Onomatopoeia Bahasa Jepang: Sering Muncul di Anime!

onomatopoeia
Onomatopoeia Bahasa Jepang: Sering Muncul di Anime!

Ketika menonton anime atau membaca manga, kamu mungkin sering melihat tulisan yang berupa pengulangan seperti zaa-zaa, mogu-mogu, dan lain-lain. Nah, kata-kata tersebut merupakan penggambaran bunyi yang disebut “onomatopoeia” atau dalam bahasa Jepang disebut オノマトペ atau “onomatope”. 

Selain merupakan ciri khas dalam anime dan manga, onomatope juga sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, lho. Cari tahu lebih lanjut mengenai onomatope bahasa Jepang ini, yuk! 

Mengenal Onomatopoeia

Kucing mengeong. Foto oleh freepic.diller – freepik

Onomatopoeia berasal dari bahasa Yunani yang artinya adalah menamai sesuatu berdasarkan bunyinya. Meskipun istilah ini terdengar asing, pada dasarnya dalam bahasa Indonesia sendiri kita sudah sering menggunakan onomatopoeia atau onomatope. Misalnya penggambaran suara kucing dengan “meong” dan “cicit” untuk menggambarkan suara tikus. 

Dalam bahasa Jepang, onomatope berguna untuk mendeskripsikan sesuatu secara lebih spesifik sehingga membuat suatu kalimat menjadi lebih ekspresif. Ketika diterapkan dalam tulisan, biasanya onomatope ditulis dengan hiragana, tetapi pada manga terkadang ditulis menggunakan katakana

Daftar Cakap Sekarang, Dapatkan Kelas Bahasa Jepang Gratis

Jenis Onomatopoeia Bahasa Jepang

Suara hujan lebat. Foto oleh Kireyonok_Yuliya – freepik

Sesuai dengan fungsinya untuk menjadikan memberikan deskripsi ekspresif melalui suara, onomatope pun terdiri dari beberapa jenis. Berikut adalah 5 jenis onomatope bahasa Jepang sesuai dengan penggambaran yang hendak diekspresikan. 

1. 擬声語 (Giseigo) → Suara orang dan hewan.

2. 擬音語 (Giongo) → Suara yang merupakan suara objek atau alam.

3. 擬態語 (Gitaigo) → Suara yang mendeskripsikan kondisi dan keadaan. 

4. 擬容語 (Giyougo) → Suara yang mendeskripsikan perpindahan dan pergerakan.

5. 擬情語 (Gijougo) → Suara yang mendeskripsikan perasaan. 

Contoh Onomatopoeia Bahasa Jepang

Minuman hangat. Foto oleh aopsan – freepik

Agar kamu tidak hanya mengira-ngira, berikut beberapa contoh onomatopoeia yang sering digunakan sehari-hari dalam bahasa Jepang. Kamu mungkin juga sudah pernah melihat beberapa yang digunakan dalam manga. Check it out!

Onomatope Romaji Keterangan Jenis
にゃん Nyan Suara kucing “meong” Giseigo
あはは Ahaha Suara tawa Giseigo
ごろごろ Goro-goro Suara guntur Giongo
ざーざー Zaa-zaa Suara hujat lebat Giongo
きらきら Kira-kira Mata berbinar Gitaigo
ほかほか Hoka-hoka Hangat (tubuh atau makanan) Gitaigo
のろのろ Noro-noro Bergerak dengan lambat Giyougo
ぶるぶる Buru-buru Gemetaran Giyougo
わくわく Waku-waku Bersemangat Gijougo
もやもや Moya-moya Khawatir/bingung Gijougo

Raih Beasiswa Kuliah di Jepang dengan Kursus Bahasa Jepang di Cakap

Contoh Penggunaan Onomatopoeia dalam Kalimat

Mata berbinar. Foto oleh lookstudio – freepik

Setelah melihat beberapa contoh onomatope di atas, kamu mungkin penasaran bagaimana penggunaannya di dalam kalimat sederhana. Lihat contoh kalimat berikut ini, yuk! 

Contoh 1

昨日の晩から雨がざあざあ降っています。

Kinou no ban kara ame ga zaa-zaa futte imasu. 

“Hujan turun dengan lebat sejak kemarin malam.”

Contoh 2

疲れていますので、エリさんはのろのろ歩いています。

Tsukarete imasu node, Eri-san wa noro-noro aruite imasu. 

“Karena lelah, Eri berjalan dengan sangat lambat.”

Contoh 3

明日は大学に初日ですから、わくわくします。

Ashita wa daigaku ni shonichi desukara, wakuwaku shimasu. 

“Besok adalah hari pertama di universitas, saya jadi bersemangat.”

Contoh 4

その夜は本当に怖かった。体がぶるぶるになっちゃった。

Sono yoru wa hontou ni kowakatta. Karada ga buru-buru ni nacchatta. 

“Malam itu sangat menakutkan. Tubuh saya jadi gemetaran.”

Contoh 5

妹は私からのプレゼントが好きと思う。目がきらきらした。

Imouto wa watashi kara no purezento ga suki to omou. Me ga kira-kira shita. 

“Saya pikir adik saya menyukai hadiah dari saya. Matanya berbinar-binar.”

Dari beberapa contoh di atas, kamu sudah lebih mengerti bagaimana penggunaan onomatopoeia dalam bahasa Jepang, bukan? Bagi kamu yang ingin memahami lebih lanjut mengenai materi bahasa Jepang lainnya, gabung di kursus Bahasa Jepang Cakap, yuk! Wujudkan harapanmu untuk bisa nonton anime tanpa subtitle, daftar sekarang! 

Baca juga: 

Hilda
Lulusan Sastra Jepang dengan 4 tahun pengalaman menulis kreatif, terutama di bidang edukasi. Senang mencari tahu dan menjelaskannya kembali lewat tulisan.