Mengenal Segmenting, Targeting, Positioning Pada Strategi Pemasaran

strategi pemasaran segmenting targeting positioning

Perkembangan dunia pemasaran tidak pernah terlepas dari strategi pemasaran, yang sudah tidak asing lagi dalam dunia pemasaran. Jika Anda ingin memulai untuk berbisnis, strategi pemasaran menjadi salah satu kunci utama dalam menentukan produk apa yang ingin Anda jual dan kepada siapa Anda dapat menjual produk tersebut. Sebenarnya apa sih itu strategi pemasaran dan bagaimana kita sebagai pelaku bisnis dapat menentukan segmenting, targeting, dan positioning yang tepat di pasar? Simak artikel berikut yuk!

Pengertian Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran merupakan sebuah upaya untuk memasarkan produk, entah itu berbentuk barang maupun jasa memakai taktik dan pola rencana tertentu dengan tujuan meningkatkan jumlah penjualan. Strategi pemasaran pun bisa diartikan sebagai sederetan upaya dari perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Strategi pemasaran memilih peranan penting bagi sebuah bisnis maupun perusahaan sebab berperan sebagai penentu nilai perekonomian dari perusahaan itu sendiri, entah itu berupa harga produk ataupun jasa. Ada 3 faktor yang dapat menentukan nilai dari harga produk atau jasa tersebut, diantaranya produksi, konsumsi dan pemasaran. Dari sini bisa kita simpulkan bahwa strategi pemasaran adalah bagian terpenting sebagai penghubung antara aktivitas produksi dengan konsumsi.

Menurut Philip Kotler, professor ahli pemasaran, strategi pemasaran adalah suatu pola pikir yang digunakan untuk dapat mencapai suatu tujuan pemasaran pada suatu organisasi. Strategi pemasaran tersebut dapat berupa strategi spesifik untuk pasar yang disasarnya, penetapan posisi dan segmentasi, bauran pemasaran atau marketing mix, hingga besarnya pengeluaran pemasaran.

Fungsi Strategi Pemasaran Untuk Penjualan Produk

fungsi dan tujuan strategi pemasaran
                                                         Sumber: Pexel.com

Strategi pemasaran sendiri memiliki 4 fungsi utama yang wajib Anda ketahui, berikut ini:

  • Memberikan Motivasi Dalam Melihat Masa Depan

Strategi pemasaran yang tepat dapat menjadi upaya dalam memotivasi pihak manajemen perusahaan untuk berpikir sekaligus memprediksi masa depan melalui cara yang berbeda. Tentu saja hal tersebut sangat dibutuhkan demi keberlangsungan perusahaan. Oleh sebab itu, penting sekali bagi perusahaan untuk selalu menyesuaikan ritme pasar, hanya saja Anda juga tetap harus mempunyai gebrakan-gebrakan yang baru untuk mendongkrak penjualan produk perusahaan Anda.

  • Dapat Merumuskan Tujuan dari Perusahaan

Setiap pelaku usaha pastinya ingin mengetahui tujuan perusahaan. Melalui strategi pemasaran inilah setiap pelaku usaha dapat terbantu membuat tujuan perusahaan yang ingin dicapai secara detail, entah itu dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

  • Mengefektifkan Koordinasi Pemasaran

Mengingat setiap perusahaan mempunyai strategi pemasaran yang berbeda. Hal tersebut berguna untuk melakukan pengaturan jalannya perusahaan, karenanya dapat menciptakan tim koordinasi pemasaran yang tepat sasaran serta lebih efektif.

  • Pengawasan Aktivitas Pemasaran

Melalui strategi pemasaran, setiap perusahaan tentu saja mempunyai standar prestasi bagi para pekerjanya. Oleh sebab itu, pengawasan terhadap aktivitas setiap karyawan menjadi lebih gampang dipantau guna memperoleh kualitas kerja secara efektif.

Tujuan Segmenting, Targeting, Positioning Untuk Strategi Pemasaran

Pada umumnya tujuan strategi pemasaran itu sendiri terdiri dari beberapa hal berikut :

  • Kompas atau tujuan utama perusahaan, sebagai alat bantu dan metode yang dapat memudahkan Anda untuk tetap fokus pada tujuan utama perusahaan.
  • Menjadi alat ukur dalam hasil pemasaran menyesuaikan standar prestasi tertentu.
  • Menjadi dasar logis untuk pengambilan keputusan marketing dan standar dalam penilaian kerja.
  • Meningkatkan terjalinnya koordinasi antar setiap individu tim pemasaran yang berkualitas.
  • Meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi jika ada perubahan dalam hal pemasaran.

