Videografi : Arti, Teknik, Aplikasi Editing, dan Saran Kamera

videografi
Photo by Karolina Grabowska from Pexels

Table of Contents

Pada era digital ini konten dalam bentuk video termasuk salah satu yang sering kita temui. Baik berupa video iklan, promosi, atau video yang terkait dengan suatu acara seperti pernikahan atau lamaran. Lantas apa sih hubungan video-video ini dengan istilah “videografi” yang begitu familiar? 

Nah, kali ini kita akan mencari tahu beberapa hal penting yang harus kamu ketahui mengenai videografi dan seluk beluknya. Mulai dari pengertian, penggunaan kemara, teknik, hingga aplikasi videografi yang bisa digunakan untuk berbagai kepentingan. Check it out!

Apa Itu Videografi

apa itu videografi
Photo by Kyle Loftus from Pexels

Jika merujuk pada arti kata dalam KBBI, videografi adalah seni atau praktik penggunaan kamera video untuk membuat film. Dalam hal ini, videografi digunakan untuk menghasilkan media audio visual berupa rekaman dari suatu kejadian. 

Arti Videografi juga dapat didefinisikan sebagai pengambilan video dengan media elektronik seperti kamera digital. Termasuk di sini proses pra-produksi, pascaproduksi, dan video editing. 

Pemanfaatan videografi tidak terbatas sebagai dokumentasi semata, namun juga bisa dijadikan media untuk terhubung dengan sesuatu yang tidak ditemui langsung. Misalnya video pembelajaran untuk kelas online dan virtual. 

Selain itu, di era digital saat ini, kamu tentunya sudah sangat sering menggunakan produk video digital seperti di media sosial, panggilan video, dan lain-lain. Secara teknis, semua hal yang melibatkan pengambilan gambar dengan kamera digital ini sudah termasuk videografi. 

Beda Videografi dan Sinematografi

beda videografi dan sinematografi
Photo by Lê Minh from Pexels

Satu istilah yang sering dihubungkan dengan videografi adalah sinematografi yang sama-sama memberikan hasil dalam bentuk media audio visual. Meski demikian, keduanya pun sebenarnya berbeda satu sama lain. 

Merujuk pada istilah dalam KBBI, sinematografi adalah teknik dalam pembuatan film. Istilah sinematografi sendiri telah ada jauh sebelum istilah videografi, karena esensinya adalah menyampaikan alur cerita dan pesannya melalui representasi visual. 

Jadi, sinematografi meliputi segala aspek dalam produksi perfilman, sementara videografi hanya berfokus pada produksi video untuk media digital. Sinematografi membutuhkan satu tim yang lengkap, sementara videografi seringkali hanya membutuhkan satu orang. 

Kamera untuk Videografi bagi Pemula

kamera untuk videografi
Photo by Omar Ramadan from Pexels

Penggunaan kamera untuk videografi adalah kamera digital, baik itu jenis DSLR, Mirrorless, maupun kamera lainnya. Namun, banyak yang merekomendasikan penggunaan kamera jenis Mirrorless untuk pemula yang ingin hasil terbaik. 

Mirrorless adalah jenis interchangeable lens camera atau kamera yang lensanya dapat diganti-ganti. Meski demikian, Mirrorless tidak menggunakan fitur pemantul cahaya seperti yang terdapat pada DSLR. Keunggulan Mirrorless antara lain adalah: 

  • Lebih ringkas dan ringan, sehingga lebih mudah dibawa dan digunakan
  • Menjanjikan kualitas yang lebih baik meskipun untuk harga yang relatif murah
  • Pengambilan gambar pun terbilang lebih cepat

Meski demikian, penggunaan kamera ini pun bukanlah suatu keharusan, apalagi di tengah semakin canggihnya teknologi kamera pada smartphone. Saat ini tidak sedikit pembuat video yang merekam video profesional dengan menggunakan kamera smartphone

Jadikan Dirimu Semakin Terampil Bersama Cakap Upksill!

