Cakap X Global Study Partners: How to Succeed in Your LPDP Application

cakap upskill lpdp

Melanjutkan pendidikan di luar negeri dengan beasiswa mungkin merupakan impian banyak orang di Indonesia. Dalam Webinar Upskill kali ini, Cakap bekerja sama dengan Global Study Partners dan mengundang salah satu penerima beasiswa LPDP di University of Adelaide Australia, yaitu Khairunnisa untuk berbagi pengalaman. Simak perjalanan serta tips & trik untuk lulus LPDP, yuk! 

Niat yang kuat dan “Kick Off” 

Menurut Khairunnisa, hal yang pertama yang harus dimiliki oleh seseorang ketika ingin mendapatkan beasiswa yang sangat kompetitif adalah niat yang kuat. Berdasarkan pengalamannya melalui proses dan persiapan yang panjang, niat dan kegigihan adalah modal utama yang dapat membuatnya terus berusaha dan melangkah. 

Khairunnisa pun berbagi milestone yang ia lalui dapat mendapatkan beasiswa LPDP. Mulai dari lulus S1 dan bekerja pada tahun 2017 hingga berhasil lolos dalam seleksi penerimaan LPDP tahun 2019. Tentu saja bukan perjalanan yang mudah karena ia harus mengalami dua kali kegagalan pada seleksi beasiswa LPDP pada tahun 2018. 

Ia juga sempat mencoba seleksi beasiswa Australia Awards Scholarships (AAS) sebanyak dua kali, tetapi lagi-lagi tidak berhasil. Barulah pada semester kedua tahun 2019 ia kembali mendaftar dalam seleksi LPDP dan akhirnya dinyatakan lolos untuk menerima beasiswa. 

Syarat Umum Pendaftaran Seleksi Beasiswa LPDP

  1. Warga Negara Indonesia (WNI) 
  2. Telah lulus S1 (untuk Magister/S2) atau telah lulus S2 (untuk Doktoral) serta tidak sedang kuliah. 
  3. Usia maksimal 35 tahun untuk Magister dan 40 tahun untuk Doktoral
  4. IPK 3.0 (Magister) dan 3.25 (Doktoral)
  5. TOEFL/TOAFL 500 (dalam negeri) atau IELTS 6.0-6.5 (luar negeri) 
  6. Essay, yaitu Proposal Studi (Doktoral) dan Rencana Studi (Magister)

Tahap Seleksi Beasiswa LPDP 2022

Tahun 2022 ini LPDP kembali mengadakan seleksi dengan persyaratan sebagai berikut:

Seleksi Administrasi

  1. Sertifikat Bahasa )TOEFL/IELTS/TOAFL)
  2. Komitmen Kembali ke Indonesia dan Rencana Kontribusi di Indonesia Pasca Studi (1500-2000 kata)
  3. Proposal Peletian (Doktoral)
  4. Surat izin dari instansi terkait (jika terikat dengan instansi tertentu)
  5. Surat rekomendasi (dari dosen pembimbing atau kolega)
  6. LoA (optional)
  7. Surat keterangan sehat dan bebas TBC

Seleksi Bakat Skolastik

  1. Penalaran Verbal
  2. Penalaran Numerik
  3. Pemecahan Masalah

Catatan: Hanya untuk yang belum memiliki LoA Unconditional

Seleksi Wawancara 

  1. Wawancara terkait studi dan Akademik (Interviewer: Psikolog dan Akademisi)
  2. Wawancara Kebangsaan (Interviewer: BIN)

Terkait: Rencana Studi Motivation Letter, dan Komitmen Kontribusi

Documents: University Application Letter of Acceptance (LoA)

  1. Scan Transkrip dan Ijazah yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris
  2. Motivation Letter
  3. Curriculum Vitae (CV) – Academic
  4. IELTS

Essay (Komitmen Kontribusi dalam 1500-2000 kata) 

  1. Deskripsi Diri (Background studi, pekerjaan, minat, dan lain-lain). 
  2. Deskripsi masalah penting yang sedang dialami oleh Indonesia atau lingkungan sekitar serta solusi penyelesaian yang ditawarkan (pendidikan, ekonomi, dll)
  3. Deskripsi relevansi ilmu yang akan diambil dan bagaimana kontribusi dalam penyelesaian yang terjadi. 
  4. Deskripsi proyeksi/mimpi tentang Indonesia dalam masa depan.
  5. Deskripsi cara (misi) untuk mewujudkan mimpi tersebut. 

Tips & Trick

  1. Time & Goal-oriented
    Perhatikan dengan baik setiap jadwal dan apa saja yang harus kamu selesaikan dan persiapkan dalam jangka waktu tersebut. 
  2. Observasi/riset secara menyeluruh dan mendalam
    Pastikan kamu melakukan riset mendalam dalam mempersiapkan semua kebutuhan, sehingga tidak ada detail yang terlewat. 
  3. Kenali dan evaluasi kemampuan diri
    Mengenali diri dan kemampuan dirimu akan memudahkanmu untuk membuat rencana serta mengatur visi dan misi studimu. 
  4. Berdoa dan keep grounded
    Berdoa seringkali memberikan ketenangan serta sebagai wujud berserah diri terhadap rencana Tuhan, terlepas dari segala upaya yang dilakukan. 
  5. Mencari informasi via online group (WA, Telegram, Discord, Webinar/Workshop)
    Bergabunglah dalam komunitas media sosial sehingga kamu tidak ketinggalan berita dan informasi penting. 

Nah demikianlah beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam mendaftar beasiswa LPDP yang persaingannya terkenal cukup ketat. Jika kamu sudah pernah mencoba dan gagal, jangan menyerah karena kesempatan berikutnya masih ada selama kamu terus berusaha. Semangat, ya!

Berbagai webinar terkait pengembangan diri dan peningkatan skill dapat kamu saksikan secara gratis di aplikasi Cakap. Yuk, download aplikasinya sekarang dan cek jadwal webinar Upskill terdekat! 

Baca juga: 

Hilda
Lulusan Sastra Jepang dengan 4 tahun pengalaman menulis kreatif, terutama di bidang edukasi. Senang mencari tahu dan menjelaskannya kembali lewat tulisan.