Kunci utama dalam strategi pemasaran itu sendiri yaitu kepuasan pelanggan. Ini artinya, setiap perusahaan tentu mempunyai cara yang berbeda dalam memasarkan produknya sesuai kemampuan dan karakteristik dari perusahaan itu sendiri.

Mengenal Segmenting Targeting dan Positioning Pada Strategi Pemasaran

Segmenting, targeting, dan positioning dikenal juga sebagai strategi STP ini adalah strategi marketing yang terdiri atas 3 rangkaian proses tertentu yang mesti dilalui dalam penetapan strategi bisnis. Biasanya, strategi segmenting targeting dan positioning sendiri berlaku bagi berbagai macam usaha, baik itu industri barang ataupun jasa.

Pengelolaan dari seluruh bisnis sendiri hampir sama, yakni memerlukan perencanaan strategis supaya bisa mencapai tujuan perusahaan secara lebih terarah. Strategi STP ini memberikan pengaruh besar bagi brand image, teknik marketing secara keseluruhan dan citra perusahaan itu sendiri. Melalui strategi Segmenting targeting positioning ini membantu pemasaran supaya bisa berjalan sesuai ketentuan atau harapan perusahaan itu sendiri.

Namun sebelum menjalankan strategi marketing yang tepat, setiap pengusaha wajib menganalisis perusahaan itu sendiri terlebih dahulu. Dimana analisis SWOT biasanya digunakan untuk menggambarkan tentang bisnis serta perusahaan secara umum. Untuk selanjutnya melakukan penyusunan serta perumusan strategi STP.

Strategi STP itu sendiri artinya ialah mengkategorikan, memposisikan pemasaran dan membidik pasar sesuai keinginan dibandingkan dengan pesaing. Berikut komponen penting yang meliputi strategi marketing Segmenting Targeting Positioning, di bawah ini:

1.     Segmenting

Segmenting adalah sebuah proses untuk mengklasifikasikan keseluruhan target potensial dari produk yang dipasarkan atau dipromosikan. Untuk selanjutnya membagi pasar ke dalam beberapa bagian tergantung dari kebutuhan, maupun karakteristik pembeli dan lainnya. Melalui segmentasi pasar inilah, kondisi ini memungkinkan keperluan produk berbeda maupun kombinasi marketing secara terpisah.

Dalam strategi Segmenting Targeting Positioning, adanya segmentasi membuat aktivitas marketing dapat dilakukan berdasarkan rencana dengan hasil yang diperoleh semaksimal mungkin untuk meningkatkan kepuasan konsumen.

Pada segmentasi pasar, ada beberapa variabel atau elemen yang wajib diperhatikan diantaranya meliputi aspek:

  • Demografis: Membagi kelompok berdasarkan “siapa”, meliputi jenis kelamin, usia, edukasi, domisili, ras, suku, jenjang pendidikan, penghasilan, dan lainnya.
  • Psikografis: Membagi kelompok berdasarkan “mengapa”, dimana membagi pasar ke berbagai kelompok berbeda sesuai dengan kelas sosialnya, hal ini mencakup gaya hidup, kepribadian, preferensi, persepsi, value (nilai), dan lainnya.
  • Perilaku: Membagi suatu kelompok konsumen berdasarkan “apa”, seperti tingkat loyalitas terhadap brand, tingkah laku pembeli, cara memakai produk, perasaan, rutinitas, dan lainnya.

Contoh melakukan segmentasi pasar pada salah satu brand kopi terkenal seperti starbucks, dimana kita bisa memakai kriteria dasar:

  1. Generasi (Demografis)
  2. Kelas Ekonomi (Demografis)
  3. Domisili (Demografis)
  4. Penghasilan (Demografis)
  5. Preferensi Halal (Psikografi)
  6. Kebiasaan Mengkonsumsi Kopi (Perilaku)
  7. Tingkat Loyalitas terhadap brand (Perilaku)

Dari 8 kriteria dasar tersebut kita akan coba melakukan analisis terhadap konsumen Starbucks:

  1. Generasi : Gen X, Milenial dan Gen Z
  2. Kelas Ekonomi : Menengah, Menengah Atas
  3. Domisili : Kota, Ibukota Provinsi, Ibukota Negara
  4. Penghasilan: > Rp 5.000.000/Month
  5. Preferensi Halal : Menggunakan bahan yang halal, Enak & harga sesuai dengan rasa
  6. Kebiasaan Mengonsumsi Kopi : Seminggu dua hingga tiga kali
  7. Tingkat loyalitas terhadap brand : Tinggi

Itulah contoh kriteria dasar dalam menentukan segmentasi pasar yang tepat. Anda juga dapat mencoba membuat segmentasi sendiri dengan melakukan beberapa pertanyaan survey singkat untuk mengetahui segmentasi awal untuk produk Anda.

