Bagaimana Cara Mengembangkan Bakat Anak? Simak Tips Berikut

cara mengembangkan bakat anak

“Anak saya sukanya balet.” “Kalau anak saya gemar sekali main basket.” Kira-kira apa ya bakat anak saya? Sebagai orang tua, kita mempunyai tanggung jawab untuk mengenali dan mengembangkan bakat anak.

Tiap anak tentu memiliki bakat yang berbeda-beda satu sama lain. Bakat itu bisa berupa bakat di bidang olahraga, kesenian, teknologi, akademis, soft skill, dan banyak lagi. Banyak orang berpikir bahwa bakat merupakan kemampuan yang kita miliki sejak lahir secara alami.

Tak sedikit yang berpikir bahwa ada orang yang memang “dari lahirnya” sudah pintar musik, atau matematika, atau menggambar. Namun sebenarnya, bakat merupakan sesuatu yang dapat dikembangkan. Christiano Ronaldo, misalnya. Ia merupakan pemain bola yang hebat dan berbakat. Namun, tentu ia harus mengembangkan bakatnya dengan kerja keras dan latihan berjam-jam setiap harinya.

Di sinilah orang tua berperan penting. Orang tua harus mampu mengenali, membantu, dan mengasah minat dan bakat anak. Makanya ada banyak orang tua yang mendaftarkan anaknya untuk mengikuti tes bakat yang saat ini sudah banyak tersedia. Namun, Anda sebenarnya tidak mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk mengetahui bakat buah hati Anda. Lalu bagaimana cara mengembangkan bakat anak?

Perhatikan kegemaran anak

Reality-club-alexandra source: giphy.com

Sebagian orang tua mendaftarkan anaknya ke berbagai program dan les untuk mencari tahu bakat anaknya. Hal tersebut tidak salah. Namun, ada baiknya Anda memperhatikan terlebih dahulu kegemaran anak Anda.

Apakah anak Anda sering membuat gambar di kertas? Atau menyukai permainan logis seperti puzzle? Apakah mereka lebih suka berlarian atau duduk tenang? Apapun kegemarannya, tunjukkan dukungan Anda. Misalnya, jika anak Anda gemar bermain game, tanyakan pada mereka apa yang membuat mereka menyukai game tersebut.

Dengan mengobservasi hal-hal yang dilakukan mereka, Anda mungkin bisa mendapatkan petunjuk mengenai bakatnya. Setelah mengetahui hobinya, beri mereka fasilitas yang sesuai dan ajak mereka ke tempat yang berkaitan dengan hobi mereka. Misalnya, jika mereka suka menggambar, belikan mereka buku gambar dan pensil warna. Jika anak Anda suka berolahraga, bisa mengajaknya menonton pertandingan olahraga atau bermain di lapangan.

Beri mereka kebebasan

source: giphy.com

Sebagai orang tua, wajar memiliki ekspektasi tertentu terhadap anak. Karena Anda suka mendengarkan musik klasik misalnya, Anda mendaftarkan anak Anda les piano. Namun, apakah bermain piano atau mendengarkan musik merupakan kegemaran anak Anda?

Memperkenalkan anak Anda pada hal-hal yang Anda sukai jelas tidak salah. Kuncinya adalah tidak membatasi anak untuk mencoba berbagai hal. Biarkan anak Anda mengeksplor berbagai jenis aktivitas. Beri mereka kebebasan untuk mengekspresikan keinginan dan rasa ingin tahu mereka.

Jangan terlalu menekan anak

source: giphy.com

Memang dalam beberapa kasus, ada anak tertentu yang bisa menguasai suatu kemampuan dalam waktu singkat. Tapi kembali lagi, tiap anak berbeda-beda. Oleh karena itu, jangan terlalu memberi tekanan pada anak.

Biarkan mereka menikmati berbagai kegiatan dan melakukan kegemaran mereka. Berikan mereka dukungan dan dorong mereka untuk berusaha, tetapi ingat untuk tidak memaksakan keinginan Anda sendiri terhadap mereka. Jadi, penting bagi orang tua untuk mengetahui kapan harus mendorong anak dan kapan harus membiarkan mereka membuat pilihan.

Kegagalan itu wajar

source: giphy.com

Anak bisa saja menjadi frustasi setelah menyadari mereka tidak bisa langsung menguasai hal yang sedang mereka pelajari. Misalnya, di awal anak Anda ingin belajar gitar. Namun setelah 1 minggu, mereka tidak mau lanjut karena belum bisa memainkan 1 lagu.

Tanamkan pola pikir bahwa kegagalan itu wajar. Berikan contoh-contoh orang sukses dan kegagalan yang pernah mereka alami. Ajarkan mereka mengenai goal jangka panjang. Beri tahu mereka bahwa kegagalan itu penting untuk membantu mereka berkembang.

Dengan demikian, mereka akan memandang kegagalan sebagai kesempatan untuk kembali mencoba sehingga mereka tetap percaya diri. Tunjukkan bahwa Anda akan tetap mendukung dan menerima mereka apa adanya.

 Berikan pujian saat ada kemajuan

source: giphy.com

Bakat mereka sesuatu yang harus dilatih, dipelihara, dan dikembangkan. Oleh karena itu, jangan lupa untuk memberikan pujian kepada anak Anda saat mereka mulai menunjukkan progress, sekecil apapun itu. Memberikan pujian atas kerja keras dan usaha anak dapat membangun kepercayaan diri mereka untuk terus mengembangkan minatnya.

Tumbuhkan ketekunan

source: giphy.com

Anak Anda juga perlu belajar bahwa bakat merupakan sesuatu yang harus dikembangkan melalui kerja keras dan ketekunan. Sifat pantang menyerah, kemampuan menghadapi tantangan, dan kegigihan merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan kesuksesan. Maka itu, tumbuhkan sifat-sifat tersebut kepada anak Anda sejak dini.

Salah satu skill yang dapat Anda perkenalkan dan kembangkan bagi anak Anda adalah kemampuan berbahasa asing. Apalagi, saat ini kemampuan berbahasa asing menjadi kian penting dalam dunia profesional.

Bagi Anda yang ingin mengembangkan skill bahasa Inggris anak Anda, Cakap Kids merupakan pilihan yang tepat. Materinya yang dibuat khusus untuk anak-anak akan membuat pengalaman belajar anak Anda menjadi seru dan menyenangkan. Ayo daftarkan anak Anda dan gali bakatnya mulai dari sekarang! Cuma IDR 24.950 / Sesi.

Belajar Bahasa Inggris Anak

Baca Juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google