Mengenal Ragam Akulturasi Budaya Indonesia dan China

akulturasi-budaya-indonesia-dan-china

Tidak hanya ditinggali oleh pribumi saja, Indonesia merupakan negara multikultural yang juga banyak dihuni oleh etnis Tionghoa. Maka tak heran jika ada banyak akulturasi budaya Indonesia dan China yang bisa ditemukan. Salah satu akulturasi budaya yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah makanan.

Sebelum membahas jauh ke depan tentang akulturasi budaya dua negara, yuk simak dulu pengertian dari akulturasi budaya itu sendiri!

Table of Contents

Apa Itu Akulturasi Budaya

Artikulasi adalah percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi. Akulturasi dalam sudut pandang Antropologi memiliki arti proses masuknya pengaruh kebudayaan asing dalam suatu masyarakat, sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur budaya asing itu, sebagian berusaha menolak pengaruh itu.

Sedangkan budaya diartikan sebagai pikiran, akar budi, adat istiadat; sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sukar diubah.

Akulturasi budaya merupakan campuran antara dua kebudayaan yang diolah kembali ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menghilangkan kepribadian dari budaya aslinya. Menurut Koentjaraningrat, akulturasi budaya merupakan proses sosial yang pada umumnya timbul karena masuknya budaya asing yang terjadi dalam kurun waktu terus menerus. Sehingga, lambat laun budaya itu diterima menjadi bagian dari budayanya sendiri.

Sejarah & Sarana Pertukaran Budaya Indonesia dan China

Syarat terjadinya pertukaran budaya antar dua negara adalah adanya affinity (penerimaan budaya tanpa adanya rasa terkejut) dan homogeneity (keanekaragaman yang tercerna karena adanya keserupaan corak budaya). Jika kedua hal tersebut terpenuhi, maka akulturasi budaya dua negara dimungkinkan untuk terjadi.

Sejarah atau awal mula akulturasi budaya Indonesia dan China tak luput dari hubungan kerjasama perdagangan Indonesia dan China. Orang-orang Tionghoa yang datang ke Indonesia kebanyakan merupakan seorang pedagang. Lalu, lambat laun mereka pun menyebarkan budaya Tionghoa ke Indonesia, hingga terjadilah akulturasi budaya lokal.

Selain adanya masyarakat yang heterogen, people to people cultural exchange juga menjadi salah satu sarana faktor akulturasi budaya Indonesia dan China. Hal tersebut bisa terjadi ketika ada dua orang atau lebih yang berasal dari dua negara bertemu dan saling bertukar kebudayaan dari mulut ke mulut, atau lewat komunikasi yang berjalan setiap hari.

Daftar Cakap Sekarang, Dapatkan Kelas Bahasa Mandarin Gratis

Akulturasi Budaya Indonesia dan China

Apa saja sih akulturasi budaya Indonesia dan China yang bisa dilihat dan dirasakan sampai sekarang? Let’s check it out!

(1) Makanan

Pada paragraf pembuka artikel ini, disampaikan bahwa salah satu akulturasi budaya Indonesia dan China yang paling dekat dan kerap ditemui sehari-hari adalah makanan khas China. Ada banyak sekali makanan-makanan Indonesia yang dipengaruhi oleh Tionghoa, seperti bakso, capcay, fu yung hai, lumpia, dll. Sobat Cakap pasti pernah dong makan makanan tersebut? Dengan atau tanpa disadari, ternyata makanan tersebut termasuk contoh akulturasi budaya Indonesia dan China. 

(2) Arsitektur Bangunan

Kamu pasti pernah atau bahkan sering menemukan gaya bangunan China di beberapa kota di Indoneisa. Beberapa contohnya adalah rumah peribadatan, sekolah, toko, hingga rumah pribadi penduduk.

(3) Busana atau Gaya Pakaian

Untuk akulturasi budaya yang satu ini biasanya paling sering bermunculan di Hari Raya Imlek atau hari-hari besar seperti pernikahan (lihat baju pernikahan adat Betawi, yang sedikit banyak dipengaruhi oleh nuansa busana tradisional Tiongkok). Bahkan ada juga lho batik lasem China yang motifnya dipadukan dengan berbagai macam corak.

Akulturasi budaya dalam busana dan gaya pakaian juga bisa kamu temukan pada baju koko yang biasanya digunakan oleh para laki-laki muslim Tionghoa.

(4) Bahasa

Beberapa kosakata, seperti gopek, seceng, wo, dan banyak kosakata lainnya ternyata serapan dari bahasa Tiongkok, lho. Karena masyarakat Tionghoa terkenal di bidang perdagangan, maka kebanyakan istilah atau bahasa Tiongkok yang diserap ke dalam bahasa Indonesia merupakan ksoakata dalam dunia bisnis/dagang.

(5) Seni Pertunjukan

Ada banyak seni pertunjukan yang berasal dari Tiongkok dan digemari oleh masyarakat Indonesia. Di perayaan Imlek, biasanya akan ada banyak pertunjukan seni, seperti barongsai dan liong.

Tidak hanya itu, dalam seni tradisional, ada juga wayang potehi, wayang boneka yang terbuat dari kain yang termasuk ke dalam jajaran contoh akulturasi budaya Indonesia dan China dari segi kesenian.

Dari penjelasan di atas, tampak jelas bahwa akulturasi budaya Indonesia dan China dapat dilihat dari berbagai segi, baik kesenian, makanan, maupun bahasa.

Ngomong-ngomong soal bahasa, kamu bisa banget lho belajar dan memperdalam kemampuan bahasa Mandarinmu melalui kursus bahasa Mandarin online Cakap. Berbeda dari tempat bimbel lainnya, di Cakap kamu bisa atur jadwal belajarmu sendiri dan kamu juga bebas pilih teacher yang paling cocok untukmu. Fleksibel banget kan? Yuk, cek kelas Mandarin Cakap sekarang! 

Referensi:
-kebudayaan.kemendikub.go.id
-nationalgeographic.grid.id

Baca Juga:

Lely
Saya adalah pencinta sastra dan gemar menyelami tulisan-tulisan lama. Saya percaya bahwa “Menulis, menciptakan ide/gagasan, dan berbagi pengetahuan adalah cara untuk tetap ada dalam pusaran sejarah”.

Tips & Trik E-Book

Kuasai Mandarin dan Siap Bersaing di Perusahaan Multinasional

Faktanya China merupakan:

      #SiapaCakapDiaDapat