Memahami Cosplay sebagai Budaya Populer di Jepang

cosplay anime
Photo by Donald Tong from Pexels

Jika kamu pernah menghadiri bunkasai atau festival kebudayaan jepang, kamu akan menyadari betapa budaya Jepang memang sangat beragam. Bicara tentang budaya populer seperti manga dan anime, kita tentu tidak bisa meninggalkan budaya lainnya yang terkait, yaitu cosplay salah satunya. 

Identik dengan perwujudan karakter anime, sebenarnya apa sih cosplay itu dan kenapa menjadi sangat populer dan mainstream di Jepang? Yuk, bahas dalam artikel berikut ini! 

Apa itu Cosplay

cosplay adalah
Photo by meijii from Pexels

Cosplay adalah kependekan dari kata bahasa Inggris costume play atau permainan kostum, yang merupakan bentuk seni pertunjukan. Cosplay atau コスプレ (kosupure) telah menjadi hal yang mainstream di Jepang sejak pertama kali menjadi populer pada 1980-an. 

Orang yang melakukan cosplay disebut cosplayer dan biasanya berdandan sebagai karakter dari film, buku, atau video game. Cosplayer sering kali merupakan penggemar berat yang ingin menunjukkan cinta dan penghargaan mereka terhadap karakter favorit mereka dengan berdandan seperti mereka. 

Ada cosplayer yang mungkin terinspirasi oleh serial anime favorit mereka atau superhero seperti Spider-Man. Sementara yang lain mungkin berdandan layaknya tokoh yang mereka kagumi seperti bintang pop Lady Gaga. Meski demikian, di Jepang biasanya cosplay identik dengan anime dan game. 

Cosplay dan Anime di Jepang

cosplay dan anime
Photo by meijii from Pexels

Cosplay merupakan bagian besar dari kultur yang dibawa oleh penggemar anime di Jepang yang telah meluas ke seluruh dunia. Cosplayer umumnya tidak segan menunjukkan kecintaan dan kegemaran mereka terhadap anime dengan menghadiri berbagai event atau perkumpulan. 

Kamu akan dapat melihat cosplayer di mana-mana di Jepang, dari aula konvensi hingga di jalanan Akihabara. Selain itu, cosplayer juga biasa beraksi dalam kegiatan tertentu seperti Halloween. 

Selain sebagai ekspresi cinta dan kegemaran, cosplay juga seringkali dinilai sebagai ajang untuk menghidupkan karakter fiksi favorit dalam kehidupan nyata. Ada yang rela mengeluarkan banyak uang untuk membeli aksesoris yang sama persis dengan karakter favorit, ada pula yang secukupnya saja. 

Ketika beraksi, cosplayer umumnya sangat all-out seperti menggunakan lensa kontak berwarna, wig, dan high heel sehingga akan tampil mencolok di tengah kerumunan. Sementara dalam kompetisi, mereka biasanya diminta untuk menirukan gaya atau aksi tokoh anime yang diperankan. 

Komunitas Cosplay Jepang

komunitas cosplay
Photo by meijii from Pexels

Komunitas cosplay di Jepang bertindak sebagai pendukung yang kuat bagi orang-orang yang ingin mengekspresikan diri dengan hobi mereka. Orang-orang dalam komunitas ini biasanya saling  mendukung ekspresi kegemaran bersama dan saling berteman karena hobi yang sama. 

Sebagaimana hobi lainnya, komunitas cosplay juga terkadang mengadakan event hingga kompetisi di mana peserta bisa saling menunjukkan kebolehannya. Event dan kompetisi seperti ini juga menjadi ajang pertemuan bagi teman-teman sesama cosplayer yang tinggal berjauhan. 

Di sisi lain, sebagai bagian penting dari budaya populer Jepang, saat ini banyak perusahaan memproduksi kostum yang dirancang khusus untuk digunakan oleh cosplayer. Cosplayer dapat membeli kostum ini di toko khusus barang-barang yang berhubungan dengan anime atau secara online

Saat ini cosplay merupakan salah satu hobi unik yang digemari tidak hanya di Jepang, namun juga di Indonesia. Dalam festival kebudayaan Jepang atau yang biasa disebut bunkasai, akan ada banyak cosplayer yang ikut memeriahkan. 

Nah, selain belajar tentang budaya Jepang, kamu juga bisa memantapkan diri sebagai weeb atau weeaboo dengan mulai belajar bahasa Jepang, lho. Yakin nggak ingin nonton anime tanpa subtitle atau bisa ngomong lancar “fafifu wasweswos” waktu liburan ke Jepang? #SiapaCakapDiaDapat

Baca juga: 

Hilda
Lulusan Sastra Jepang dengan 4 tahun pengalaman menulis kreatif, terutama di bidang edukasi. Senang mencari tahu dan menjelaskannya kembali lewat tulisan.