3

san-ji

Jam 4

4

yo-ji

Jam 5

5

go-ji

Jam 6

6

roku-ji

Jam 7

7

shichi-ji

Jam 8

8

hachi-ji

Jam 9

9

ku-ji

Jam 10

10

juu-ji

Jam 11

11

juu-ichi-ji

Jam 12

12

juu-ni-ji

Kalau ingin menambahkan format AM atau PM, Sobat Cakap cukup menambahkan kata gozen (AM) atau gogo (PM). Jadi untuk jam 1 pagi (AM), pelafalannya jadi “gozen-ichi-ji”.

Menit dalam Bahasa Jepang

Pelafalan menit dalam bahasa Jepang memiliki pola yang mirip seperti jam. Hanya saja, di bagian belakang angka digunakan tambahan kata “pun”. Beberapa pengecualian juga bisa ditemukan di beberapa penyebutan menit, seperti 2 menit, 5 menit, 7 menit, 9 menit, 15 menit, 30 menit dan 60 menit.

Bahasa Indonesia

Kanji

Bahasa Jepang

1 menit

1

ip-pun

2 menit

2

ni-fun

3 menit

3

san-pun

4 menit

4

yon-pun

5 menit

5

go-fun

6 menit

6

rop-pun

7 menit

7

nana-fun

8 menit

8

hap-pun

9 menit

9

kyuu-fun

10 menit

10

jup-pun

15 menit

15

juu-go-fun

30 menit

30

san-jup-pun

60 menit

60

roku-jup-pun

Bagian 4 | Kata Kerja

Penjelasan dan Penggunaan Kata Kerja

Setelah belajar angka dan tanggal, Sobat Cakap bisa mulai ke tingkat selanjutnya, yakni belajar kosakata bahasa Jepang. Dalam bahasa Jepang, kata kerja disebut dengan istilah “doshi”. Sama seperti dalam bahasa lain, kata kerja bahasa Jepang biasa digunakan untuk menjelaskan perilaku atau tindakan dari pelaku (subjek).

Golongan Kata Kerja

Bahasa Jepang mengenal tiga golongan kata kerja yang terdiri dari Godan Doshi, Inchidan Doshi dan Kahen Doshi. Setiap golongan memiliki ciri khasnya masing-masing. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan golongan kata kerja beserta contoh kosakata bahasa Jepang.

Godan Doushi

Godan Doushi merupakan kata kerja golongan pertama. Ciri utamanya ada pada akhiran u, tsu, ru, mu, nu, bu, ku, gu dan su. Berikut ini contoh Godan Doushi.

Bahasa Indonesia

Bahasa Jepang

Bingung

迷う

Mayou

Berpikir

思う

Omou

Bekerja

働く

Hataraku

Pergi

行く

Iku

Menjawab

答える

Kotaeru

Memerlukan

掛かる

Kakaru

Mencuri

盗む

Nusumu

Tinggal

住む

Sumu

Berbicara

話す

Hanasu

Mengembalikan

返す

Kaesu

Berenang

泳ぐ

Oyogu

Mencium

嗅ぐ

Kagu

Jatuh

転ぶ

Korobu

Bermain

遊ぶ

Asobu

Berdiri

立つ

Tatsu

Menunggu

待つ

Matsu

Istirahat

休む

Yasumu

Mati

死ぬ

Shinu

Berjalan

歩く

Aruku

Mengeluarkan

出す

Dasu

Inchidan Doshi

Inchidan Doshi merupakan golongan kosakata bahasa Jepang kedua yang juga perlu Sobat Cakap pelajari. Ciri utama Inchidan Doshi ada pada akhiran “iru” dan “eru”.

Bahasa Indonesia

Bahasa Jepang

Menggunakan

用いる

Mochiiru

Memaksa

強いる

Shiiru

Menonton

みる

Miru

Menendang

蹴る

Keru

Mencubit

つねる

Tsuneru

Bersaing

競る

Seru

Melihat

見る

Miru

Menumbuhkan

植える

Ueru

Mengajar

教える

Oshieru

Kahen Doshi

Kahen Doshi adalah golongan kosakata bahasa Jepang ketiga. Kata-kata yang masuk golongan ini memiliki ciri akhiran “kuru” dan “suru”. Namun khusus untuk akhiran “suru”, penggunaannya hanya untuk mengubah kata benda jadi kata kerja.

Bahasa Indonesia

Bahasa Jepang

Bertanding

合す

Shiaisuru

Belajar

勉強する

Benkyosuru

Menjelaskan

説明する

Setsumeisuru

Datang untuk Menjemput

迎えに来る

Mukae ni kuru

Bagian 5 | Kata Sifat

Penjelasan dan Penggunaan Kata Sifat

Percakapan bahasa jepang tidak hanya dibentuk dari kata benda dan kata kerja saja. Untuk menyusun kalimat secara utuh, Sobat Cakap juga memerlukan kata sifat. 

Kata sifat digunakan untuk menjelaskan kata benda. Misalnya untuk mengatakan “orang itu cantik”, Sobat Cakap tentu perlu tahu kata “cantik” dalam bahasa Jepang. Jadi setelah belajar kata kerja, belajar kata sifat jadi tahapan cara belajar bahasa Jepang berikutnya.

Tipe Kata Sifat

Dalam percakapan bahasa jepang, ada dua tipe kata sifat yang biasa digunakan. Dua tipe tersebut adalah Ikeiyoushi dan Na Keiyoushi. Perbedaan antara keduanya terletak pada akhiran katanya. Untuk lebih jelasnya, berikut contoh dua tipe kata sifat tersebut.

