Penjelasan Lengkap Jenis-Jenis Modals & Penggunaannya

pengertian modals

Can atau could? May atau might? Keempat kata tersebut merupakan bentuk dari modals. Modals itu apa sih? Modals merupakan auxiliary verb atau kata kerja bantu. Modals terdiri dari beberapa jenis. Tiap jenis memiliki fungsinya masing-masing. 

Kenapa perlu memahami modals? Dalam percakapan sehari-hari, modals sangat sering digunakan. Kamu pun pasti pernah memakainya, baik secara sadar maupun tidak. Sebelum membahas tentang jenis modals, yuk baca dulu contoh percakapan bahasa Inggris berbagai topik

Supaya lebih paham, berikut jenis-jenis modals yang ada dalam bahasa Inggris. 

Jenis-Jenis Modals

Can/Could

Can/could apabila diterjemahkan artinya bisa atau mampu. Sebenarnya penggunaan can dan could sangat mirip dan terkadang bisa ditukar. Bedanya, can digunakan untuk menggambarkan situasi saat ini, sementara could digunakan untuk menyatakan kejadian di masa lalu. Selain itu, could juga dianggap lebih sopan untuk membuat permohonan yang lebih sopan.

Apabila dijabarkan, fungsi can/could antara lain: 

  • Menunjukkan kemampuan

          Marie can sing really well. (Marie bisa bernyanyi dengan baik.)

          When I was little, I could swim every day. (Saat saya kecil, saya bisa berenang setiap hari.)

  • Menyatakan kemungkinan

          Don’t play with the knife! It can hurt you. (Jangan main dengan pisau! Itu bisa melukai kamu.)

          You should be more careful. You could really hurt yourself. (Kamu harus lebih hati-hati. Kamu bisa menyakiti dirimu sendiri.)

  • Permohonan

          Can I borrow your pen? (Bolehkah saya meminjam pen kamu?)

          Could you speak louder? (Apakah kamu bisa berbicara dengan lebih keras?)

Baca Juga : 9 Tips Belajar Grammar Bahasa Inggris dengan Cepat

May/Might

Sama seperti can dan could, might merupakan bentuk lampau dari may. Bedanya, might digunakan untuk menggambarkan kemungkinan yang lebih kecil untuk terjadi. Berikut beberapa fungsi dari may/might

  • Menyatakan kemungkinan

          Maybe he’s sick. (Mungkin dia sakit.)

          I might not go to her birthday party tonight. (Saya kemungkinan tidak bisa pergi ke pesta ulang tahunnya malam ini.)

  • Meminta dan memberi izin

          May I go to the toilet? (Bolehkah saya ke toilet?) 

          The meeting is over. You may go. (Rapatnya sudah selesai. Kamu boleh pergi.)

Will/Shall/Would

Will dan shall digunakan untuk menyatakan rencana. Bedanya, shall hanya digunakan untuk subjek I dan We. Sementara would digunakan sebagai bentuk lampau (past tense) dari will. Berikut penjelasan lengkapnya.

Will

Digunakan untuk menunjukkan rencana di masa depan atau menyatakan permintaan. Contoh:

I will go to Bernie’s house tomorrow. (Saya akan pergi ke rumah Bernie besok.)

Will you turn down your music? (Bisakah kamu kecilkan musikmu?)

Shall

Digunakan untuk mengajak atau menunjukkan kewajiban dalam situasi yang sangat formal. Contoh:

Shall we dance? (Mau berdansa?)

You shall not enter this area. (Kamu tidak boleh masuk ke area ini.)

Would

Digunakan untuk menunjukkan preferensi dan keinginan. Contoh:

  • I would rather eat chocolate than candy. (Saya lebih suka makan cokelat daripada permen.)
  • Anne would like to have a dollhouse. (Anne ingin memiliki rumah boneka.)

Baca Juga : Contoh Plural atau Jamak dalam bahasa Inggris

Must/Have To

Baik must maupun have to digunakan untuk menyatakan keharusan. Bedanya, must/have to dapat digunakan mengekspresikan opini, sementara have to digunakan untuk mengekspresikan keharusan yang bersifat general. 

Dalam bentuk negatif, must not digunakan untuk menyatakan larangan. Sementara doesn’t/don’t have to menyatakan tidak adanya kewajiban atau keharusan. Contoh:

  • I must tell you this. (Saya harus memberitahumu ini.) 
  • You’re sick. You have to go to the doctor. (Kamu sakit. Kamu harus pergi ke dokter.)
  • You must not drive. You’re under 18. (Kamu tidak boleh menyetir. Kamu di bawah 18 tahun.)
  • It’s okay, you don’t have to finish that now. (Tidak apa-apa, kamu tidak perlu menyelesaikannya sekarang.)

Should/Ought To

Baik should maupun ought to digunakan untuk menyatakan atau memberikan saran. Bedanya, should bersifat subjektif sementara ought to lebih bersifat objektif. Jadi should lebih digunakan untuk menunjukkan opini kita mengenai sesuatu yang menurut kita seharusnya dilakukan (atau tidak dilakukan). Sementara ought to biasanya lebih banyak digunakan saat membicarakan aturan atau regulasi. Contoh:

  • You should do your homework. (Kamu harus mengerjakan PR-mu.)
  • They ought to follow the school regulations. (Mereka seharusnya mengikuti regulasi sekolah.)

Dengan memahami cara penggunaan tiap jenis modals di atas, kamu jadi bisa membentuk kalimat dan berbicara bahasa Inggris dengan tepat. Untuk melatih materi yang sudah kamu pelajari, kamu bisa meningkatkan kemampuanmu di Kelas Bahasa Inggris Cakap. Dengan metode belajar yang dua arah, kamu jadi lebih mudah dan cepat paham!

Baca Juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google