Menjaga Pandangan Mata dan Menjaga Diri Sendiri Oleh K.H. Syaifullah Amin

Menjaga diri sendiri

Sesungguhnya definisi puasa itu adalah menahan makan dan minum dari Subuh hingga Maghrib dengan tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Hal-hal seperti makan, minum, dan berhubungan suami istri di siang hari tentu akan membatalkan puasa. Namun bagaimana dengan pandangan mata? Apakah dengan tidak menjaga pandangan mata, seseorang dapat batal puasanya?

K.H. Syaifullah Amin menjelaskan permasalahan tersebut dalam  program Awadah Dakwah Festival yang dapat diakses melalui aplikasi Cakap. Secara kitab fikih, mata dan pandangan tidak akan membatalkan puasa. Akan tetapi secara akhlak dan adab, karena arti dari puasa adalah menahan diri dari godaan dan hawa napsu, sehingga kemampuan menahan diri menjadi salah satu keutamaan untuk tidak mengotori hati yang justru membuat kita lalai dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. 

Untuk itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahkan nikmat penglihatan untuk disyukuri, yakni digunakan untuk ketaatan, bukan untuk melihat yang haram. 

Sesuai dengan Firman Allah :

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًاوَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأَبْصَارَ وَالأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya : “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Nahl: 78)

Ketiga nikmat ini menjadi kunci ilmu. Seorang manusia tidak akan bisa mengetahui sesuatu kecuali dengan salah satu dari tiga indra ini. sehingga manusia dipesankan untuk menyukurinya, yaitu dengan menggunakannya dalam ketaatan kepada Allah. Siapa yang menggunakan nikmat bukan dalam hal ini, pendengaran, penglihatan, dan hati akan menjadi musuh baginya di hari kiamat dan menggugatnya di hadapan Allah kelak.

Salah satu penyebab kerasnya hati dan meredup cahayanya adalah maksiat penglihatan. Sehingga seseorang tidak bisa khusyu’ shalat, hilang rasa takut kepada Allah, lenyap manisnya iman dan kenikmatan ibadah; tidak lain penyebabnya pandangan liat kepada yang haram.

Disebutkan dalam satu riwayat, pandangan haram adalah panah beracunnya Iblis yang disasarkan ke hati seorang hamba. Maka siapa yang menundukkan pandangannya karena Allah niscaya Dia menganugerahkan manisnya iman dalam hatinya sampai ia berjumpa dengan-Nya.

Melihat yang haram memiliki dampak kuat terhadap hati. Hati yang terkotori dengan tontonan haram akan menuntut mata untuk melihat keharaman-keharaman lain setelahnya. Sehingga melihat yang haram menjadi candu dalam kehidupannya. Misal, seseorang yang melihat tontonan atau gambar porno, hatinya akan senantiasa terngiang-ngiang sehingga, pikirannya sibuk menghayalkannya, sehingga dorongan melihat keharaman lain semakin kuat. Satu hari tak liat yang haram, rasanya seperti orang kecanduan. Akibatnya, Al-Qur’an tidak lagi nikmat dibaca, shalat tak terasa kekhusyu’annya, bangun malam berat, shalat malam tertinggal, dan disusul keburukan-keburukan lainnya.

Kita harus ingat-ingat betul perintah Allah yang ditujukan bagi mukmin laki-laki dan mukmin wanita, sebagaimana perintah untuk menundukkan pandangan yang berlaku di Ramadhan dan di luarnya.

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ

Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya.” (QS. Al-Nuur: 30)

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ

Artinya : “Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya.” (QS. Al-Nuur: 31)

Siapa yang sanggup menjaga pandangannya maka kesempurnaannya lebih dekat. Menjadi insan bertakwa semakin kuat. Dan Allah akan bukakan banyak kebaikan kepadanya.

K.H. Syaifullah Amin menjelaskan lebih dalam mengenai, “Menjaga Pandangan Mata dan Menjaga Diri Sendiri” pada kajian Awadah Dakwah Festival 2020 melalui tayangan video berikut ini.

Menjaga Pandangan Mata dan Menjaga Diri Sendiri

Oleh K.H. Syaifullah Amin

Ikuti Awadah Dakwah Festival secara LIVE, pukul 16.00 WIB dan 21.00 WIB setiap hari selama bulan Ramadhan hanya di aplikasi Cakap, sebuah platform belajar bahasa, mulai dari bahasa Inggris, Jepang, Mandarin dan Indonesia.  

Jangan lupa untuk download aplikasi Cakap untuk dapat terus tonton video Awadah Dakwah Festival setiap hari selama bulan Ramadhan 1441 H.

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google