Ikeiyoushi

Ciri utama dari kata sifat tipe Ikeiyoushi adalah penggunaan akhiran “i” pada katanya. Berikut contoh kata sifat Ikeiyoushi.

Bahasa Jepang

Bahasa Indonesia

あつい (Atsui)

Panas

さむい (Samui)

Dingin

かなしい (Kanashii)

Sedih

うれしい (Ureshii)

Gembira

たのしい (Tanoshii)

Senang

くやしい (Kuyashii)

Kesal

たかい (Takai)

Tinggi

みじかい (Mijikai)

Rendah

こわい (Kowai)

Takut

ねむい (Nemui)

Mengantuk

つまらない (Tsumaranai)

Membosankan

おおきい (ookii)

Besar

ちいさい(chiisai)

Kecil

ながい(nagai)

Panjang

みじかい(mijikai)

Pendek

ひろい(hiroi)

Lebar

せまい(semai)

Sempit

たかい(takai)

Mahal

やすい(yasui)

Murah

おもい(omoi)

Berat

かるい(karui)

Ringan

すずしい(suzushii)

Sejuk

あたたかい(atatakai)

Hangat

Na Keiyoushi

Jika Ikeiyoushi, beda halnya dengan Na Keiyoushi. Kata sifat yang masuk dalam golongan ini memiliki akhiran “na”.

Bahasa Jepang

Bahasa Indonesia

きれい(な)(Kirei (na))

Cantik

ハンサム(な)(Hansamu (na))

Tampan

ゆうめい(な)(Yuumei (na))

Terkenal

すき(な)(Suki (na))

Suka

きらい(な)(Kirai (na))

Benci

すてき(な)(Suteki (na))

Bagus

とくい(な)(tokui (na))

Mahir

へた(な)(Heta (na))

Tidak Mahir

しずか(な)(Shizuka (na))

Tenang

しんぱい(な)(Shinpai (na))

Khawatir

しずか(な)(shizuka (na))

Sepi

にぎやか(な)(Nigiyaka (na))

Ramai

きけん(な)(Kiken (na))

Bahaya

スマート(な)(sumaato (na))

Pandai

バカ(な)( baka (na))

Bodoh

Bagian 6 | Kata Keterangan

Penjelasan dan Penggunaan Kata Keterangan

Kata keterangan adalah kata yang digunakan untuk memberi penjelasan pada kata sebelumnya atau setelahnya. Saat belajar bahasa Jepang, kata keterangan biasanya dipelajari setelah kata sifat.

Saat belajar bahasa Jepang, biasanya kata keterangan (fukushi) ditempatkan di awal kalimat, sebelum kata kerja atau sebelum kata benda. Dengan cara inilah, kata keterangan menyatakan keadaan, tingkat atau frekuensi dari kata yang dijelaskan.

Kelompok Kata Keterangan

Penggunaan kata keterangan dalam percakapan bahasa jepang tergolong kerap dijumpai. Kata keterangan bahasa Jepang dapat dibagi menjadi 3 kelompok. Berikut ketiga kelompok tersebut.

Keadaan

Kata keterangan yang masuk dalam kelompok ini digunakan untuk menerangkan keadaan dalam aksi atau gerakan. Berikut contoh kata keterangan keadaan yang biasa digunakan dalam percakapan bahasa jepang.

Bahasa Jepang

Bahasa Indonesia

ゆっくり (Yukkuri)

Dengan pelan-pelan

のんびり (Nonbiri)

Dengan santai

ばやく (hayaku)

Dengan cepat

ゆっくり (Yukkuri)

Perlahan-lahan

Tingkat 1

Kata keterangan tingkat 1 merupakan kelompok kata keterangan yang menunjukkan tingkat dari kondisi atau sifat. Karena sering digunakan, kelompok kata ini wajib diketahui Sobat Cakap yang belajar bahasa Jepang sehari-hari.

Bahasa Jepang

Bahasa Indonesia

とても (Totemo)

Sangat

少し (Sukoshi)

Sedikit

あまり (Amari)

Tidak begitu

全く (Mattaku)

Tidak sama sekali

ほとんど (hotondo)

Hampir

Tingkat 2

Saat belajar bahasa Jepang sehari-hari, Sobat Cakap juga akan sering menemui kata keterangan tingkat 2. Kata keterangan tingkat 2 biasanya digunakan untuk menyatakan frekuensi atau kuantitas.

Bahasa Jepang

Bahasa Indonesia

たくさん (Takusan)

Banyak

少し (Sukoshi)

Sedikit

よく (Yoku)

Sering

時々 (Tokidoki)

Kadang-kadang

いつも (itsumo)

Selalu

めったに (mettani)

Jarang

Penutup

Keenam pelajaran di atas adalah materi belajar bahasa Jepang untuk pemula yang menjadi dasar bahasa Jepang tingkat berikutnya. Jadi kalau Sobat Cakap sudah siap mempelajari bahasa Jepang ke tahap selanjutnya, kamu bisa mengikuti kursus online yang disediakan Cakap. Pelajari Lebih Lanjut Tentang Kursus Bahasa Jepang di sini.

 
Hilda
Lulusan Sastra Jepang dengan 4 tahun pengalaman menulis kreatif, terutama di bidang edukasi. Senang mencari tahu dan menjelaskannya kembali lewat tulisan.

Exclusive E-Book Bahasa Jepang Untuk Sobat Cakap, GRATIS!

Ingin Belajar Hiragana dan Katakana? Kami sediakan e-book panduan lengkapnya di sini. Kamu bisa dapatkan dengan satu langkah mudah!

      #SiapaCakapDiaDapat