5 Amalan Agar Hati Tenang di Tengah Musibah Oleh Ustadz Al-Hafidz Kurniawan

Ustadz Al-Hafidz Kurniawan 5 Amalan

Pada kesempatan kali ini Ustadz Al-Hafidz Kurniawan akan menjelaskan beberapa amalan yang diharapkan dapat menenangkan hati, di tengah musibah seperti saat ini. Kajian mengenai hal tersebut  disampaikan melalui program Awadah Dakwah Festival yang dapat ditonton di aplikasi Cakap setiap hari selama bulan Ramadhan.

Ustadz Al-Hafidz Kurniawan memulai dengan membacakan perkataan dari Syekh Ibrahim Al-Khawash radhiyallahu ‘anhu  dalam kitab At Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran karya Syaikh Abi Zakariya Yahya bin Syarafuddin An Nawawi As Syafi’i. Dalam kitab tersebut dijelaskan: 

وقال السيد الجليل ذو المواهب والمعارف, إبراهيم الخواص رضي الله تعالى عنه: دواء القلب خمسة: قرأة القرأن بالتدبر, وخلاء البطن, وقيام الليل, والتضرع عند السحر, ومجالسة الصالحين

Artinya: “Telah berkata tuan mulia yang memiliki beberapa karunia dan ilmu kemakrifatan, Ibrahim Al Khawash Radiyallahu ta’ala ‘anhu: ‘Obat hati itu ada lima: mambaca Quran dengan bertadabbur (memikir-mikir) makananya, mengosongkan perut (puasa), menegakkan malam (dengan beribadah), berdzikir khusuk di waktu sahur, dan bergaul dengan orang-orang sholih.”

Menurut Syaikh Ibrahim al-Khawas, obat hati ada lima macam, yaitu:

1. Membaca Al-Qur’an dengan maknanya.

Al-Qur’an merupakan sarana terapi utama. Sebab di dalamnya memuat resep-resep mujarab yang dapat menyembuhkan penyakit jiwa manusia. Tingkat kemujarabannya sangat tergantung seberapa jauh tingkat sugesti keimanan pasien. Sugesti itu dapat diraih dengan mendengar dan membaca, memahami dan merenungkan, serta melaksanakan isi Kandungannya.

Masing-masing tahapan perlakuan terhadap al-Qur’an dapat mengantarkan pasien ke alam yang dapat menenangkan dan menyejukkan jiwanya. 

Allah berfirman: 

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا 

Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”

2. Mendirikan solat malam (Qiyāmullail)

Shalat Tahajud merupakan shalat yang paling utama dari sekian shalat ghairu rawatib. Bagi yang melakukannya, ia akan mendapatkan kedudukan terpuji (maqam mahmudah). Keampuhan terapi shalat tahajud sangat terkait dengan pengamalan shalat wajib. Sebab kedudukan terapinya hanya merupakan suplemen bagi shalat wajib. Sebagaimana yang diterangkan dalam firman Allah dalam surat al-Isra’ ayat 79 dan surat as-Sajdah ayat 16 :

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا 

Artinya : “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”

3. Berkumpul dan bergaulah dengan orang-orang shalih

Disini kita dianjurkan untuk berteman atau bergaul dengan orang yang shaleh, jangan bergaul dengan orang yang fasik orang yang senantiasa berbuat dosa besar. Sebab barang siapa takut kepada Allah SWT, maka ia takkan berbuat dosa besar, dan barang siapa tidak takut kepada Allah SWT, maka ia akan menjerumuskanmu. 

Karena bergaul dengan orang yang shaleh (bertaqwa) pasti tidak akan membiasakan melakukan maksiat dan dosa besar. Sebaliknya, sering bergaul dengan orang fasik yang selalu berbuat maksiat dan dosa besar, maka kita akan ikut dan menyukai perbuatan maksiat tersebut. 

4. Perut harus dikosongkan yang artinya berpuasa.

Cukuplah puasa sebagai pendidik hati manusia. Puasa akan menjadikan seseorang selalu merasa dalam pengawasan Allah dan takut terhadap-Nya. Puasa akan menjadikannya merasa bertanggung jawab atas semua perbuatannya baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Dimana orang yang berpuasa lazimnya terbiasa menahan diri dan mengontrol emosinya. Kontrol itu berjalan pada saat emosi meluap sehingga ia tetap tenang dan dalam kesadaran penuh.

5. Merendah, tafakur atau perpanjang berdzikir disaat seperempat malam akhir, yaitu waktu sahur.

Dzikir dalam pengertian mengingat Allah sesuai dengan al-Qur’an surat Ar-Ra’du ayat 28 sebagai berikut: 

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ 

Artinya : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Dzikir dapat mengembalikan kesadaran seseorang yang hilang. Dengan berdzikir, seseorang akan terdorong untuk mengingat, dan menyebut kembali hal-hal yang tersembunyi dalam hatinya. Ia pun akan menyadari, bahwa yang membuat dan menyembuhkan penyakit hanyalah Allah SWT. Sehingga ibadah yang dilakukan dapat menjadi sugesti penyembuhan.

Dzikir dapat menormalisasi kembali fungsi sistem jaringan saraf, sel-sel, dan seluruh organ tubuh. Bagi aliran psiko-sufistik yang memiliki cara-cara khas dalam berdzikir, setiap gerakan yang mereka lakukan memiliki rahasia-rahasia (asrar). Apabila dilakukan dengan benar, kesembuhan dari penyakit akan dirasakan. 

Ustadz Al-Hafidz Kurniawan menjelaskan lebih dalam mengenai, “5 Amalan Biar Hati Tenang di Tengah Musibah” pada kajian Awadah Dakwah Festival 2020 melalui tayangan video berikut ini.

5 Amalan Biar Hati Tenang di Tengah Musibah

Oleh Ustadz Al-Hafidz Kurniawan

 

Ikuti Awadah Dakwah Festival secara LIVE, pukul 16.00 WIB dan 21.00 WIB setiap hari selama bulan Ramadhan hanya di aplikasi Cakap, sebuah platform belajar bahasa, mulai dari bahasa Inggris, Jepang, Mandarin dan Indonesia.  

Jangan lupa untuk download aplikasi Cakap untuk dapat terus tonton video Awadah Dakwah Festival setiap hari selama bulan Ramadhan 1441 H. Cari tau di sini untuk jadwal lengkap  Awadah Dakwah Festival 2020.

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google