Ingin Anak Lebih Mandiri? Baca Tips-Tips Berikut Ini

Anak Mandiri

Sudah malam begini tapi proyek karya anak masih belum selesai juga. Tapi si anak masih santai-santai saja. Karena geregetan, akhirnya saya yang menyelesaikannya.

Familiar dengan kisah-kisah seperti ini? Terkadang kita gemas melihat anak kita yang masih kurang tingkat kesadarannya sehingga akhirnya kita harus turun tangan membantu mereka. Tahu sih, mereka sebenarnya bisa melakukannya tapi karena tidak sabar alhasil malah kita yang melakukan hal-hal yang sebenarnya merupakan tanggung jawab mereka.

Yang penting tugasnya selesai kan? Sayangnya, ternyata kebiasaan ini tidak baik bagi kemandirian anak. Terbiasa melakukan ini-itu bagi anak yang sebenarnya mampu mereka lakukan sendiri secara tidak langsung menunjukkan ketidakpercayaan Anda terhadap kemampuan mereka.

Akibatnya, anak jadi kurang mandiri, kurang percaya diri, dan serta kurang memiliki kemampuan memecahkan masalah (problem solving). Padahal, menanamkan kemandirian pada anak sejak dini itu penting lho.

Dengan mengajarkan anak untuk mandiri sejak kecil, anak bisa lebih memahami diri mereka sendiri dan apa yang membuat mereka senang. Ini juga mengajarkan anak bahwa kegagalan itu biasa dan harus dihadapi. Anak juga tentunya akan lebih percaya diri karena tidak dibiasakan terlalu bergantung pada orang tua.

Lalu bagaimana cara mendidik mereka agar lebih mandiri? Simak 7 tips berikut.

Beri pemberitahuan

Permainan Lego source: giphy.com

Sebelum mulai melatih anak agar terbiasa lebih mandiri, beri pemberitahuan terlebih dahulu kepadanya. Misalnya, “Wah, sekarang kamu sudah makin besar ya. Udah siap melakukan tugas anak yang lebih besar.”

Perkenalkan dengan dunia luar

Permainan Lego source: giphy.com

Jika salah satu masalah anak adalah malu dan takut sehingga selalu menempel dengan orang tua, Anda bisa mencoba mengajaknya melakukan aktivitas di luar rumah, misalnya ke taman bermain dimana ia bisa berbaur dengan anak-anak seusianya.

Walaupun awalnya mungkin anak akan merasa kurang nyaman, lama-kelamaan ia akan terbiasa sehingga tidak kaget saat harus beadaptasi dengan lingkungan baru.

Biarkan anak menentukan pilihan

Permainan Lego source: giphy.com

Sebagai orang tua kita memang harus mengarahkan anak untuk membuat pilihan-pilihan yang tepat. Namun, ini bukan berarti kita harus terus-terusan membuat keputusan untuk mereka apalagi memaksakannya.

Jika terlalu dipaksakan, anak malah nantinya merasa terpaksa melakukan hal yang Anda suruh atau malah takut membuat keputusan. Lalu apa yang harus orang tua lakukan? Anda bisa membantu anak Anda membuat keputusan dengan memberi mereka nasihat dan masukan.

Jangan selalu membantu anak

Permainan Lego source: giphy.com

Kemandirian dimulai dari hal-hal kecil. Biarkan ia melakukan kegiatan yang bisa ia lakukan sendiri, misalnya makan, pakai baju, mengerjakan PR, atau gosok gigi walaupun mungkin akan memakan waktu lebih lama atau lebih berantakan.

Anda cukup hanya memantau atau mengarahkan saja. Jika anak Anda memerlukan bantuan misalnya saat mengerjakan prakarya yang mengharuskannya untuk menggunting dan menempel, barulah bantu anak Anda sembari mengajarkan mereka untuk melakukannya.

Bisa juga dengan membuat daftar hal-hal yang bisa ia lakukan sendiri. Pastikan anak Anda benar-benar bisa melakukannya dengan berdiskusi dengan mereka.

Berikan uang saku secara reguler

Permainan Lego source: giphy.com

Selain agar anak lebih mandiri, ini juga jadi cari bagus untuk mengajarkan anak untuk mengatur uangnya sendiri. Namun, jangan jadikan uang jajan ini sebagai hadiah bagi mereka karena telah melaksanakan tugas rumah mereka. Tujuannya adalah agar mereka tidak terbiasa menerima upah tiap kali ditugaskan untuk mengerjakan sesuatu.

Jumlah uang yang Anda bebas Anda tentukan sendiri. Bisa per hari, ber minggu, atau pun per bulan. Saat anak semakin besar, Anda bisa menambahkan jumlah uang jajannya.

Pertimbangkan keadaan anak

Permainan Lego source: giphy.com

Mungkin ada momen-momen dimana anak Anda tidak menuruti Anda atau tidak mau melakukan tugasnya sendiri. Ini mungkin terjadi saat anak Anda sedang bete, lelah, sakit, atau stress. Jangan berkecil hati saat mereka mengalami kemunduran. Ini merupakan hal normal.

Saat ini terjadi, coba negosiasi dengan mereka untuk berbagi tanggung jawab dengan Anda. Namun, jangan juga terlalu cepat menyelesaikan masalah-masalah sepele. Latih kemampuan problem solving anak Anda dengan menanyakan apa yang bisa mereka lakukan untuk memperbaiki kesalahan mereka.

Hargai usahanya

Permainan Lego source: giphy.com

Saat anak mulai menunjukkan progres dan semakin mandiri, beri mereka pujian agar mereka merasa Anda menyadari dan menghargai usaha mereka. Saat gagal pun, jangan terlalu membesar-besarkannya. Jangan terlalu cepat memarahi atau mengkritiknya. Sebaliknya, ajarkan mereka untuk mengatasi emosi dan kegagalan dengan tepat.

Saat pertama mulai mengajarkan anak untuk lebih mandiri, mungkin rumah Anda akan lebih berantakan atau Anda harus menunggu lebih lama, tapi semua Anda tentu akan merasa bangga saat anak Anda bisa melakukan banyak hal sendiri.

Salah satu cara untuk mendorong anak agar lebih mandiri adalah dengan mendidiknya untuk mulai belajar sendiri. Selain bisa mengajarkan kemandirian, belajar orang juga memiliki banyak manfaat lainnya. Anda bisa mulai dengan mendaftarkan anak Anda untuk belajar bahasa Inggris di Cakap Kids. Coba sekarang! Cuma IDR 24.950 / Sesi

Belajar Bahasa Inggris Anak

Baca Juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google