Tradisi Ramadhan yang Tidak Bisa Dilakukan di Tahun Ini

tradisi ramadhan 2020

Puasa Ramadhan adalah bulan yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya oleh segenap umat muslim. Bukan tanpa sebab, bulan suci Ramadhan sangat dinantikan karena bulan ini penuh rahmat dan ampunan.

Selain kewajiban untuk berpuasa, bulan Ramadhan menjadi momen tersendiri bagi umat Islam untuk memperbaiki keimanan dan ketakwaan. Selama Puasa Ramadhan berlangsung, dianjurkan untuk banyak mengisi hari dengan amalan sebab di bulan ini semua amalan pahalanya dilipat gandakan.

Momen bulan Ramadhan biasa menjadi ajang silaturahmi bagi umat Islam. Walau tidak berkunjung langsung ke rumah setidaknya dilakukan secara online. Tidak heran dalam menyambut Puasa Ramadhan banyak ucapan selamat berpuasa hingga quotes ramadhan bertebaran di media sosial. 

Bulan Puasa tidak bisa terlepas dari tradisi atau kegiatan unik masyarakat kita yang selalu menghiasi Ramadhan di setiap tahunnya. Namun apa daya pelaksanaan Puasa Ramadhan kali ini berbeda dari biasanya karena adanya pandemi Corona. Mau tidak mau, kita harus membatasi segala kegiatan dan meniadakan tradisi tersebut demi kemaslahatan bersama.

Jangan bersedih, walau tinggal kenangan setidaknya kita bisa bernostalgia. Mending simak ulasan tradisi ramadhan yang hanya ada di Indonesia berikut ini.

Ngabuburit

Ngabuburit adalah kegiatan menunggu datangnya waktu berbuka puasa. Biasanya kegiatan tersebut dilakukan di luar rumah, seperti jalan-jalan, entah itu sekadar jalan sore atau berkendara ke suatu tempat, bermain dengan teman, hingga berburu takjil. Kegiatan ngabuburit juga dapat bersifat keagamaan seperti mengaji dan mendengarkan ceramah.

Kegiatan ini dilakukan untuk menghilangkan rasa jenuh, akan membosankan jika menunggu waktu berbuka puasa tanpa melakukan aktivitas. Terlebih bagi anak kecil, mereka akan murung jika tidak diperbolehkan ngabuburit. 

Bagaimana tidak, berpuasa menjadi hal yang sangat menyenangkan dengan ngabuburit. Waktu akan cepat berlalu dan tidak terasa adzan maghrib berkumandang menandakan waktu berbuka puasa telah tiba

Sayangnya Puasa Ramadhan kali ini kita harus mengikuti himbauan untuk tetap di rumah saja agar terhindar dari wabah virus Corona. Jika memang diharuskan keluar rumah, wajib melakukan protokol keamanan, seperti menggunakan masker dan menerapkan physical distancing.

Sehingga tentunya kegiatan ngabuburit di luar rumah ditiadakan terlebih dahulu, cukup ngabuburit di rumah saja. Banyak hal bermanfaat yang bisa dilakukan di rumah lho, antara lain belajar, membaca Alquran, dan mendengarkan ceramah online

Bagi pekerja yang menjalankan Work From Home di waktu yang bersamaan secara tidak langsung melakukan ngabuburit juga. Untuk kamu yang kegiatan sekolah atau perkuliahannya online, jangan khawatir gabut kalau kelas sudah selesai, selama ada fasilitas internet banyak hal positif yang dilakukan kok.

Ngabuburit Sambil Belajar Bahasa Asing

dengan 5 Aktivitas Seru Ini!

Bukber

Momen kumpul bersama keluarga maupun teman terasa sangat spesial jika dilakukan di bulan suci Ramadhan. Merupakan pilihan yang tepat ketika bukber dijadikan sebagai media untuk kumpul bersama dalam rangka mensyukuri nikmat Allah SWT dan menjalin silaturahmi.

