Cakap Upskill: Merencanakan Keuangan untuk Usaha Rintisan

merencanaan keuangan untuk perusahaan rintisan

Merintis sebuah usaha seringkali bukanlah hal yang mudah, terutama ketika sudah berkaitan dengan perencanaan keuangan. Ada banyak sekali pemilik usaha dan bisnis yang kebingungan, baik sejak dari mengelola modal, hingga mengelola profit. 

Cakap Upskill menggandeng Haikal Basagili, seorang Brand Activist dan founder Beranda Brand untuk memberikan materi seputar rencana keuangan usaha rintisan. Hal ini berlaku untuk siapa saja yang memiliki usaha rintisan, jadi tidak terbatas untuk usaha rintisan berbasis teknologi saja. 

Memulai Perencanaan Keuangan untuk Usaha Rintisan

Perencanaan keuangan memberikan beberapa manfaat untuk pelaku usaha, diantaranya adalah: 

  1. Mempertajam Business Model usaha
    Penting untuk memiliki pengetahuan mendalam mengenai bisnis atau usaha yang akan dijalani, termasuk mempertajam rencana keuangan. 
  2. Menjadi landasan strategi alokasi operasional secara efisien
    Beberapa orang mungkin tidak terkendala dalam merencanakan budget usaha, namun mungkin belum cukup efisien dan justru menambah pengeluaran. 
  3. Memproyeksikan masa depan perusahaan
    Rencana keuangan membantu memberikan gambaran tentang bagaimana cara mengembangkan usaha dan mencapai target dalam jangka waktu tertentu. 
  4. Menaikan kemampuan level bisnis
    Semakin detail perencanaan keuangan, level bisnis bisa semakin meningkat sehingga perusahaan semakin berkembang.  

Tahapan Perencanaan Keuangan

Ada tujuh tahap yang dapat dilakukan dalam merencanakan keuangan untuk sebuah usaha atau bisnis, yaitu sebagai berikut: 

  1. Menyiapkan Setup Cost / Biaya Produksi
    Memasukkan segala biaya terkait produksi, mulai dari biaya bahan dasar, tempat dan peralatan, hingga tenaga kerja. 
  2. Membuat Proyeksi Profit and Loss
    Sebagai gambaran masa depan bisnis sehingga keuntungan dan kerugian perlu diperkiraan dan terus dievaluasi. 
  3. Estimasi Arus Kas
    Segala hal yang berkaitan dengan keuangan bisnis seperti aset dan lainnya harus tercatat dengan baik. 
  4. Estimasi Neraca Saldo
    Neraca saldo adalah laporan pembukuan atau akuntansi yang mencantumkan saldo di setiap akun buku besar yang harus selalu seimbang. 
  5. Analisis BEP
    Bagaimana mencapai keuntungan tertentu dengan modal yang diberikan dalam jangka waktu tertentu. 
  6. Sikap Disiplin
    Kedisiplinan sangat diperlukan dalam melakukan perencanaan keuangan karena mungkin merepotkan bagi sebagian orang. 
  7. Konsultasi Layanan Jasa Keuangan / Software Akuntansi sesuai kebutuhan
    Jika diperlukan gunakan jasa keuangan, baik dengan konsultan maupun software akuntansi yang dapat memudahkan penghitungan keuangan. 

Tingkatkan Skill-mu dan Jadi Makin Terampil Bersama Cakap Upskill

Komponen Pelaporan Keuangan

Berikut adalah komponen-komponen dalam pelaporan keuangan:

1. Balance / Neraca

  • Aset
  • Kewajiban/Liabilitas
  • Ekuitas

2. Profit and Loss

  • Pendapatan
  • Pengeluaran/Biaya
  • Pendapatan lainnya/Gain
  • Kerugian Operasional

3. Arus Kas

  • Arus kas dari aktivitas operasi
  • Arus kas dari aktivitas investasi
  • Arus kas dari aktivitas pendanaan

Metode Pencatatan Keuangan

Ada dua macam metode yang bisa diterapkan dalam akuntansi, yaitu: 

Cash Basis → Pendapatan diakui ketika kas diterima sedangkan beban diakui pada saat kas dibayarkan

Accrual Basis → Pendapatan diakui ketika penjualan terjadi dan pengeluaran (belanja) diakui ketika barang atau jasa diterima. 

Metode accrual basis sendiri umumnya lebih relevan jika suatu saat bisnis atau usaha yang dijalankan terbuka untuk pendanaan. 

Hal-hal yang Harus Dihindari dalam Mengelola Keuangan

Agar mencapai perencanaan keuangan yang baik, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu hindari, yaitu: 

  1. Menjalankan usaha memakai akun rekening pribadi
  2. Menghabiskan semuanya untuk pengeluaran
  3. Punya harapan yang tidak realistis
  4. Mengosongkan tabungan darurat
  5. Tidak merencanakan kewajiban
  6. Menjalankan bisnis tanpa ada rencana anggaran
  7. Melupakan biaya tersembunyi
  8. Menghabiskan terlalu banyak untuk kampanye pemasaran
  9. Mengalihdayakan semua manajemen keuangan

Demikianlah pembahasan mengenai perencanaan keuangan untuk usaha rintisan yang disampaikan oleh Haikal Basagili dari Beranda Brand. Semoga membantu kamu yang saat ini sedang ingin membuka usaha sendiri, ya! 

Pembahasan menarik tentang berbagai hal juga bisa kamu dapatkan di webinar upskill lainnya secara GRATIS dari aplikasi Cakap, lho. Yuk, download

Jika kamu ingin mengembangkan diri secara profesional atau lebih ingin siap bekerja, kamu juga bisa mengunjungi Cakap Upskill. Ada berbagai pilihan skill baru untuk kau kembangkan, termasuk kelas Prakerja, lho! #SiapaCakapDiaDapat

Baca juga: 

Hilda
Lulusan Sastra Jepang dengan 4 tahun pengalaman menulis kreatif, terutama di bidang edukasi. Senang mencari tahu dan menjelaskannya kembali lewat tulisan.