Mengenal Ikigai, Filosofi Jepang Agar Hidup Ideal

Ikigai, Filosofi Jepang

Tertarik dengan budaya Jepang? Seperti yang kita tahu, Jepang adalah salah negara dengan budaya yang kental. Entah itu dalam hal etos kerja maupun kulinernya hihi. Coba, siapa sih yang enggak tau ramen? Oleh-oleh khas Jepang juga banyak yang terkenal lho! Eitss, jangan-jangan punya rencana studi disana? Kamu wajib tahu biaya hidup di Jepang.

Berbicara tentang Jepang tidak bisa lepas dari budayanya yang sungguh beraneka ragam. Ada satu budaya Jepang yang cukup mencolok, Ikigai namanya. Ikigai berkaitan dengan budaya etos kerja di Jepang. Ikigai juga merupakan budaya sekaligus filosofi yang menjadi semacam pedoman masyarakat disana dalam menjalani kehidupan.

Pernah dengar istilah “Ikigai” sebelumnya? Ikigai adalah sebuah filosofi kehidupan yang terlahir dari kebiasaan orang Jepang. Secara terminologi, Ikigai berasal dari dua kata yaitu “Iki” yang berarti kehidupan dan “Gai” yang berarti nilai. 

Filosofi Ikigai muncul di tengah kedisiplinan dan dedikasi tinggi orang Jepang terhadap kehidupan dan pekerjaan mereka yang nyatanya menciptakan high pressure dan kerentanan terhadap stres. 

Kehadiran Ikigai menjadi pegangan bagi orang Jepang agar selalu bisa menyiasati hidup supaya senantiasa bahagia kala dilanda pahit manisnya kehidupan. Pengimplementasian filosofi Jepang ini dilakukan dengan menerapkan berbagai macam elemen.

Adapun elemen-elemen tersebut antara lain passion, profession, vacation, dan mission. Keempatnya perlu direnungkan baik-baik hingga pada akhirnya mampu dijalankan dan mencapai filosofi Ikigai.

Untuk memahami konsep filosofi Jepang ini mari simak ulasan berikut.

Passion

Ikigai-Passion source: giphy.com

Passion terletak pada hasil irisan “What You Love” dan “What You Are Good At”, yang berarti berkaitan dengan hal-hal yang disukai dan dikuasai. Dalam KBBI, passion memiliki arti gairah, secara gamblang bisa diartikan sebagai keinginan atau hasrat yang kuat untuk melakukan sesuatu lebih baik.

Misalnya, kita sangat menyukai musik, tiada hari tanpa mendengarkan musik. Lantas muncul ketertarikan untuk bisa bernyanyi dan bermain alat musik. Lambat laun diikuti hasrat untuk berlatih dengan serius dan memutuskan menjadi musisi profesional. Ketika passion berhasil diasah sedemikian rupa tidak menutup kemungkinan menjadi sebuah profesi.

Mission

Ikigai-Mission source: giphy.com

Pada elemen mission, “What You Love” sejalan dengan “What The World Needs”. Dengan demikian apa yang kita sukai dapat dilakukan sepenuh hati dan didedikasikan untuk memberikan manfaat bagi banyak orang.

Elemen ini akan menggerakkan hati nurani seseorang agar melakukan apa yang disukai tidak hanya diperuntukkan bagi diri sendiri namun juga bagi orang lain. Sehingga menjadikan kita pribadi yang peduli terhadap sesama manusia.

Profession

Ikigai-Profession source: giphy.com

Sampai elemen ini kita sudah berhasil menjadikan passion sebagai profession. Hasil dari aktualisasi “What You Love” dan “What You Are Good At” yang mampu menciptakan “What You Can Be Paid For” atau sumber pendapatan untuk kelangsungan hidup.

Dari hanya sekedar do “What You Love” dan “What You Are Good At”, ketika kita memutuskan untuk take it seriously bukan something impossible hal tersebut secara tidak langsung menciptakan profesi yang potensial mendatangkan bayaran.

Vacation

Ikigai-Profession source: giphy.com

Setiap profesi tentunya punya nilai manfaat atau kebergunaan tertentu bagi orang lain. Maka jika profesi kita mampu menjadi sumber penghasilan (What You Can Be Paid For) dan menjawab kebutuhan banyak orang (What The World Needs), elemen vacation sudah kita lalui.

Musisi Profesional misalnya, memperhitungkan musik sebagai kebutuhan primer banyak orang dalam hal hiburan juga kans untuk meraup pundi-pundi rupiah. Mereka memutuskan untuk membuat karya musik atau lagu sebagai produk yang dapat menghasilkan uang dan memenuhi kebutuhan khalayak ramai.

Konsep dasar kehidupan mengajarkan kita bahwa hidup tidak selamanya mulus-mulus saja. Bagaikan 2 sisi koin yang berdampingan, apapun bisa terjadi, berakhir bahagia atau sengsara merupakan hal yang tak bisa dihindari.

Namun bagaimanapun juga ada yang namanya usaha dan akibat. Dalam konteks filosofi Ikigai, dampak baik atau buruknya suatu kejadian yang menimpa pribadi manusia tergantung cara menyikapinya.

Selalu ada celah untuk menyiasati terciptanya kehidupan yang ideal walau tengah dilanda kesengsaraan. Sederhananya, Ikigai berusaha memotivasi diri agar meraih kebahagiaan hidup dalam berbagai situasi, kondisi, dan tekanan apapun. Juga menjadi alasan tersendiri untuk menjalani keseharian dengan penuh suka cita dan semangat.

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google