Bukber sendiri adalah singkatan dari buka bersama. Kegiatan ini biasanya ditujukan sebagai ajang reunian hingga kumpul-kumpul keluarga. Ada keseruan tersendiri saat mengadakan acara bukber bersama dengan kawan lama, menyantap hidangan berbuka puasa sembari bernostalgia setelah jarak dan waktu lama memisahkan.

Dengan adanya pandemi Corona, meniadakan acara bukber merupakan sebuah keharusan. Sebab acara tersebut menghadirkan banyak orang dan menciptakan kerumunan, sehingga dikhawatirkan terjadi kontak fisik. Namun jangan khawatir, di era digital ini semua bisa dilakukan tanpa tatap muka, kita masih bisa mengadakan bukberonline

Shalat Tarawih Berjamaah di Masjid

Shalat tarawih merupakan ibadah shalat sunnah yang hanya ada di bulan suci Ramadhan. Dalam prakteknya shalat sunnah ini dilakukan secara berjamaah. Oleh karena itu MUI, selaku lembaga umat Islam di Indonesia mengeluarkan fatwa berupa pedoman beribadah di bulan Ramadhan menyusul ancaman penyebaran virus Corona yang masih kuat.

Fatwa tersebut diantaranya menyinggung soal penyelenggaraan shalat berjamaah, salah satunya tarawih yang ditiadakan dulu terlebih khusus zona merah. Untuk zona hijau masih diperbolehkan menggelar shalat sunnah tarawih namun dengan catatan jumlah jamaah tidak membludak untuk meminimalisir terjadinya penularan COVID-19.

Shalat tarawih memiliki keistimewaan dan pahala yang luar biasa. Tentunya jamaah tidak ingin melewatkan kesempatan ibadah yang satu ini. Sebagai gantinya, shalat tarawih bisa dilakukan sendiri maupun berjamaah dengan keluarga di rumah. Sehingga kita tetap bisa mendapatkan pahala dan keutamaan shalat tarawih.

Bermain Petasan

Tidak hanya dilakukan saat tahun baru saja, bermain petasan biasa dilakukan anak-anak selepas shalat tarawih. Selepas shalat tarawih mereka akan berkumpul di suatu tempat yang luas lalu bersama-sama menyalakan berbagai jenis petasan yang mereka punya.

Di bulan suci Ramadhan pedagang kaki lima di pedesaan hingga pinggir jalan raya pasti menjajakan petasan di depan warungnya. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun gemar membeli petasan untuk sekadar menghidupkan suasana hiburan di malam hari. 

Sahur Keliling

Sahur keliling adalah kegiatan berkeliling kampung membangunkan orang sahur menggunakan alat-alat seperti toa, kentongan, hingga beduk. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh kalangan remaja, mereka akan bangun terlebih dahulu dan berkumpul di pos ronda. Setelah semuanya berkumpul dan alat-alat sudah siap, mereka mulai berkeliling sembari memukul kentongan/bedug dan meneriakkan kata “sahur, sahur!” dengan nada yang khas.

Mudik

Menjelang berakhirnya Puasa Ramadhan, sudah menjadi tradisi tersendiri bagi masyarakat Indonesia untuk melaksanakan mudik. Mudik adalah kegiatan pulang ke kampung halaman dalam rangka silaturahmi dengan keluarga besar di momen hari raya Idul Fitri.

Namun, tahun ini pemerintah melarang masyarakat untuk mudik demi mencegah penyebaran virus corona. Maka itu, kita harus mematuhi aturan ini ya, Sobat Cakap! Semakin kita taat, semakin cepat juga masalah ini bisa ditangani dan kita pun bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Itulah ulasan mengenai tradisi Ramadhan di Indonesia. Cukup bikin nostalgia ya. Walaupun selama bulan Ramadhan kemungkinan hanya di rumah saja, beribadah tentu tetap harus jalan ya. Kamu bisa mengikuti dakwah dan kajian online melalui program Awadah Dakwah Festival 2020 di aplikasi Cakap. Selamat menyambut Ramadhan!

Baca Juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google