2.     Targeting

Komponen kedua dari strategi pemasaran yaitu targeting. Sesuai namanya targeting’, ini artinya ada kecenderungan untuk menentukan target pasar tertentu sesuai sasaran atau tujuan perusahaan. Dimana Targeting dalam strategi STP ini adalah tindakan untuk menilai minat maupun ketertarikan yang berasal dari berbagai macam segmen pasar, untuk selanjutnya dapat menentukan mana segmen pasar yang ingin dijadikan target pasar itu sendiri. Selain itu, target pasar sendiri dipahami sebagai sebuah kelompok tertentu yang telah dipilih suatu perusahaan yang dijadikan calon konsumen untuk melakukan segmentasi dan penargetan.

Untuk lebih jelasnya, kita dapat menggunakan beberapa pertanyaan berikut ini untuk dapat menentukan target yang tepat:

  1. Kelompok generasi mana yang memiliki jumlah yang banyak untuk dapat dijadikan target pasar dan menjadi segmentasi market yang potensial?
  2. Apakah kelompok segmen tersebut akan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan?
  3. Apakah perusahaan memiliki resource yang tepat untuk dapat menjangkau konsumen tersebut?
  4. Apakah ada batasan-batasan tertentu dalam menjangkau segmen tersebut?
  5. Apakah segmen tersebut termasuk segmen konsumen yang loyal?

Ada 4  strategi STP yang dapat dipilih untuk menjalankan komponen targeting itu sendiri,  dimana penting dalam memahami strategi STP, diantaranya:

  1. Differentiated targeting strategy, strategi yang ditujukan untuk pasar yang menginginkan beberapa jenis variasi produk dengan ciri-ciri yang berbeda.
  2. Custom targeting strategy, yaitu strategi yang digunakan untuk melakukan pendekatan konsumen yang bersifat individual.
  3. Undifferentiated targeting strategy, strategi yang ditujukan untuk pasar yang besar dengan produk yang cenderung serupa.
  4. Concentrated targeting strategy, dimana perusahaan menawarkan produk dengan jenis tertentu dalam satu segmen yang dinilai memiliki peluang segmentasi pasar yang paling besar.

3.     Positioning

Positioning dalam strategi STP adalah sebuah upaya meletakkan posisi sebuah produk untuk menghadapi persaingan. Tujuan dari positioning dalam segmenting targeting positioning adalah untuk mempengaruhi bagaimana sebuah segmen pasar menilai produk atau jasa saat dibandingkan pada kompetisi pasar. Sedangkan untuk menetapkan posisi pasar, tentu saja Anda perlu menunjukkan jika produk dapat dibedakan berdasarkan kompetitornya.

Dalam melakukan positioning, terdapat beberapa pertanyaan yang dapat menentukan posisi sebuah produk:

  1. Siapa saja kompetitor yang menargetkan segmentasi produknya ke market yang sama?
  2. Fitur-fitur apa saja yang kompetitor tawarkan pada produknya?
  3. Apa yang menjadi keunggulan dari produk yang ditawarkan?
  4. Segmentasi mana yang mungkin belum di isi oleh kompetitor yang dapat menjadi peluang kita?
  5. Bagaimana caranya agar brand yang kita miliki memiliki perbedaan dengan kompetitor lainnya?
  6. Bagaimana cara agar brand kita lebih unggul dibandingkan dengan kompetitor?

Setelah Anda bisa mendapatkan pertanyaan tersebut, Anda dapat mengembangkan positioning yang tepat yang setelahnya dapat digunakan untuk bauran pemasaran atau marketing mix.

Itulah ketiga komponen dalam segmenting targeting positioning pada strategi marketing. Sehingga, teknik pemasaran yang dijalankan bisa memberikan hasil optimal, yakni dapat menarik minat pembeli supaya melakukan pembelian. Karena itulah strategi STP digunakan guna memaksimalkan penjualan.

Tingkatkan Skill Marketing Pakai Upskill Cakap

Anda bisa menerapkan strategi STP dan meningkatkan skill marketing untuk optimalisasi penjualan produk atau jasa yang ditawarkan memakai Upskill Cakap. Di Upskill Cakap Anda bisa mengikuti kursus profesional agar Anda menjadi tim marketing yang andal yang bisa menghasilkan lebih banyak penjualan. Bahkan Upskill Cakap memungkinkan Anda untuk memaksimalkan opsi digital marketing sebagai salah satu pilihan strategi pemasaran populer di masa kini.

Referensi: 
– Xendit.co

Baca juga: 

Hilda
Lulusan Sastra Jepang dengan 4 tahun pengalaman menulis kreatif, terutama di bidang edukasi. Senang mencari tahu dan menjelaskannya kembali lewat tulisan.