Apa Sih Bedanya Sastra dan Pendidikan Bahasa Jepang?

bedanya sastra jepang dan pendidikan bahasa jepang

Yang sering nonton serial anime atau baca manga, pasti familier sama bahasa Jepang. Atau jangan-jangan udah paham bahasa jepang dasar nih? Tertarik untuk menguasai Jepang? Kalian bisa banget lho mendalaminya lewat pelajaran mata kuliah.

Sastra atau pendidikan Jepang jawabannya! Kedua jurusan itu cocok untuk kamu yang punya ketertarikan terhadap bahasa serta budaya Jepang. Mau belajar di Negeri Sakura langsung tapi ragu soal biaya kuliah di Jepang? Tenang, di Indonesia banyak kok universitas yang menyediakan kedua jurusan itu!

Lho, sastra dan pendidikan Jepang bukannya sama? Eits, salah! Keduanya tentu punya perbedaan, misalnya dari mata kuliah. Kira-kira apa aja ya bedanya?

Sastra Jepang

Bagi kamu yang doyan nonton anime atau baca karya-karya Jepang, bagusnya masuk sastra nih. Kamu akan lebih mengenal Jepang dari segi budayanya. Biasanya, kamu diberi tugas untuk menganalisis film, novel, dan karya sastra lainnya yang akan dihubungkan ke materi utama seperti sejarah, linguistik, atau penerjemahan.

Belajar sejarah, tradisi, serta kebiasaan orang-orang Jepang pasti menyenangkan kalau dasarnya kamu udah suka jejepangan. Tapi gak hanya budaya, pelajaran di sastra juga menekankan soal kebahasaan. Selain cara belajar bahasa jepang, kamu akan dapat mata kuliah mulai dari bunpou (tata bahasa) hingga kaiwa (percakapan).

Peluang kerja dari jurusan sastra juga banyak, tergantung dengan minatmu. Pada umumnya, kamu akan diminta untuk memfokuskan minat sebagai dasar penelitian skripsi. Antara kesusastraan, bahasa (linguistik), atau budaya. Tapi tenang! Lulus melalui tiga arah penelitian itu gak seratus persen menentukan kariermu kok.

Kamu bisa jadi penerjemah, sastrawan, penulis, editor, guru, serta diplomat. Seru-seru kan? Intinya, kalau kamu rajin mempelajari skill lain dan menekuni minat, kerja apa aja pasti bisa! Terus, gelar yang didapat apa? Jurusan sastra ini bernaung di bawah Fakultas Ilmu Budaya, sehingga gelarnya pun jadi S.S (Sarjana Sastra). Ciye, ada calon-calon S.S. nih!

Pendidikan bahasa Jepang

Di jurusan ini, kamu lebih mendalami soal keguruan. Segalanya tentang cara mengajar hingga kurikulum pengajaran bahasa Jepang pun ada. Belajar budaya juga kok, tapi hanya sedikit. Beda halnya dengan sastra yang menggunakan budaya sebagai salah satu dasar pembelajaran.

Meskipun di sastra belajar bahasa, di sini kamu juga akan kebagian. Bedanya, bahasa dalam pendidikan Jepang dimaknai sebagai alat berkomunikasi. Lulusan pendidikan Jepang ditujukan untuk sektor pengajaran. Maka dari itu, komunikasi yang dimaksud adalah cara mengajarkan bahasa Jepang kepada orang lain.

Kerjanya cuma bisa jadi guru doang? Nggak dong! Memang betul, prospeknya lebih mengacu pada keguruan, tapi sebenarnya banyak profesi lain yang bisa jadi pilihan. Gak jauh beda kok dengan sastra. Kamu bisa jadi penulis, penerjemah, editor, bahkan buka les privat. Semua bisa dicapai asal ada kemauan untuk memperbanyak skill.

Gelar yang didapat berbeda dari sastra. Kalau di sastra S.S., sarjana pendidikan bahasa Jepang akan bergelar S.Hum (Sarjana Humaniora). Kenapa bisa gitu? Sebab, pelajaran soal Jepang juga lebih umum dan menyeluruh, khususnya pelajaran yang akan diajarkan di institusi pendidikan nantinya.

Sekarang, udah paham kan perbedaan sastra dengan pendidikan Jepang? Dijamin gak akan bingung lagi mau ambil jurusan mana. Kedua jurusan itu seru banget kalau kamu enjoy belajarnya. Mau tahu yang lebih seru lagi?

Ikutan kursus bahasa jepang di Cakap dong! Dengan waktu belajar fleksibel dan guru profesional, kamu bisa dengan mudah tanya-tanya soal bahasa Jepang secara langsung. Sebelum masuk kuliah, tingkatin skill berbahasa Jepang dulu yuk biar makin jago!

Baca Juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google