Lagi sibuk menyiapkan dokumen beasiswa atau berniat melanjutkan studi ke luar negeri, lalu mendadak pusing melihat syarat “skor TOEFL atau IELTS”? Wait, jangan terburu-buru langsung booking tanggal tes!
Meski sama-sama menguji kemampuan bahasa Inggris, jenis-jenis tes ini memiliki format, skala skor, dan peruntukan yang sangat berbeda. Salah pilih jenis tes bisa bikin waktu, tenaga, dan uangmu melayang karena sertifikatnya tidak diakui oleh instansi tujuan.
Biar kamu tidak bingung, yuk kita bedah satu per satu perbedaannya di bawah ini!
Gambaran Singkatnya
| TOEFL ITP | TOEFL iBT | IELTS | PTE Academic | |
|---|---|---|---|---|
| Cara tes | Kertas (ada juga versi digital), diselenggarakan institusi | Komputer | Kertas atau komputer | Sepenuhnya komputer |
| Yang diuji | Listening, Structure & Written Expression, Reading | Reading, Listening, Speaking, Writing | Listening, Reading, Writing, Speaking | Speaking & Writing, Reading, Listening |
| Skala skor | 310–677 | 1–6 (kelipatan 0,5), laporan juga memuat padanan 0–120 | Band, maksimal 9 | 10–90 |
| Tes speaking | Tidak ada pada tes standar | Direkam lewat komputer | Tatap muka dengan examiner | Direkam lewat komputer, dinilai AI |
| Biasanya dipakai untuk | Seleksi atau penempatan di institusi; diterima beberapa beasiswa | Daftar kampus luar negeri | Daftar kampus luar negeri, kebutuhan visa tertentu | Kampus dan visa, populer untuk Australia dan Selandia Baru |
1. TOEFL ITP: Versi “Kertas” untuk Institusi
ITP merupakan singkatan dari Institutional Testing Program. Artinya, tes ini diselenggarakan langsung oleh instansi tertentu (seperti kampus atau lembaga bahasa), bukan tes yang didaftar secara mandiri untuk kebutuhan umum global.
- Format Soal: Semuanya pilihan ganda. Untuk Level 1 (menengah-lanjut), terdiri dari 3 bagian: Listening (50 soal), Structure & Written Expression (40 soal), dan Reading (50 soal). Total 140 soal dalam kurun waktu 115 menit dengan rentang skor 310–677. (Ada juga Level 2 untuk tingkat pemula).
- Catatan Penting: Tes standar ITP tidak memiliki tes Speaking dan Writing dan standar skor sepenuhnya ditentukan oleh instansi penyedia.
Soal penerimaan, hampir semua program berbahasa Inggris di luar negeri mencantumkan IELTS atau TOEFL iBT, bukan ITP. Jadi kalau targetmu kampus luar negeri, jangan asal pakai skor ITP. Cek dulu syarat kampus tujuan.
2. TOEFL iBT: Empat Skill di Komputer, dan Baru Berubah di 2026
TOEFL iBT (Internet-based Test) menguji 4 keterampilan sekaligus (Reading, Listening, Speaking, Writing) menggunakan komputer.
Nah, ini yang sering terlewat. Sejak 21 Januari 2026, ETS mengubah format dan skala skor TOEFL iBT. Tesnya jadi lebih singkat, bagian Reading dan Listening bersifat adaptif (tingkat kesulitan menyesuaikan performamu), dan ada tipe soal baru.
Skalanya pun berubah dari 0–120 menjadi 1–6 dengan kelipatan 0,5, yang disejajarkan dengan standar CEFR. Skor keseluruhan adalah rata-rata dari empat skor bagian, dibulatkan ke 0,5 terdekat. Selama masa transisi sampai Januari 2028, laporan skor memuat dua skala: yang baru (1–6) dan padanan 0–120.
Jadi kalau kampus tujuanmu masih menulis syarat dalam skala 0–120, tenang saja. Menurut ETS, itu tidak berarti penerimaan TOEFL berubah. Satu hal yang perlu diwaspadai: banyak materi belajar di internet masih membahas format lama. Pastikan kamu memakai materi latihan yang sudah diperbarui.
3. IELTS: Speaking-nya Ngobrol dengan Orang Sungguhan
IELTS punya dua jenis: Academic untuk keperluan kuliah, dan General Training untuk kebutuhan lain seperti pekerjaan atau migrasi. Bagian Listening dan Speaking-nya sama, sedangkan Reading dan Writing-nya berbeda.
Listening dan Reading masing-masing berisi 40 soal. Speaking dilakukan tatap muka dengan examiner selama sekitar 11–14 menit, jadi ada interaksi langsung dengan manusia. Hasilnya dilaporkan dalam skor band dengan nilai tertinggi 9.
Kamu bisa memilih tes di kertas atau di komputer. Pada versi komputer, Listening, Reading, dan Writing dikerjakan di layar, tetapi Speaking tetap tatap muka, dengan hasil tes komputer keluar sekitar 3–5 hari, sedangkan tes kertas sekitar 13 hari.
4. PTE Academic: Serba Komputer, Dinilai oleh AI
PTE Academic dikerjakan dalam sekali duduk selama kurang lebih 2 jam, dalam tiga bagian: Speaking & Writing, Reading, dan Listening. Skornya 10–90, lengkap dengan skor keseluruhan dan skor tiap skill.
Ciri khasnya: semua jawaban, termasuk speaking, dinilai otomatis oleh sistem, tanpa examiner manusia. Hasilnya biasanya keluar dalam sekitar 48 jam, salah satu yang tercepat di antara tes-tes lainnya. Itu sebabnya PTE populer untuk pendaftar visa Australia dan Selandia Baru.
Ada dua catatan penting. Pertama, banyak soalnya terintegrasi, jadi satu skill yang lemah bisa menarik dua skor sekaligus. Kedua, skor keseluruhan bukan rata-rata dari skor tiap skill. Karena speaking dinilai mesin, kejelasan pelafalan dan kelancaran bicara benar-benar berpengaruh.
Jadi, Pilih yang Mana?
- Butuh skor untuk seleksi institusi atau beasiswa dalam negeri? Cek dulu apakah TOEFL ITP diterima. Misalnya, LPDP menerima TOEFL ITP, TOEFL iBT, IELTS, dan PTE Academic, tetapi skor minimumnya berbeda tiap jalur.
- Mau daftar kampus luar negeri? Lihat daftar tes yang diterima kampusnya. IELTS dan TOEFL iBT adalah pilihan yang paling umum disebut.
- Lebih nyaman ngobrol langsung dengan orang? IELTS cocok untukmu karena speaking-nya tatap muka.
- Mau semuanya serba komputer dan hasil cepat? PTE Academic bisa jadi pilihan.
Masih Ragu Sebelum Tes Sesungguhnya?
Setiap tes memang memiliki keunggulan dan tantangannya masing-masing. Sebelum memutuskan untuk mendaftar tes resminya, kamu bisa menguji dan mengukur kemampuan bahasa Inggris-mu terlebih dahulu melalui Cakap English Standardized Test di Cakap. Yuk, persiapkan dirimu dengan matang agar bisa meraih skor impian dalam sekali coba!




