Mengenal Sejarah Baju Tradisional Tiongkok dan Nama-namanya

sejarah-baju-tiongkok

Negara-negara di Asia Timur, memiliki banyak baju-baju khas. Salah satu negara dengan baju tradisional yang cukup beragam adalah Tiongkok. Kamu mungkin pernah melihat salah satu baju khas Tiongkok yang biasanya dipakai oleh Cici Cici dan Koko Koko saat Hari Raya Imlek atau momen lainnya.

Uniknya, baju-baju khas Tiongkok ini memiliki sejarah perjalanan panjang yang selalu ada pembaruan mode di setiap dinasti. Penasaran dengan kelanjutan dan sejarah baju-baju Tiongkok? Ikuti terus artikel ini, ya!

Sudah Tahu Level Bahasa Mandarinmu? Ikuti Placement Test Cakap untuk Mengetahuinya!

Sejarah Baju Tiongkok

baju-tiongkok
Photo from Freepik

Fakta menyebutkan bahwa pabrik pembuatan pakaian di Tiongkok ada sejak zaman prasejarah. Atau kurang lebih sekitar 7.000 tahun lalu. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya temuan arkeologis, seperti jarum jahit tulang, manik-manik batu, dan ornamen lain yang berusia 18 ribu tahun. 

Sejarah baju Tiongkok juga dipengaruhi oleh dinasti-dinasti yang berkuasa dari masa ke masa. Pada masa pemerintahan dinasti Han, sekitar periode 206 BC – 220 AD untuk pertama kalinya kode lengkap kostum dan perangkap Tionghoa didirikan. Tidak hanya itu, teknologi seperti pewarnaan benang, bordir, dan pemrosesan logam juga berkembang sangat pesat dalam kurun periode tersebut.

Sejarah baju Tiongkok mengalami momen paling cemerlang ketika berada di bawah dinasti Tang. pasalnya, ada banyak variasi pakaian yang lahir dalam periode ini. Lalu, pada tahun 960-1279 (dinasti Song) mulai muncul pakaian kasual yang memiliki desain sederhana dan elegan. Setelah dinasti Song berlalu, datanglah dinasti Ming (1368-1644) di mana terjadilah perubahan dramatis dalam baju-baju Tiongkok. Baju-baju dirancang dengan menganjurkan keindahan alam tanpa membatasi gaya atau model.

Tibalah pada tahun 1930-an sampai sekarang, di mana baju-baju Tiongkok pada tahun tersebut hingga saat ini dikenal memiliki gaya qipao dan gaya modern qipao. 

Selain digunakan sebagai pakaian, ternyata pada zaman dulu, baju tradisional Tiongkok ini juga digunakan untuk membedakan pangkat dan posisi sosial, lho.

Skill Bahasa Mandarin Buka Pintu Kesempatan Baru, Saatnya Kamu Mulai Belajar

Nama-nama Baju Tradisional Tiongkok

nama-baju-tiongkok
Photo from Freepik

Setelah membaca sejarah baju Tiongkok, kini saatnya memahami beberapa nama baju Tiongkok yang cukup terkenal. Ada baju apa saja, ya?

Cheongsam

Yang pertama ada cheongsam. Baju tradisional ini dianggap sebagai baju turun temurun yang dikenakan oleh teman-teman etnis. Cheongsam muncul di tahun 1920-an, tahun di mana para perempuan mulai meninggalkan tradisi lama yang mengekang dan mulai mengadopsi gaya pakaian baru. Maka tak heran jika baju ini kerap digemari oleh kawula muda.

Hanfu

Konon, baju tradisional Tiongkok ini sudah ada sejak 4.000 tahun lalu, lho. Baju yang memiliki arti “pakaian orang Mandarin” ini juga menjadi salah satu baju yang memengaruhi baju-baju tradisional negara lain, seperti Jepang dan Korea.

Samfoo

Samfoo merupakan baju tradisional Mandarin yang kerap digunakan sebagai pakaian sehari-hari. Baju ini biasanya digunakan para wanita paruh baya yang akan pergi ke ladang. Atau bisa juga digunakan untuk santai saat berada di rumah.

Changsan

Pakaian ini merupakan pakaian tradisional untuk laki-laki. Biasanya, pakaian ini dikenakan saat situasi formal. Pada abad 17 hingga abad 20, Changsan hanya dapat dikenakan oleh masyarakat Tionghoa dari kalangan atas. Namun, seiring berjalannya waktu, peraturan tersebut mulai menghilang. Bahkan kini, changsan telah berevolusi dan mengalami perubahan menjadi baju dengan model modern.

Itu dia penjelasan mengenai sejarah baju Tiongkok dan beberapa jenis baju-baju tradisionalnya. Buat kamu yang tertarik mempelajari budaya dan bahasa Negeri Tirai Bambu tersebut, langsung saja daftarkan dirimu di kursus bahasa Mandarin online Cakap. Ada banyak pilihan paket belajar yang bisa kamu ambil, kamu juga bisa lho atur jadwal belajarmu sendiri. Tunggu apa lagi? Yuk, jadi makin cakap berbahasa Mandarin bersama Cakap!

Baca Juga:

Lely
Saya adalah pencinta sastra dan gemar menyelami tulisan-tulisan lama. Saya percaya bahwa “Menulis, menciptakan ide/gagasan, dan berbagi pengetahuan adalah cara untuk tetap ada dalam pusaran sejarah”.