Gak Cuma di Cina, Intip Perayaan Festival Kue Bulan di Berbagai Negara

Hari ini masyarakat di Cina merayakan Festival Pertengahan Musim Gugur atau yang sering disebut Festival Kue Bulan. Dirayakan dengan kumpul-kumpul keluarga untuk makan malam, menyalakan lentera, dan menyantap kue bulan, festival ini ternyata bermula dari penyembahan bulan pada masa Dinasti Shang sekitar 3.000 tahun lalu.

Walaupun tidak memiliki tanggal yang pasti, perayaan festival ini biasanya jatuh pada tanggal 15 bulan ke delapan pada kalender lunar setiap bulan penuh atau pernama. Menariknya, Festival Pertengahan Musim Gugur ini tidak hanya dirayakan di Cina saja.

Tidak hanya di Cina saja, festival ini juga menjadi festival tradisional di sejumlah negara di Asia Timur dan Tenggara, terutama yang masih memiliki akar kebudayaan dari Cina. Bedanya, tiap negara memiliki tradisi yang juga berbeda. Berikut negara-negara yang juga merayakan Festival Kue Bulan:

Korea Selatan

source: chinadaily.com.cn

Festival Pertengahan Musim Gugur disebut sebagai Chuseok di Korea Selatan. Chuseok juga dikenal sebagai Hari Thanksgiving versi Korea. Untuk merayakan festival tersebut, orang-orang di Korea mendapat libur selama tiga hari.

Mereka biasanya mengunjungi kampung halaman leluhur, mengadakan pesta makanan tradisional seperti songpyeon dan anggur beras, berdansa bersama, dan menyaksikan keindahan bulan.

Jepang

source: chinadaily.com.cn

Masih berdekatan dengan Cina dan Korea Selatan, negara lain yang merayakan Festival Kue Bulan adalah Jepang. Festival ini awalnya dinamakan “Pesta Penghargaan Bulan” saat pertama kali diperkenalkan ke Jepang dari Cina sekitar 1.000 tahun lalu. Di Jepang, festival ini diberi nama Tsukimi atau Otsukimi yang berarti “melihat bulan”.

Meskipun kalender lunar Cina tidak lagi digunakan di Jepang, tradisi ini tetap dipertahankan di banyak tempat di Jepang. Bedanya, makanan festival di Jepang bukanlah kue bulan melainkan kue beras ketan yang disebut Tsukimi dango. Selain itu, orang Jepang juga biasanya mengenakan kostum tradisional dan pergi ke kuil untuk membakar dupa.

Singapura

source:chinadaily.com.cn

Bagi warga Singapura, Festival Kue Bulan adalah saat yang tepat mengucapkan terima kasih dan memberikan salam serta harapan kepada kerabat, teman, dan mitra bisnis dengan mengirimkan kue bulan. Di Singapura, festival ini disebut sebagai Festival Lentera (“Lantern Festival”).

Selain makan kue bulan, Singapura menyambut perayaan ini dengan menghiasi tempat-tempat wisata seperti Orchard Road, tepi sungai Chinatown, Chinese Garden, dan tempat-tempat lainnya dengan hiasan lentara, tur taman, dan tarian naga.

Thailand

source: Google Image

Menurut legenda Thailand, pada malam Festival Pertengahan Musim Gugur, Delapan Dewa pergi ke Istana Bulan untuk mengirim kue berbentuk persik dan memberi ucapan selamat ulang tahun kepada Guanyin.

Jadi biasanya orang Thailand menyambut festival ini dengan persembahan kue berbentuk persik. Semua anggota keluarga, pria dan wanita, tua dan muda, kemudian duduk mengelilingi meja dengan persembahan tersebut untuk menyembah bulan, berdoa, dan bertukar salam.

Vietnam

source: chinadaily.com.cn

Festival Pertengahan Musim Gugur dinamai “Tết Trung Thu” oleh orang Vietnam. Ada lagi sebutan lain untuk festival ini yaitu Festival Anak-Anak karena anak-anak menjadi peran utama dari festival ini.

Menjelang hari perayaan, pasar penuh dengan lentera dan mainan juga kue bulan. Pada malam festival dirayakan, orang dewasa menyantap kue bulan sementara anak-anak biasanya bermain dengan lentera. Pada hari-hari tersebut, orang Vietnam juga mengadakan kompetisi Festival Pertengahan Musim Gugur untuk berlomba membuat lentera yang paling indah.

Pertunjukan tari singa diadakan di beberapa tempat untuk meramaikan perayaan. Tarian ini dilakukan oleh anak-anak maupun kelompok tari profesional. Biasanya mereka tampil di jalanan atau pergi ke rumah-rumah.

Jika sang tuan rumah mengizinkan, maka “singa” akan masuk dan mulai menari untuk memberikan berkah keberuntungan dan kekayaan. Sebagai imbalan, tuan rumah akan memberikan angpau untuk menunjukkan rasa terima kasih.

Indonesia

source: dannylovetoeat.blogspot.com

Di Indonesia, Festival Kue Bulan juga dirayakan khususnya oleh warga keturunan Tionghoa. Kue bulan di Indonesia biasanya memiliki lapisan luar yang kenyal dengan isi yang manis atau terkadang gurih.

Kue bulan ini terkadang juga berisi empat kuning telur di dalamnya untuk melambangkan empat fase bulan. Walaupun dinamakan kue bulan, kue-kue ini tidak selalu berbentuk bulan lho. Ada yang dibentuk seperti ikan atau anak babi. Lucu ya!

Merasakan meriahnya perayaan Festival Kue Bulan di berbagai negara pasti seru sekali. Apalagi kalau kamu langsung merayakannya di negara asalnya yaitu Cina. Tempat-tempat seperti Summer Palace di Beijing dan Yuyuan Garden di Shanghai Xi’an City Wall di Xi’an menjadi lokasi strategis untuk menyaksikan bulan purnama sambil menyantap kue bulan.

Ini merupakan saat yang tepat bagi kamu untuk berlibur ke Cina! Gak cuma liburan saja, ini juga saat yang tepat bagi kamu yang tertarik belajar bahasa dan budaya Cina untuk ikutan Program Beasiswa BLCC Batch 9.

Di sana, kamu gak sekadar belajar bahasa saja tapi juga banyak kegiatan asyik lainnya seperti kelas kaligrafi, seruling cina, dan lain-lain. Ditambah lagi, kamu bisa jalan-jalan ke berbagai tempat wisata. Yuk buruan daftar!

Baca Juga:
Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google