Teknik Videografi

teknik videografi
Photo by Terje Sollie from Pexels

Pada dasarnya videografi adalah gabungan dari beberapa teknik seperti pengambilan gambar dan teknik penyuntingan video. Beberapa aturan dan teknik dasar yang bisa kamu terapkan antara lain:

Framing

Framing adalah bagaimana kita memposisikan objek dalam mengambil gambar dengan menggunakan kamera. Dalam hal ini, kamu perlu memilih latar belakang yang menarik dan bebas dari kekacauan serta mempertimbangkan pencahayaan. 

Gunakan aturan sepertiga, di mana kamu bisa membayangkan sebuah kotak dengan tiga garis vertikal dan horizontal pada layar. Mata subjek harus berpotongan dengan garis atas dan dahi mereka harus berpotongan dengan sepertiga garis di kiri dan kanan. 

Pencahayaan

Jika kamu berada di dalam ruangan, nyalakan semua lampu dan hindari mengambil gambar menghadap ke pintu atau jendela karena bisa membuat siluet. Sementara jika pengambilan gambar dilakukan di luar ruangan, hindari pencahayaan berlebih. 

Ketika hari cerah, kamu dapat memindahkan subjek ke tempat yang teduh untuk menghindari cahaya yang berlebihan. Selain itu, hindari mengambil gambar pada saat malam hari atau di tempat yang kekurangan cahaya. 

Tripod

Tripod merupakan sebuah alat bantu untuk meletakkan dan memposisikan kamera saat merekam video. Penggunaan tripod sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas perekaman, terutama jika merekam wawancara. 

Jika tidak memiliki video, kamu dapat menjaga posisimu untuk tetap stabil, misalnya dengan mengunci siku pada bagian samping tubuh. Kamu juga bisa bersandar pada tembok atau pohon untuk meminimalisasi pergerakan. 

Fokus

Hal lainnya yang perlu diperhatikan bahwa gambar wajib berfokus pada bagian wajah dan mata jika ketika objek yang diambil adalah manusia. Jagalah fokus ini hingga akhir karena fokus adalah bagian yang sulit untuk di-edit ketika perekaman telah selesai. 

Audio

Meskipun kamera umumnya juga dapat digunakan untuk merekam suara, penggunaan microphone terpisah sangat disarankan jika merekam wawancara. Hal ini agar suara orang yang diwawancara dapat terfokus dan suara kebisingan di sekitar dapat diredam dengan baik. 

B-roll atau Footage

Terutama jika yang direkam adalah orang, kamu perlu mengambil gambar tambahan yang bisa digunakan bersama rekaman suara mereka. Misalnya ketika objek tersebut sedang berjalan, membaca buku, tertawa bersama teman, dan lain-lain. 

Aplikasi dan Software Video Editing

software dan aplikasi untuk videografi
Photo by Kelly L from Pexels

Setelah berbicara mengenai pengambilan gambar, selanjutnya kita masuk pada proses penyuntingan video atau video editing. Jika kamu merupakan pemula, berikut adalah beberapa software yang dapat kamu gunakan: 

  • Windows Movie Maker
  • Apple iMovie
  • LumaFusion
  • Adobe Premiere Pro
  • Sony Vegas

Selain itu, aplikasi videografi yang tersedia untuk smartphone pun tidak kalah canggih dan sangat mudah digunakan bagi pemula. Berikut adalah beberapa di antaranya: 

  • InShot 
  • KineMaster
  • FilmoraGo
  • VivaVideo
  • PowerDirector

Nah, setelah penjelasan panjang di atas, semoga kamu sudah semakin memiliki gambaran mengenai videografi, ya, Sobat Cakap. Kamu bisa mulai untuk membuat video, baik untuk kepentingan sosial media pribadi, hingga untuk promosi produk. 

Bagi kamu yang ingin lebih serius menekuni videografi, terutama untuk produk iklan dan pemasaran, kamu bisa ambil kelasnya di Cakap Upskill. Dapatkan langsung pemahaman dan pengetahuan teknis pembuatan video terbaik dari ahlinya. Yuk, daftar! #SiapaCakapDiaDapat

Baca juga: 

Hilda
Lulusan Sastra Jepang dengan 4 tahun pengalaman menulis kreatif, terutama di bidang edukasi. Senang mencari tahu dan menjelaskannya kembali lewat tulisan.