Sejarah dan Perkembangan Bahasa Mandarin di Indonesia

bahasa-mandarin-adalah

Bahasa Mandarin adalah salah satu bahasa yang cukup populer eksistensinya. Bahkan, tanpa disadari kamu mungkin tahu beberapa kosakata bahasa Mandarin, lho. Contohnya, kata-kata populer ini “Nǐ hǎo (你好 ), Xièxiè (谢谢) ” pasti pernah kamu dengar atau bahkan kamu gunakan, bukan? Eksistensi bahasa Mandarin yang tidak pernah pudar sejalan dengan semakin pesatnya perkembangan negara China atau Tiongkok. Sehingga, semakin banyak pula penutur asing yang berbondong-bondong mempelajari bahasa tersebut.

Terlepas dari kepopuleran bahasa Mandarin, kamu penasaran nggak sih tentang sejarah bahasa Mandarin? Serta bagaimana perkembangan dan pengaruhnya? Without further ado, langsung aja baca sejarah lengkapnya, yuk!

Sejarah Bahasa Mandarin

apa-itu-mandarin
Photo by Instawalli from Pexels

Mengenai sejarah bahasanya, dilansir dari Britannica, bahasa Mandarin adalah bahasa yang berasal dari dialek Tionghoa. Pada awalnya, bahasa Mandarin pertama kali muncul di kawasan utara dan barat daya China. Dialek dari utara Tiongkok ini dikenal dengan nama Putonghua atau Guoyu.

Bahasa Tionghoa memiliki sekitar 200 variasi bahasa yang tersebar di seluruh wilayah negara. Dari 200 variasi tersebut kemudian dikelompokkan menjadi 13 dialek. Beberapa di antaranya adalah bahasa Mandarin (官話), Yue (廣東話),  Xiang (湘語) , Min (閩語), Gan (贛語), Wu (吳語) dan bahasa Hakka (客家話).

Salah satu dialek yang termasyhur dan paling banyak digunakan adalah bahasa Mandarin. Hingga kini, seperti yang diketahui bahwa bahasa Mandarin sendiri adalah bahasa nasional atau bahasa utama yang digunakan di Republik Rakyat Tiongkok.

Mengacu dalam konteks sejarah, secara harfiah pengertian “Mandarin” adalah sebutan orang asing pada pembesar Dinasti Qing, yang pada saat itu dikenal dengan sebutan “Mandaren”. Para Mandaren atau para Pembesar ini memiliki struktur bahasa dan aksara sendiri, yang kemudian disebut dengan “Mandarin.”

Sudah Tahu Level Bahasa Mandarinmu? Ikuti Placement Test Cakap untuk Mengetahuinya!

Perkembangan Bahasa Mandarin di Indonesia

mandarin-adalah
Photo by Sabel from Pexels

Seiring berjalannya waktu, dialek bahasa Mandarin yang muncul dari kawasan utara Tiongkok, yaitu Putonghua dan Guoyu dijadikan sebagai bahasa resmi di dua negara. Putonghua menjadi satu di antara empat bahasa resmi yang digunakan oleh masyarakat Singapura. Sedangkan Guoyu menjadi bahasa resmi yang digunakan di negara Taiwan.

Di tahun 2010 tercatat sejumlah 955 juta orang menjadi penutur asli bahasa Mandarin. Salah satu bahasa tertua ini menunjukkan jumlah penutur bahasa ibu yang sangat fantastis jumlahnya.

Terlebih penutur bahasa Mandarin tidak hanya datang dari penutur asli. Meskipun bahasa Mandarin adalah bahasa yang memiliki aksara atau huruf Mandarin sendiri (dikenal dengan nama hanzi) yang cukup rumit, tidak menyurutkan niat penutur asing yang ingin mempelajari bahasa tersebut.

Skill Bahasa Mandarin Buka Pintu Kesempatan Baru, Saatnya Kamu Mulai Belajar

Pengaruh Bahasa Mandarin ke Bahasa Lain

apa-itu-bahasa-mandarin
Photo by Kindel Media from Pexels

Setelah mengetahui apa itu bahasa Mandarin dan bagaimana perkembangannya, sekarang saatnya mencari tahu pengaruh bahasa Mandarin terhadap bahasa lain.

Pengaruh budaya Tiongkok ke berbagai wilayah di sekitarnya selama ribuan tahun, ternyata juga memberi pengaruh pada sistem bahasa-bahasa lain. Pengaruh yang paling dirasakan dari bahasa Mandarin adalah penulisan atau aksaranya yang dikenal dengan Hanzi. Terdapat tiga negara yang mengadopsi Hanzi ke dalam bahasanya, yaitu Jepang, Korea, dan Vietnam.

Jepang mengadopsi Hanzi ke dalam bahasanya yang kini dikenal dengan nama Kanji. Korea mengadopsi aksara Hanzi ke dalam Hanja. Sedangkan Vietnam mengadopsi Hanzi menjadi Hán tự.

Nah, sekarang kamu sudah tahukan kalau bahasa Mandarin adalah bahasa nasional di Tiongkok yang membawa pengaruh besar bagi bahasa-bahasa lain. Sekarang tunggu apa lagi? Buat kamu yang ingin belajar bahasa Mandarin, yuk langsung aja gabung di belajar bahasa Mandarin online Cakap!

Baca Juga:

Lely
Saya adalah pencinta sastra dan gemar menyelami tulisan-tulisan lama. Saya percaya bahwa “Menulis, menciptakan ide/gagasan, dan berbagi pengetahuan adalah cara untuk tetap ada dalam pusaran sejarah”.

Tips & Trik E-Book

Kuasai Mandarin dan Siap Bersaing di Perusahaan Multinasional

Faktanya China merupakan:

      #SiapaCakapDiaDapat