Memahami Pentingnya Fotografi pada Public Relations

webinar uspkill photografi

Pada era digital seperti sekarang ini, media sosial sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari manusia. Mulai dari bersosialisasi dengan orang lain, mencari referensi, berbelanja, hingga mencari informasi penting, semua dapat dilakukan di media sosial. Karena itu, fotografi memiliki peran yang sangat penting sebagai salah satu media komunikasi di dalam media sosial.

Lalu, bagaimana hubungan fotografi dengan public relations atau hubungan masyarakat? Simak selengkapnya rangkuman dari webinar Cakap Upskill “Elevate your Public Relations with Photography” ni, yuk!

Public Relations dan Fotografi

Public Relations atau hubungan masyarakat adalah usaha yang dilakukan untuk membangun opini positif dari publik terkait organisasi atau perusahaan tertentu. Tugas utama public relations adalah membentuk, mengelola, dan menjaga reputasi positif perusahaan kepada klien atau masyarakat. Dalam kata lain, public relations berperan sebagai jembatan komunikasi berbagai pihak.

Fotografi sebagai salah satu media komunikasi telah menjadi alat komunikasi yang signifikan. Penggunaan fotografi yang dinamis dapat memainkan peran besar dalam hubungan masyarakat. Hal ini karena dengan adanya media sosial, aspek visual memiliki pengaruh yang cukup besar untuk audiens. Itulah mengapa penting bagi public relations untuk memahami fotografi dan dasar-dasarnya agar menjadi alat komunikasi yang baik dan maksimal.

Foto yang Dibutuhkan dalam Public Relations

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat foto menjadi pendukung pesan yang baik, yaitu:

  1. Komposisi

Komposisi merupakan dasar dari fotografi yang membuat foto menjadi enak dipandang. Salah satu aspek dalam komposisi yaitu balance atau keseimbangan di dalam foto. Keseimbangan pada foto dapat bergantung pada lokasi dan momen yang ada. Selain itu ada juga rule of third yang dapat membuat foto menjadi lebih seimbang.

  1. Leading Line

Leading line adalah garis lurus yang akan membuat audiens fokus pada objek di dalam foto. Dengan leading line yang baik dan tepat, secara otomatis mata manusia akan melihat lurus menuju objek yang ditujukan. Sebagai contoh, kamu bisa memotret di stasiun, halte transjakarta, atau rel kereta untuk mendapat leading line yang baik.

Temukan Bakat Terpendammu dan Kembangkan Bersama Cakap Upskill

  1. Angle

Angle merupakan sudut pandang audiens terhadap foto. Terdapat 3 jenis angle yang biasa digunakan pada fotografi, eye level angle, high angle dan low angle. Eye level angle membuat audiens sejajar dengan objek di dalam foto. Low angle membuat objek terasa lebih besar dan berwibawa sedangkan high angle adalah sebaliknya.

  1. Framing

Framing yaitu memberi bingkai pada subjek atau objek utama dalam foto. Pada fotografi, hal ini dilakukan dengan menggambar fokus ke subjek atau objek di foto dengan menghalangi bagian lain dari gambar dengan sesuatu di tempat kejadian. Dengan framing yang tepat, fokus di dalam foto akan semakin terlihat jelas. 

Tips dalam Memotret

  1. Check the horizon: saat memotret, kamu harus sadar dan peka terhadap momen dan foto yang akan kamu ambil agar foto menjadi lurus dan seimbang.
  2. Be bold, challenge yourself: jangan takut untuk maju untuk mendapat momen yang tepat.
  3. Be aware of your surrounding: selain fokus pada momen utama, kamu juga harus peka terhadap lingkungan sekitarmu, bisa jadi kamu mendapat foto yang tak kalah menarik.
  4. Unleash your creativity: fotografi adalah bebas, tidak ada aturan yang mengikat di dalam fotografi. Karena itu, manfaatkan momen sebagus mungkin dan keluarkan kreatifitasmu.

Wah, menarik sekali ya, Sobat Cakap. Ternyata fotografi juga memiliki komponen-komponen yang perlu diperhatikan agar dapat berperan secara maksimal sebagai alat komunikasi. Kalau kamu tertarik untuk belajar hal-hal menarik lainnya seputar karir dan hobi, ikutin webinar Cakap Upskill lainnya, yuk! Download aplikasi Cakap sekarang dan cari tahu jadwalnya! #SiapaCakapDiaDapat

Baca juga: 

Hilda
Lulusan Sastra Jepang dengan 4 tahun pengalaman menulis kreatif, terutama di bidang edukasi. Senang mencari tahu dan menjelaskannya kembali lewat tulisan.