Seperti Apa Tradisi Tahun Baru Imlek di Tiongkok?

Seperti Apa Tradisi Tahun Baru Imlek di Tiongkok?

Tahun Baru Imlek di Tiongkok juga dikenal sebagai Festival Musim Semi dan merupakan salah satu festival tradisional terpenting  yang dirayakan pada saat pergantian tahun baru pada kalender lunar Tiongkok. Penduduk asli Tiongkok percaya bahwa Festival Musim Semi merupakan acara perayaan pergantian tahun yang sebenarnya.

Bagi kamu yang ingin traveling dan merayakan Imlek di Tiongkok, ini dia tradisi merayakan Tahun baru Imlek di Cina.

Menempelkan Chun Lian

Seperti Apa Tradisi Tahun Baru Imlek di Tiongkok?
sumber: dragonsports.eu

Menjelang kedatangan Tahun Baru Imlek, hampir setiap rumah di Tiongkok menempelkan bait Festival Musim Semi (春联, Chun Lian). Kebiasaan ini berasal dari kebiasaan orang untuk menggantung Taofu, sebuah tulisan di papan yang terbuat dari pohon persik yang diyakini memiliki kekuatan untuk mengusir roh jahat.

Mungkin kamu pernah melihat kertas merah bertulisan Aksara Han Tradisional dan ditempelkan di depan pintu. Biasanya, karakter Aksara Han tersebut berbunyi  福 (Kebahagiaan). Disisipkan dengan sengaja terbalik, ini menunjukkan ‘Kebahagiaan telah tiba’ dengan mengambil keuntungan dari homofoni antara ‘倒 (Diucapkan sebagai “Dao”, yang berarti “terbalik”) dan ‘到 (tiba).

Bersih-bersih

Seperti Apa Tradisi Tahun Baru Imlek di Tiongkok?
sumber: giphy

Seminggu sebelum Festival Musim Semi adalah waktu untuk bersih-bersih. Menurut Lu’s Commentaries of History, sebuah karya klasik yang disusun pada tahun 239 SM, kebiasaan pembersihan Festival Musim Semi telah ada sejak zaman kuno. Rumor mengatakan itu karena “Kotoran” dalam bahasa Mandarin,  尘 (Chen) adalah homofoni dari  陈 yang berarti “Tua”. Dengan menghilangkan kotoran, ini menyimbolkan bahwa yang “tua” dapat membimbing ke jalan yang “baru”.

Makan Pangsit

Seperti Apa Tradisi Tahun Baru Imlek di Tiongkok?
sumber: giphy

Hampir semua keluarga di Tiongkok utara  memakan pangsit di awal Tahun Baru Imlek. Kebiasaan ini dikaitkan dengan dua alasan, pangsit dengan isian daging digunakan sebagai makanan mewah bagi orang-orang biasa ketika ekonomi belum berkembang;. Kata “Pangsit” dalam bahasa Mandarin adalah “Jiaozi” (饺子), dan dan berbunyi sama dengan ‘交 子 yang berarti “waktu ketika tahun baru tiba”

Jadi memakan pangsit melambangkan perpisahan dengan yang lama dan menyapa yang baru. Kadang-kadang orang memasukkan koin ke dalam pangsit secara acak, dan mereka yang akhirnya memakan pangsit koin diberkati dengan niat baik.

Petasan

Seperti Apa Tradisi Tahun Baru Imlek di Tiongkok?
sumber: giphy

Sudah menjadi tradisi lama untuk menyalakan petasan pada Tahun Baru Imlek. Legenda mengatakan bahwa ada binatang buas yang sangat kejam bernama “Nian” (Tahun), yang keluar pada Malam Tahun Baru untuk berburu binatang dan manusia. Tapi ada cara untuk menakuti Nian, yaitu menyalakan petasan yang nyaring.

Dalam beberapa tahun terakhir, karena polusi udara yang parah, banyak provinsi di Tiongkok telah mengeluarkan larangan terhadap petasan. Beijing dan Tianjin, misalnya, melarang warganya unutk menyulut petasan di pusat kota.

Mampir ke Rumah Kerabat dan Teman

Seperti Apa Tradisi Tahun Baru Imlek di Tiongkok?
sumber: giphy

Pada hari pertama Tahun Baru Imlek, orang-orang mulai mampir ke rumah saudara dan teman mereka dengan hadiah dan salam hangat. Untuk pasangan yang sudah menikah, merupakan kebiasaan untuk mengunjungi keluarga suami pada hari pertama Tahun Baru Imlek, dan istri pada hari kedua.

Angpao

Seperti Apa Tradisi Tahun Baru Imlek di Tiongkok?
sumber: giphy

Angpao adalah amplop merah yang berisikan sejumlah uang sebagai hadiah untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Uang tersebut bermakna keberuntungan. Anak-anak diberikan angpao agar diberkati menjadi sehat dan bahagia selama tahun yang akan datang.

Ada perbedaan ketika anak harus berhenti menerima uang keberuntungan antara berbagai wilayah di Tiongkok. Sementara beberapa orang berhenti menerimanya ketika mereka mulai mendapatkan gaji mereka sendiri, beberapa hanya berhenti ketika mereka menikah.

Related Post

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google