Sebentar lagi orang Tionghoa akan merayakan Tahun Baru Imlek, tepatnya pada tanggal 25 Januari. Imlek merupakan salah satu hari raya terbesar dalam budaya Tionghoa. Banyak yang percaya bahwa Imlek merupakan awal mula nasib baik dan keberuntungan di tahun itu.
Maka itu, tak heran ada banyak tradisi, aturan, pantangan, dan larangan dalam merayakan Tahun Baru Imlek. Ada yang sepenuhnya mempercayai pantangan ini, ada yang sekadar melakukannya karena sekadar tradisi, ada juga yang malah mengabaikannya.
Kira-kira apa saja ya hal-hal yang gak boleh dilakukan saat merayakan Imlek?
Cuci baju

Lho bukannya Tahun Baru Imlek harus pakai baju baru? Betul, tapi pas hari H-nya, orang Tionghoa tidak boleh mencuci baju, begitu pula dengan hari kedua Imlek. Konon, hari pertama dan kedua Imlek merupakan hari kelahiran Dewa Air. Selain itu, mencuci baju juga dianggap menghilangkan keberuntungan yang sudah didapat di tahun sebelumnya.
Keramas

Dalam bahasa Mandarin, rambut disebut ๅ (fว) yang serupa dengan fa pada kataๅ่ดข (Fฤcรกi) yang berarti โmenjadi makmurโ. Keramas pada hari Imlek dianggap dapat menghilangkan kemakmuran atau keberuntungan yang didapat pada awal tahun baru.
Menggunakan benda tajam

Benda tajam seperti gunting dan pisau bisa dengan mudah menyebabkan luka atau kecelakaan yang tidak diinginkan. Kecelakaan di Tahun Baru Imlek dianggap merupakan pertanda bahwa nasib buruk atau ketidakberuntungan akan terjadi sepanjang tahun. Maka itu, benda-benda tajam sangat dihindari saat Imlek.
Membersihkan rumah

Jangan nyapu di Tahun Baru! Pernah dengar kata-kata ini? Menyapu rumah di hari Imlek dipercaya sama dengan menyapu atau mengusir rezeki di tahun itu. Maka itu, orang Tionghoa tidak akan menyapu rumah pada saat merayakan Imlek.
Beli buku dan sepatu

Apa bahasa Mandarinnya โbukuโ? ไนฆ(Shลซ). Apa bahasa Mandarinnya sepatu?้ (Xiรฉ). Keduanya memiliki bunyi atau pinyin yang sama dengan bahasa Mandarin kalah, yaitu ่พ (Shลซ) dan jahat, yaitu ้ช (Xiรฉ). Karena bunyinya yang sama, muncullah pantangan untuk membeli atau menghadiahkan buku dan sepatu.
Pakai baju hitam atau putih

Dalam tradisi Tionghoa, pakaian berwarna hitam atau putih menunjukkan perasaan berduka. Maka itu, orang Tionghoa biasanya tidak mengenakan pakaian yang berwarna putih, hitam, ataupun warna gelap.
Sebaliknya, biasa orang Tionghoa akan mengenakan pakaian berwarna cerah khususnya merah karena warna merah dianggap membawa keberuntungan.
Memberi hadiah tertentu

Ada sejumlah hadiah yang harus dihindari untuk diberikan pada saat Imlek, di antaranya seperti jam, payung, buah pir, sepatu, ataupun cermin.
Dalam bahasa Mandarin, โmemberi jamโ (้ ้ – sรฒng zhลng) memiliki pelafalan yang sama dengan ้็ป (sรฒng zhลng) yang berarti โmenghadiri pemakamanโ. Ditambah lagi, jam juga melambangkan waktu yang sudah mau habis, jadi jangan sampai kamu memberikan hadiah ini ke orang lain apalagi orang yang lebih tua ya!
Payung dalam bahasa Mandarin adalahไผ (sวn), sama dengan kata โputusโ yaitu ๆฃ (sร n). Memberikan hadiah payung bisa menimbulkan kesalahpahaman seolah menunjukkan hubungan kamu tidak baik dengan orang yang kamu beri hadiah.Begitu pula dengan buah pir, yang dalam bahasa Mandarin adalahๆขจ (lรญ), yang pelafalannya sama dengan kata โmeninggalkanโ atau โberpisahโ (็ฆป – lรญ).
Sedangkan cermin sebagai hadiah dilarang karena dianggap menarik roh-roh jahat.
Daripada bingung mau beli apa tau menghadiahkan apa untuk Imlek, kamu bisa beli paket belajar bahasa Mandarin di Cakap baik sebagai hadiah untuk diri sendiri ataupun orang lain! Dengan demikian, kamu bisa melatih kemampuan bahasa Mandarinmu dan mengeksplor kebudayaan Cina lebih dalam lagi. Asyik!
Baca Juga:




